Cara Hitung Dana Pendidikan Anak 2026: Tips Sekolah Anak Lancar Tanpa Bikin Pusing

Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:01 WIB
Cara Hitung Dana Pendidikan Anak 2026: Tips Sekolah Anak Lancar Tanpa Bikin Pusing

ILUSTRASI. Cara Hitung Dana Pendidikan Anak 2026: Tips Sekolah Anak Lancar Tanpa Bikin Pusing. (KONTAN/Muradi)


Sumber: Prudential Indonesia,BPJS Ketenagakerjaan  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Menjadi orang tua di tahun 2026 memang penuh tantangan, terutama jika berkaitan dengan urusan sekolah anak.

Sudah menjadi rahasia umum jika setiap tahun biaya masuk sekolah tidak pernah turun, justru sering kali melonjak drastis.

Menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini sekarang bukan lagi soal "nanti saja", tapi sudah menjadi kebutuhan mendesak yang harus direncanakan dengan kepala dingin.

Baca Juga: Persiapan Liburan Panjang: Cek 3 Hal Ini Agar Perjalanan Aman & Nyaman

Masalahnya, banyak dari kita yang asal menabung tanpa perhitungan yang jelas. Padahal, uang Rp10 juta sekarang nilainya akan jauh berbeda dalam 5-10 tahun ke depan. 

Tanpa strategi yang pas, kita sering kali kaget saat melihat tagihan uang pangkal sekolah yang ternyata jauh di atas tabungan yang sudah dikumpulkan.

Itulah sebabnya, menghitung dengan angka yang realistis adalah langkah pertama agar rencana masa depan anak tidak berantakan di tengah jalan.

Rahasia Menghitung Biaya Pendidikan Tanpa Meleset

Menghitung dana pendidikan sebenarnya tidak serumit seperti pelajaran matematika di sekolah. Hal paling awal yang perlu Anda lakukan adalah jujur pada target. 

Melansir dari laman Prudential Indonesia, mulailah dengan survei kecil-kecilan. Anda bisa iseng bertanya ke sekolah yang memang Anda incar untuk anak, lalu catat berapa biaya uang masuk dan biaya bulanannya saat ini.

Angka yang Anda dapatkan sekarang adalah "harga dasar". Namun, ingat bahwa ada musuh bernama inflasi. Detail fakta dari sumber tersebut mengingatkan orang tua bahwa biaya pendidikan biasanya naik sekitar 10-15% setiap tahunnya. 

Jadi, jika biaya kuliah di kampus incaran saat ini adalah Rp150 juta, Anda harus membayangkan angka itu bisa berubah menjadi Rp300 juta lebih saat anak Anda mulai masuk kuliah nanti.

Selain itu, bersumber dari artikel di laman BPJS Ketenagakerjaan, perencanaan yang baik juga harus mencakup hal-hal kecil yang sering terlupakan.

Jangan cuma hitung uang pangkalnya saja, tapi masukkan juga biaya buku, seragam, transportasi, sampai uang les tambahan.

Dengan membuat daftar yang lengkap, Anda tidak akan kaget dengan biaya-biaya "tak terduga" yang biasanya muncul di awal semester.

Langkah Simpel Mulai Menyiapkan Dana Sekolah

Supaya Anda tidak bingung harus mulai dari mana, coba ikuti tahapan praktis berikut ini:

  • Tentukan Jenjangnya: Buat rencana mau sekolah di mana untuk setiap jenjang, mulai dari TK sampai kuliah. Semakin spesifik sekolahnya, semakin akurat perhitungan Anda.
  • Gunakan Logika Inflasi: Kalikan biaya sekolah saat ini dengan kenaikan harga tahunan. Mudahnya, bayangkan saja harga sekolah akan naik dua kali lipat setiap 7-10 tahun.
  • Cek Sisa Waktu: Berapa tahun lagi anak Anda masuk sekolah tersebut? Kalau anak masih bayi dan mau masuk SD 6 tahun lagi, berarti Anda punya waktu 72 bulan untuk menyisihkan uang.
  • Cari Tempat "Nitip" Uang yang Pas: Jangan cuma ditaruh di bawah bantal atau rekening biasa. Pilih tempat simpanan yang hasilnya bisa mengimbangi kenaikan biaya sekolah, misalnya reksa dana atau emas untuk jangka menengah.
  • Hitung Cicilan Bulanan: Bagi total biaya masa depan dengan jumlah bulan yang tersedia. Jika angkanya terlalu besar, Anda mungkin perlu menyesuaikan pilihan sekolah atau mencari tambahan penghasilan.

Tonton: Harga Emas Antam Tersenyum Hari ini (14 Februari 2026)

Investasi vs Proteksi

Dalam urusan menyiapkan sekolah anak, kita harus paham kalau menabung saja sering kali tidak cukup. Kita butuh investasi agar uang kita "bekerja" dan tumbuh lebih cepat dari kenaikan harga sekolah.

Namun, yang tidak kalah penting adalah proteksi. Banyak orang tua terlalu semangat investasi tapi lupa asuransi jiwa. Padahal, asuransi adalah jaring pengaman agar pendidikan anak tetap berjalan meskipun terjadi risiko pada orang tua sebagai pencari nafkah.

Melihat data historis, orang tua yang memulai sejak anak masih di dalam kandungan biasanya merasa jauh lebih ringan karena beban bulanan yang disisihkan tidak terlalu besar. Berikut beberapa tips tambahan agar keuangan Anda tetap sehat:

  • Mulai dari Sekarang: Tidak perlu menunggu punya gaji besar. Mulailah dengan jumlah kecil, yang penting rutin dan disiplin.
  • Evaluasi Tiap Tahun: Biaya sekolah bisa berubah mengikuti tren. Cek lagi setiap tahun apakah tabungan Anda masih di jalur yang benar atau perlu ditambah sedikit.
  • Libatkan Pasangan: Obrolkan urusan ini dengan pasangan agar punya visi yang sama. Jangan sampai Anda semangat berhemat, tapi pasangan malah ingin menggunakan uangnya untuk kebutuhan lain yang kurang mendesak.
  • Manfaatkan Bonus Tahunan: Jika dapat bonus kantor atau THR, sisihkan sebagian langsung ke rekening dana pendidikan sebelum uangnya habis untuk jajan atau gaya hidup.
  • Fokus pada Kualitas, Bukan Gengsi: Pilih sekolah yang kualitas pendidikannya bagus tapi tetap masuk akal bagi keuangan keluarga Anda. Sekolah mahal bukan satu-satunya jaminan kesuksesan anak.

Intinya, menyiapkan dana pendidikan adalah maraton, bukan lari cepat. Dengan perhitungan yang matang dan rasa tanggung jawab yang tinggi, Anda pasti bisa memberikan pendidikan terbaik untuk anak tanpa harus berutang sana-sini di masa depan. Semangat merencanakan!

Selanjutnya: Prospek Investasi Tahun Kuda Api 2026, Cermati Diversifikasi Portofolio!

Menarik Dibaca: Kadar Asam Urat Tinggi? Coba 5 Minuman Ini Tiap Pagi!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait


Terbaru