Begini Cara Siapkan Biaya Pendidikan Anak

Selasa, 24 Januari 2023 | 15:30 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Begini Cara Siapkan Biaya Pendidikan Anak

ILUSTRASI. Begini Cara Siapkan Biaya Pendidikan Anak.


KONTAN.CO.ID - Salah satu hal yang perlu dipersiapkan oleh orangtua adalah biaya pendidikan anak mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD hingga perguruan tinggi. 

Sebab, inflasi biaya pendidikan anak saat ini rata-rata naik 15% hingga 20% per tahunnya. Saat ini, pemerintah telah memberikan jaminan pendidikan gratis untuk pendidikan tingkat sekolah negeri hingga sekolah menengah atas. 

Namun, jika ingin menyekolahkan anak di sekolah swasta, maka orang tua tetap butuh menyiapkan dana pribadi. Untuk itu, biaya pendidikan harus disiapkan sejak dini agar masa depan terjamin. 

Lantas, seperti apa cara menyiapkan biaya pendidikan anak sejak dini? 

Baca Juga: Syarat Daftar Calon Perwira SIPSS Polri 2023, Minimal Lulusan S1 Bisa Daftar

Cara menyiapkan biaya pendidikan anak 

Biaya pendidikan anak

Dirangkum dari keterangan resmi Lifepal, berikut adalah cara menyiapkan biaya pendidikan anak sejak dini dari Co-Founder Lifepal.co.id, Benny Fajarai:

1. Siapkan tabungan pendidikan 

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menyiapkan tabungan khusus berupa tabungan rencana pendidikan yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Tabungan berjangka waktu ini ditentukan oleh Anda sendiri dengan jumlah bunga tertentu.

Tabungan ini juga memiliki fasilitas berupa asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Dengan begitu, saat Anda mengalami kebangkrutan, maka tabungan yang dimiliki tetap aman meski dikenakan potongan.

Baca Juga: Ramalan Shio yang Ditakdirkan Sukses Di Tahun Kelinci Air, Cek Saham Bakal Hoki 2023

2. Memanfaatkan investasi untuk tujuan pendidikan

Langkah selanjutnya untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak adalah dengan memilih instrumen investasi. Namun, dalam memilih produk investasi ini disesuaikan dengan jangka waktu yang dimiliki. 

Selain itu, penting juga untuk mengingat prinsip investasi, yaitu high risk high return, low risk low return. Karena itu, Anda disarankan untuk melakukan diversifikasi ke reksadana. 

Baca Juga: Lulusannya Banyak Dibutuhkan, Cek 20 Kampus dengan Jurusan Ekonomi Akuntansi Terbaik

Seperti reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang yang memiliki risiko lebih rendah. Berikut ini adalah skema pemanfaat dana investasi untuk pendidikan anak:

  • Anda yang masih memiliki waktu di atas 5 tahun untuk mempersiapkan dana pendidikan anak, maka dapat menyusun portofolio dengan porsi reksadana saham yang lebih banyak. Dengan potensi imbal hasil yang relatif tinggi, reksadana saham juga memiliki tingkat risiko yang relatif tinggi.
  • Lain halnya untuk Anda yang memiliki waktu persiapan selama 3 - 5 tahun, maka dapat memanfaatkan reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana pasar uang, atau reksadana campuran. 
  • Dengan catatan, komposisi terbesar portofolio investasi diisi oleh reksadana pendapatan tetap karena pertimbangan potensi imbal hasilnya lebih menarik.
  • Sedangkan buat Anda yang masih memiliki waktu sekitar 1 – 3 tahun untuk menyiapkan dana pendidikan anak, maka dapat menyusun portofolio investasi yang sebagian besar isinya merupakan instrumen reksadana pasar uang dengan sedikit porsi di reksadana saham. 
  • Reksadana pasar uang memiliki potensi imbal hasil yang lebih menarik di bandingkan tabungan/deposito dengan tingkat risiko yang relatif rendah, likuid dan bebas biaya transaksi. 
  • Sementara itu, alokasi reksadana saham akan berfungsi sebagai booster untuk mempercepat tercapainya tujuan keuangan melalui potensi imbal hasil yang jauh lebih menarik dan tentunya diiringi dengan tingkat risiko yang lebih tinggi.

Baca Juga: Daftar Lengkap 59 PTKIN di Indonesia, Pilihan SPAN PTKIN 2023

3. Memberikan proteksi berupa asuransi pendidikan

Menyiapkan tabungan pendidikan anak selain di tabungan khusus dapat juga dengan asuransi pendidikan. Berbeda dengan tabungan, asuransi pendidikan memiliki batasan waktu untuk mencairkan uangnya.

Uang tersebut cair jika anak Anda ingin masuk SD, SMP, SMA, dan kuliah. Penting untuk diingat bahwa Anda akan dikenakan penalti (denda) jika ingin mencairkan dana pendidikan sebelum waktunya.

Dalam asuransi pendidikan anak ini biasanya juga akan dilengkapi produk asuransi jiwa. Namun, jika tidak, maka Anda pun harus membeli sendiri produk proteksi jiwa. 

Demikian tips yang dapat dilakukan untuk menyiapkan biaya pendidikan anak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru