Gaji Cepat Habis? Ini Cara Hitung Biaya Hidup Ideal 50/30/20

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:40 WIB
Gaji Cepat Habis? Ini Cara Hitung Biaya Hidup Ideal 50/30/20

ILUSTRASI. Gaji Cepat Habis? Ini Cara Hitung Biaya Hidup Ideal 50/30/20. (dok./Kontan)


Sumber: Bankrate  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Mengelola keuangan pribadi secara efektif dimulai dari kemampuan seseorang dalam menghitung biaya hidup ideal setiap bulannya.

Tanpa perencanaan yang matang, pendapatan sebesar apa pun sering kali terasa habis tidak berbekas tanpa adanya aset yang terbentuk.

Oleh karena itu, menyusun anggaran bulanan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan agar kondisi finansial tetap stabil di tengah ketidakpastian ekonomi.

Baca Juga: Jaga Keuangan Sehat! Ini Rasio Ideal Konsumsi vs Investasi

Langkah awal dalam menentukan biaya hidup ideal adalah dengan memisahkan antara kebutuhan esensial, keinginan pribadi, dan target masa depan.

Dengan mengetahui proporsi pengeluaran yang tepat, investor maupun masyarakat umum dapat mengalokasikan sisa pendapatan mereka ke instrumen investasi guna melawan inflasi jangka panjang.

Mengenal Metode Anggaran 50/30/20

Salah satu metode yang paling populer dan banyak direkomendasikan oleh pakar keuangan global adalah aturan 50/30/20.

Mengutip laporan dari Bankrate, metode ini membagi pendapatan bersih setelah pajak ke dalam tiga kategori utama guna menciptakan keseimbangan antara gaya hidup dan keamanan finansial.

Berikut adalah rincian alokasi berdasarkan metode 50/30/20:

  • 50% untuk Kebutuhan Pokok (Needs): Alokasi ini mencakup biaya tempat tinggal (cicilan atau sewa), tagihan listrik dan air, biaya transportasi, bahan makanan, hingga asuransi kesehatan dasar.
  • 30% untuk Keinginan (Wants): Kategori ini bersifat fleksibel, mencakup biaya hiburan, langganan layanan streaming, makan di restoran, hingga hobi.
  • 20% untuk Tabungan dan Investasi (Financial Goals): Bagian ini sangat krusial untuk membangun dana darurat, membayar utang pokok, serta dialokasikan ke instrumen investasi seperti reksadana atau saham.

Melansir informasi dari Blu by BCA Digital, kunci keberhasilan metode ini adalah disiplin dalam membedakan mana yang benar-benar kebutuhan dan mana yang sekadar keinginan.

Dengan membatasi keinginan maksimal di angka 30%, seseorang tetap bisa menikmati hidup tanpa harus mengorbankan keamanan finansial di masa depan.

Baca Juga: Risiko Investasi Kripto 2026: Apa Saja yang Harus Anda Ketahui

Tahapan Praktis Menghitung Anggaran Bulanan

Untuk menghitung biaya hidup ideal, diperlukan pencatatan yang detail terhadap arus kas keluar. Tanpa data yang akurat, anggaran yang dibuat hanya akan menjadi sekadar estimasi yang sulit untuk dieksekusi secara nyata di lapangan.

Melansir dari Gotrade, berikut adalah langkah-langkah praktis untuk membangun sistem keuangan bulanan yang efisien:

  • Identifikasi Pendapatan Bersih: Pastikan angka yang digunakan adalah pendapatan yang benar-benar masuk ke rekening setelah potongan pajak atau iuran wajib lainnya.
  • Audit Pengeluaran Tiga Bulan Terakhir: Periksa mutasi rekening untuk melihat rata-rata pengeluaran nyata. Hal ini membantu mengidentifikasi adanya "bocor halus" pada pos-pos yang tidak disadari.
  • Tentukan Batas Atas Tiap Kategori: Gunakan persentase 50/30/20 sebagai acuan awal, kemudian sesuaikan dengan kondisi biaya hidup di domisili masing-masing.
  • Evaluasi dan Penyesuaian Berkala: Anggaran bersifat dinamis. Jika terjadi kenaikan harga komoditas atau perubahan gaya hidup, lakukan penyesuaian pada bulan berikutnya.

Pentingnya Dana Darurat dan Investasi

Dalam menyusun biaya hidup ideal, pos 20% untuk masa depan tidak boleh diabaikan. Para perencana keuangan menyarankan agar dana darurat dibangun setidaknya 3 hingga 6 kali lipat dari pengeluaran bulanan. Dana ini berfungsi sebagai bantalan jika terjadi risiko kehilangan pendapatan secara mendadak.

Dikutip dari Bankrate, anggaran bulanan yang baik harus mampu mengakomodasi pertumbuhan kekayaan secara bertahap.

Tonton: Pengusaha Batubara Ungkap Dampak Pemangkasan RKAB 2026 terhadap Harga

Artinya, seiring dengan kenaikan pendapatan, idealnya persentase untuk kebutuhan tetap terjaga atau menurun, sehingga porsi untuk investasi dapat ditingkatkan melampaui angka 20%.

Secara keseluruhan, menghitung biaya hidup ideal bukanlah tentang membatasi pengeluaran secara ekstrem, melainkan tentang mengalokasikan sumber daya secara sadar.

Dengan anggaran yang terstruktur, setiap rupiah yang dikeluarkan memiliki tujuan yang jelas, baik untuk kenyamanan saat ini maupun keamanan di masa mendatang.

Selanjutnya: Mens Rea dari Pandji No. 1, Ini 10 Serial Netflix Teratas 10 Januari 2026

Menarik Dibaca: 11 Jus untuk Menambah Berat Badan yang Bisa Anda Coba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru