Ogah cuma makan mi instan di akhir bulan, mahasiswa kudu cermati uang saku

Sabtu, 28 September 2019 | 19:30 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
Ogah cuma makan mi instan di akhir bulan, mahasiswa kudu cermati uang saku


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Agar tidak sampai makan mie instan di akhir bulan, Mahasiswa harus pandai mengolah uang suka.

Jadi mahasiswa itu berat, apalagi untuk Anda yang memilih kuliah di luar kota.

Baca Juga: Gaji Rp 8 juta per bulan, ini saran perencana keuangan untuk mengolahnya

Selain harus presentasi dan mengerjakan tugas, Anda juga dituntut pandai mengatur keuangan. Bila boros, menjelang akhir bulan dipastikan Anda cuma bisa makan mie instan.

Agustina Fitria, Financial Planner OneShildt mengatakan mengolah keuangan dengan benar dapat menghindarkan Anda dari utang.

Anda juga tidak perlu sering menelpon orang tua untuk minta uang saku tambahan. Anda hidup nyaman, orang tua senang.   

Widya Yuliarti, Financial Planner Financialku.com mengatakan mengolah keuangan sejak dini dapat menjadi waktu pembelajaran paling baik. Karena, Anda akan dibuat terbiasa untuk mengolah keuangan saat sudah bekerja dan berkeluarga.

Anda tidak perlu pintar matematika untuk bisa mengolah uang saku. Anda hanya perlu mengikuti beberapa langkah di berikut ini, untuk mengatur keuangan. 

Daftar anggaran pengeluaran

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat anggaran pengeluaran bulanan. Tujuannya, agar Anda mengetahui jumlah biaya yang harus dikeluarkan saban bulannya.

Jangan sampai total pengeluaran lebih besar daripada uang bulanan yang Anda terima.

Baca Juga: Gaji bulanan tak boleh tandas, ini langkah-langkah praktis mencegahnya

Anda sebaiknya memprioritaskan biaya kebutuhan pokok seperti sewa kos, makan, transportasi, komunikasi, dan buku.

Widya mengatakan Anda sebaiknya tidak berlebihan saat membuat anggaran pengeluaran. Misalnya, untuk biaya makan Anda dapat menganggarkan makan tiga kali sehari.

Atau, Anda dapat mencari tempat kos yang sederhana dan nyaman. Sehingga, Anda tidak perlu menyiapkan dana besar untuk membayar sewa kamar saban bulannya.

Setelah itu, Anda dapat menganggarkan dana untuk tabungan dan nongkrong.

"Sebaiknya Anda menyisihkan sekitar 20% dari total uang saku untuk tabungan," kata Widya. Tujuannya, agar Anda tidak perlu meminta uang kepada orang tua saat muncul pengeluaran tidak terduga.

Sisanya, dapat Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan entertaiment alis hura-hura.  

Berbeda dengan Fitri. Dia mengatakan Anda dapat menabung bila uang saku masih tersisa. Kondisi ini, khusus untuk Anda yang menerima uang bulanan pas-pasan.

Harus punya tabungan

Langkah kedua, Anda wajib menyisihkan dana untuk dijadikan tabungan. Agar dana tabungan tidak sampai terpakai.

Sebaiknya, Anda langsung menyetor dana tabungan pada saat penerima uang saku dari orang tua. Anda dapat menempatkan dana tabungan pada rekening yang berbeda.

Baca Juga: Menciptakan Momen Liburan Menyenangkan Tanpa Beban

Widya menyarankan sebaiknya dana tabungan tersebut ditujukan sebagai dana darurat. Sehingga, Anda tidak perlu menelpon orang tua saat ingin memperbaiki laptop.

Idelanya untuk mahasiswa, nilai dana darurat yang harus dimiliki sekitar enam kali jumlah uang saku.

Misalnya: Uang saku Rp 5 juta per bulan

Uang saku per bulan x enam = Dana darurat

Rp 5 juta x 6 = Rp 30 juta  

"Anda dapat mulai memupuk dana darurat sejak masuk semester pertama," katanya.

Anda sebaiknya menempatkan dana darurat pada tabungan konfensional. Agar, Anda dapat mencairkan dana tersebut kapan saja.

Setelah Anda memiliki dana darurat, Anda baru boleh menjajal berinvestasi.

Catat setiap pengeluaran

Langkah ketiga, Anda wajib mencatat seluruh pengeluaran setiap hari. Tujuannya, agar Anda mengetahui apakah jumlah pengeluaran tersebut sudah sesuai dengan anggaran yang dibuat.

Sebaiknya, Anda mulai berhemat bila alokasi dana bulanan sudah mulai menipis.

Baca Juga: Akhir tahun hampir tiba, ini kiat praktis mengumpulkan modal liburan

Rencanakan jadwal piknik dari jauh hari

Untuk Anda yang hobi travelling, sebaiknya mulai merencanakan jadwal liburan dari jauh hari.

Jadi, Anda mempunyai waktu untuk mengumpulkan dana liburan. Sehingga, Anda tidak perlu memecah dana darurat atau meminta uang saku tambahan.

Bila, uang saku terbatas Anda dapat mencari uang tambahan. Caranya, Anda dapat memanfaatkan keahlian yang dimiliki.

Misalnya, Anda bisa menjadi frelancer desain logo. Atau, Anda dapat menjadi freelancer videografer bila mahir mengoperasikan kamera video.

 

   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Sulistiowati

Terbaru