Hal-hal yang perlu disiapkan sebelum masa pensiun tiba

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 07:30 WIB Sumber: Kompas.com
Hal-hal yang perlu disiapkan sebelum masa pensiun tiba

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Siapa yang tak ingin menghabiskan masa pensiun dengan sejahtera. Namun mempersiapkan masa pensiun tentunya bukan hal yang mudah.

Selain harus bijak mengalokasikan dana untuk tabungan, Anda juga harus bijak dalam menjalani gaya hidup.

Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja, mengatakan, ada 4 hal yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan masa pensiun yang sejahtera.

1. Ubah pola pikir tradisional

Agar memiliki masa pensiun yang sejahtera, Anda mungkin akan berpikir untuk mengandalkan dana jaminan sosial (BPJS Ketenagakerjaan) dalam pembiayaan hidup Anda.

Namun, dana tersebut tentunya tidaklah cukup untuk kebutuhan hidup Anda saat pensiun.

Baca Juga: Rencanakan Keuangan untuk Proteksi Masa Depan dan Persiapan Warisan bagi Keluarga

Meskipun biaya di masa pensiun tidak jauh berbeda dengan biaya hidup yang dikeluarkan di masa produktif, namun tentunya ada beberapa pos-pos pengeluaran yang mengalami penurunan dan peningkatan.

“Biaya transportasi mungkin akan berkurang, namun biaya kesehatan berpotensi mengalami kenaikan,” kata Freddy melalui siaran pers, Jumat (16/10/2020).

Di sisi lain, dukungan dana dari anak atau anggota keluarga lainnya juga kerap diandalkan sebagai sumber pendapatan di masa pensiun kelak.

Padahal, sudah seharusnya Anda memutus rantai sandwich generation, terutama jika Anda ingin anak-anak hidup bahagia dan Anda menikmati pensiun sejahtera.

Maka, pilihan lainnya adalah kerja lagi walau sudah memasuki usia pensiun. Tantangannya adalah tidak banyak perusahaan yang mau menerima pekerja usia pensiun.

Baca Juga: UU Cipta Kerja Pangkas Jumlah Pesangon, Pekerja Perlu Susun Kembali Strategi Keuangan

“Maka, satu-satunya sumber pendapatan yang bisa diandalkan di masa pensiun nanti adalah kekayaan rumah tangga atau aset yang dikumpulkan sejak masa produktif, seperti dana investasi di reksadana, saham, obligasi, properti, dan lain-lain,” jelas dia.

2. Jangan besar pasak dari tiang

Anda memang boleh menikmati hidup, namun jangan sampai gaya hidup yang Anda nikmati sekarang harus dibayar susah payah di masa depan.

Supaya Anda memiliki kekayaan rumah tangga yang cukup, ada baiknya jika Anda memulai gaya hidup yang tidak berlebihan.

“Meskipun Anda mampu membeli smart phone keluaran terbaru, terus mengikuti tren dan membeli smart phone keluaran terbaru bukanlah keputusan terbaik untuk masa depan Anda. Sebaliknya, Anda bisa mempertimbangkan untuk mencicil rumah yang akan Anda tempati di masa pensiun kelak,” ujar Freddy.

Mencicil rumah yang tidak terlalu besar, tentunya memudahkan Anda untuk melunasinya.

Dengan demikian, ketika Anda pensiun, maka paling tidak Anda sudah memiliki tempat tinggal. Maka dari itu, mulailah hidup sederhana dan sisihkan minimal 10% untuk menyiapkan pensiun yang sejahtera.

3. Lunasi utang

Dengan melunasi semua utang Anda, maka secara bertahap tapi pasti Anda akan memiliki masa pensiun yang sejahtera.

Selanjutnya, sisihkan setidaknya 30% dari penghasilan Anda saat ini, agar di masa pensiun nanti Anda bisa menikmati hasil kerja keras Anda sewaktu usia produktif.

“Jika Anda benar-benar ingin memiliki masa pensiun yang sejahtera, lunasi utang-utang Anda secara bertahap hingga semuanya lunas,” kata Freddy.

Baca Juga: Bingung apa beda Jaminan Pensiun dan JHT BP Jamsostek? Ini penjelasannya

4. Investasi di tempat yang tepat

Hal selanjutnya yang perlu Anda persiapkan adalah investasi di tempat yang tepat. Dalam hal ini, Anda perlu melakukan diversifikasi untuk masing-masing dana yang Anda miliki. Misalkan saja, investasi reksadana.

“Anda tinggal memilih reksadana apa yang sesuai, apakah reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran atau saham. Tentukan berdasarkan tujuan keuangan, jangka waktu dan profil risiko Anda,” kata dia.

Selanjutnya, biarkan uang Anda yang bekerja. Dengan ancaman inflasi masih membayangi, tempatkanlah uang di instrumen investasi yang memberikan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dari inflasi.

“Jangan mudah tergiur dengan instrumen investasi yang memberikan imbal hasil sangat tinggi. Semakin tinggi imbal hasil, semakin tinggi pula risiko yang harus kita tanggung,” ucapnya. (Kiki Safitri)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Mempersiapkan Masa Pensiun",

 

Selanjutnya: Mempersiapkan Biaya Kuliah Anak Sejak Dini

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Noverius Laoli


Terbaru