KONTAN.CO.ID - Pendidikan anak adalah bekal utama yang hendak diberikan kepada anak sebagai bekal, agar bisa meraih cita-cita dan hidup mandiri nantinya.
Karena itu, sebagai orang tua yang bijaksana tentu ingin menyiapkan dana pendidikan anak dalam jumlah cukup untuk dapat menyekolahkan anak di sekolah yang dikehendaki.
Perhitungan yang cermat dan teliti sangat perlu dalam menyiapkan dana pendidikan anak. Jangan sampai salah perhitungan sehingga terpaksa harus menurunkan standar pendidikan yang ingin dicapai.
Berikut ini beberapa kesalahan yang kerap terjadi saat menyiapkan dana pendidikan anak:
Salah memperhitungkan inflasi pendidikan
Dalam menghitung biaya pendidikan saat ini dengan biaya pendidikan beberapa tahun mendatang harus menggunakan asumsi inflasi. Nah, Anda jangan memasukkan asumsi inflasi berdasarkan inflasi pemerintah yang mengacu pada harga kebutuhan pokok.
Tetapi Anda harus mengacu pada asumsi inflasi yang biasa digunakan sekolah-sekolah dalam menaikkan biaya pendidikan dari tahun ke tahun. Inflasi biaya pendidikan seringkali lebih tinggi dari inflasi pemerintah. Biasanya inflasi pendidikan berkisar 10% hingga 20% per tahun.
Salah memilih instrumen investasi
Kunci keberhasilan pencapaian dana pendidikan anak adalah tepat memilih instrument investasi agar memperoleh imbal hasil sesuai target dana yang hendak diraih dan jangka waktu yang ada. Nah, seringkali yang terjadi adalah menempatkan dana pada instrumen investasi pada jangka pendek padahal untuk tujuan jangka panjang, sehingga imbal hasil yang diperoleh kecil.
Contoh, tabungan pendidikan hanya cocok untuk tujuan jangka pendek, 1 tahun atau 2 tahun, karena imbal hasil yang hanya berkisar 2,5%-5% per tahun. Sedang untuk tujuan jangka panjang 3 tahun, 5 tahun atau di atas 5 tahun, maka penempatan dana pendidikan yang dipilih adalah reksadana campuran atau reksadana saham.
Hanya menggunakan satu instrumen investasi
Kesalahan lain yang juga biasa terjadi adalah hanya menggunakan 1 instrumen investasi, sehingga imbal hasil yang diperoleh kurang optimal. Dalam memilih instrumen investasi sebaiknya Anda memisahkan per produk untuk tiap jenjang pendidikan per anak.
Hal ini akan memudahkan urusan Anda saat nanti perlu mencairkan dana sesuai kenaikan jenjang sekolah anak. Jadi, jika anak Anda ada 2 orang maka jangan dijadikan satu penempatan dananya, tetapi buat terpisah masing-masing anak dan juga dipisahkan lagi per jenjang sekolah (TK, SD, SMP, SMA, Universitas).
Baca Juga: Strategi Menyiapkan Dana Pendidikan Anak
Contoh Perhitungan Dana Pendidikan Anak
Sebagai gambaran bagi Anda yang memiliki 2 orang anak, berikut ini adalah contoh perhitungan dana pendidikan anak sesuai jenjang pendidikan yang hendak ditempuh dan baru perhitungan hingga SMA.
Anak 1, usia 5 tahun dan saat ini sudah bersekolah TK. Anak 2, usia 3 tahun.
Sebelum melangkah ke perhitungan dana pendidikan anak, Sherly Sintia CFP, Assistant Consultant di ZAP Finance menyarankan untuk membuat checklist persiapan dana pendidikan anak sebagai berikut:
1.Membuat prioritas perencanaan dana pendidikan anak.
Saat anak mulai memasuki usia sekolah, maka orang tua akan berinvestasi untuk dana Pendidikan jenjang berikutnya serta membayar biaya sekolah bulanan.
Fokus utama orang tua sebaiknya untuk memenuhi kebutuhan biaya pendaftaran, tes dan uang pangkal. Sedangkan biaya sekolah bulanan (SPP) dapat dialokasikan dari penghasilan bulanan.
2.Menghitung berapa dana Pendidikan yang harus dipersiapkan sejak saat ini.
Semakin dini orang tua mempersiapkan dana pendidikan anak, maka akan semakin kecil dana investasi yang dibutuhkan.
Asumsi kenaikan biaya Pendidikan secara umum dapat menggunakan rata-rata 10% per tahun. Idealnya besaran dana yang bisa dialokasikan untuk investasi dana pendidikan anak sebaiknya minimal 10% dari penghasilan bulanan orang tua.
3.Memilih instrumen keuangan yang tepat untuk berinvestasi.
Setiap kebutuhan jenjang pendidikan dipersiapkan instrumen yang berbeda yaitu tabungan dan investasi.
Baca Juga: Begini Cara Siapkan Biaya Pendidikan Anak
Contoh perhitungan dana pendidikan 2 orang anak (usia 5 tahun dan 3 tahun) dan hendak bersekolah di sekolah swasta dengan biaya pendidikan saat ini sebagai berikut:
TK : Uang pangkal Rp 10 juta dan SPP Rp 500,00/bln. Uang kegiatan Rp 2.500.000/tahun di tiap jenjang kelas.
SD : Uang pangkal 15 juta dan SPP 600 ribu/ bln. Uang kegiatan Rp2.500.000/thn di tiap jenjang kelas.
SMP : uang pangkal Rp 15 juta, SPP Rp 1 juta/bln. Uang kegiatan Rp2.700.000/tahun di tiap jenjang kelas.
SMA : uang pangkal Rp 18 juta, SPP RP 1.800.000, Uang kegiatan Rp3.000.000/thn.
Berdasarkan komponen biaya tersebut, maka setelah dihitung dengan kalkulator finansial diperoleh hasil perhitungan dalam tabel berikut ini:
Nah, kini Anda sudah memiliki gambaran kebutuhan dana pendidikan bagi anak yang saat ini masih berusia 5 tahun (anak 1 yang sedang bersekolah di TK dan anak kedua yang berusia 3 tahun). Pada tabel berikutnya adalah pemilihan investasi untuk penempatan dana pendidikan per anak dan per jenjang pendidikan. Jadi dana dapat dicairkan per produk saat anak masuk ke jenjang sekolah berikutnya.
Semoga dengan contoh perhitungan tersebut memberikan gambaran bagi Anda yang kini tengah menghitung dan menyiapkan dana pendidikan anak. Selamat berinvestasi.
Baca Juga: Uang Kuliah Makin Tinggi, Ini Tips Jitu Memilih dan Menyiapkan Dana Pendidikan Anak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News