KONTAN.CO.ID - Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global tahun 2026, banyak orang mendadak jadi "pemburu" logam mulia.
Namun, perdebatan lama kembali muncul: lebih untung simpan emas atau mulai beralih ke perak? Jika selama ini emas dianggap sebagai raja pelindung kekayaan, perak kini mulai naik daun karena harganya yang jauh lebih terjangkau tapi punya daya ledak keuntungan yang tidak bisa disepelekan.
Memilih antara emas dan perak bukan cuma soal mana yang lebih berkilau, tapi soal strategi bertahan di tengah inflasi.
Baca Juga: Persiapan Liburan Panjang: Cek 3 Hal Ini Agar Perjalanan Aman & Nyaman
Emas mungkin terlihat lebih gagah untuk simpanan jangka panjang, tapi perak menawarkan pintu masuk yang lebih mudah bagi mereka yang baru mau mulai berinvestasi dengan modal pas-pasan.
Memahami karakter keduanya adalah kunci agar uang yang Anda tanam tidak cuma diam, tapi benar-benar bertumbuh mengikuti arus pasar.
Mengapa Emas Tenang dan Perak Lebih "Ganas"?
Perbedaan paling mendasar yang harus Anda pahami adalah fungsinya di dunia nyata. Emas sejak dulu sudah memegang mandat sebagai aset aman (safe haven).
Fungsinya murni untuk menjaga nilai uang agar tidak habis dimakan inflasi, selain tentunya sebagai cadangan devisa negara dan perhiasan. Karena fungsinya yang lebih banyak sebagai penyimpan nilai, harga emas cenderung bergerak kalem dan stabil, bahkan saat pasar keuangan sedang kacau balau.
Sebaliknya, perak adalah logam yang punya "dua muka". Di satu sisi dia adalah alat investasi, tapi di sisi lain dia adalah bahan baku industri yang sangat penting.
Melansir penjelasan di Logam Mulia Antam, perak sangat dibutuhkan untuk memproduksi panel surya, komponen elektronik, hingga alat-alat medis.
Fungsi industri ini membuat harga perak sangat sensitif terhadap kondisi ekonomi dunia. Kalau pabrik-pabrik di dunia sedang ngebut berproduksi, harga perak bisa melesat jauh lebih kencang daripada emas.
Namun, sifat ganda ini juga yang membuat perak punya risiko lebih besar. Saat ekonomi dunia sedang lesu atau terjadi resesi industri, harga perak bisa anjlok lebih dalam karena permintaannya menyusut.
Jadi, perak memang menawarkan peluang keuntungan yang lebih tinggi, tapi Anda juga harus siap mental menghadapi fluktuasi harganya yang jauh lebih liar dibandingkan emas yang relatif lebih tenang.
Perbandingan Karakter Emas dan Perak
Untuk memudahkan Anda melihat perbandingan antara keduanya, berikut adalah ringkasan kelebihan dan kekurangan masing-masing logam mulia berdasarkan karakter investasinya dari Sahabat Pegadaian:
Karakteristik Investasi Emas:
- Stabilitas Nilai: Nilainya relatif stabil dan sangat tahan terhadap gempuran inflasi dalam jangka panjang.
- Likuiditas Tinggi: Sangat mudah dijual kembali kapan saja dan di mana saja, mulai dari toko emas hingga pegadaian.
- Aset Lindung Nilai: Cocok sebagai "jangkar" pengaman kekayaan saat kondisi ekonomi sedang tidak menentu.
- Modal Awal: Membutuhkan modal yang cenderung lebih besar untuk memulai investasi dalam jumlah yang signifikan.
Karakteristik Investasi Perak:
- Harga Terjangkau: Jauh lebih murah sehingga sangat inklusif bagi investor ritel atau pemula dengan modal terbatas.
- Volatilitas Tinggi: Pergerakan harganya lebih lincah, sehingga potensi imbal hasilnya bisa jauh lebih besar daripada emas.
- Permintaan Industri: Harganya sangat dipengaruhi oleh kebutuhan sektor industri global seperti teknologi dan energi bersih.
- Likuiditas Terbatas: Tidak semua lembaga menerima jual beli perak fisik, dan selisih harga jual-beli (spread) biasanya lebih lebar.
Tonton: Harga Emas Antam Tersenyum Hari ini (14 Februari 2026)
Panduan Membangun Portofolio Logam Mulia
Agar investasi Anda tidak sekadar ikut-ikutan tren, berikut adalah langkah teknis yang bisa Anda terapkan:
- Survei Harga Harian: Pantau pergerakan harga melalui situs resmi atau aplikasi terpercaya. Ingat bahwa harga logam mulia sangat dipengaruhi oleh nilai tukar US$ terhadap Rupiah.
- Tentukan Proporsi: Jangan taruh semua uang di satu jenis logam saja. Misalnya, Anda bisa membagi porsi 70-80% pada emas untuk keamanan, dan sisanya 20-30% pada perak untuk mengejar potensi keuntungan industri.
- Cek Sertifikat dan Kemurnian: Selalu beli logam mulia dengan kadar 99,9% atau 99,99%. Pastikan ada sertifikat resmi yang menyertainya agar memudahkan proses jual kembali di kemudian hari.
- Simpan dengan Aman: Gunakan brankas pribadi yang tertanam di dinding atau manfaatkan jasa titipan di lembaga resmi. Keamanan fisik adalah risiko terbesar dalam investasi logam mulia.
- Siapkan Mental Jangka Panjang: Idealnya, simpan aset ini untuk rentang waktu 3-5 tahun. Jika hanya disimpan kurang dari setahun, keuntungan Anda mungkin akan habis hanya untuk menutup selisih harga jual dan beli.
Mana yang Paling Cocok untuk Anda?
Memutuskan untuk membeli emas atau perak harus kembali lagi pada profil risiko dan tujuan keuangan Anda.
Jika Anda adalah tipe investor yang tidak suka melihat saldo investasi naik turun secara drastis dan hanya ingin uang aman dari inflasi, maka emas adalah pilihan yang tidak tergantikan.
Kalau kita menilik ke belakang, emas selalu menjadi asuransi bagi kekayaan Anda saat aset lain sedang bermasalah.
Namun, jika Anda masih muda, punya dana terbatas, dan berani mengambil risiko demi keuntungan yang lebih besar, perak bisa jadi pelengkap yang sangat menarik.
Apalagi dengan tren transisi energi hijau di tahun 2026 yang meningkatkan penggunaan panel surya secara masif, permintaan perak diprediksi akan terus menguat dalam jangka panjang.
Sudah terbukti berkali-kali bahwa emas akan tetap menjadi "jangkar" yang menenangkan, sementara perak akan menjadi "mesin" yang bisa melaju kencang jika situasi ekonomi mendukung.
Diversifikasi atau mencampur keduanya adalah strategi paling rasional untuk mendapatkan yang terbaik dari kedua dunia logam mulia ini. Tetaplah menjadi investor yang cerdas dengan selalu memantau data pasar dan tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena emosi semata.
Selanjutnya: Kode Redeem FF Hari Ini (14/2) Dapat Apa? Cek Reward Kode Resmi yang Dibagikan Garena
Menarik Dibaca: Kadar Asam Urat Tinggi? Coba 5 Minuman Ini Tiap Pagi!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News