Jaga Keuangan Sehat! Ini Rasio Ideal Konsumsi vs Investasi

Jumat, 09 Januari 2026 | 17:08 WIB
Jaga Keuangan Sehat! Ini Rasio Ideal Konsumsi vs Investasi

ILUSTRASI. Jaga Keuangan Sehat! Ini Rasio Ideal Konsumsi vs Investasi. (KONTAN/Baihaki)


Sumber: Sahabat Pegadaian,Forbes,Bloomberg  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Pengelolaan arus kas yang bijak menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan keuangan pribadi maupun keluarga.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat, terutama di tengah fluktuasi ekonomi global, adalah menentukan proporsi yang tepat antara dana yang dihabiskan untuk kebutuhan sehari-hari dengan dana yang dialokasikan untuk instrumen investasi.

Keseimbangan antara konsumsi dan investasi bukan sekadar soal menabung, melainkan strategi untuk memastikan daya beli di masa depan tetap terjaga.

Baca Juga: Risiko Investasi Kripto 2026: Apa Saja yang Harus Anda Ketahui

Rasio investasi yang sehat mencerminkan kemampuan seseorang dalam mengelola pendapatan untuk menghasilkan aset produktif yang dapat memberikan nilai tambah di kemudian hari.

Memahami Rasio Investasi dan Pentingnya Alokasi Aset

Rasio investasi merupakan perbandingan antara total dana yang dialokasikan untuk aset produktif terhadap total pendapatan rutin yang diterima.

Melansir informasi dari laman Sahabat Pegadaian, rasio ini berfungsi sebagai indikator sejauh mana seseorang mempersiapkan kemandirian finansialnya.

Semakin tinggi rasio investasi, maka semakin besar potensi pertumbuhan kekayaan bersih dalam jangka panjang.

Dalam praktiknya, banyak perencana keuangan menyarankan penggunaan metode proporsional untuk mempermudah pembagian pos keuangan.

Salah satu yang paling populer adalah metode 50-30-20. Melansir dari Forbes, pembagian tersebut mencakup:

  • 50% untuk kebutuhan pokok: Mencakup biaya sewa tempat tinggal, belanja dapur, tagihan utilitas, dan transportasi.
  • 30% untuk keinginan pribadi: Digunakan untuk gaya hidup seperti hiburan, hobi, atau makan di restoran.
  • 20% untuk tabungan dan investasi: Alokasi minimal untuk dana darurat, instrumen pasar modal, emas, atau aset produktif lainnya.

Langkah-Langkah Menentukan Rasio yang Ideal

Setiap individu memiliki profil risiko dan kondisi keuangan yang berbeda, sehingga rasio yang digunakan tidak bisa disamaratakan secara kaku.

Namun, terdapat tahapan sistematis yang dapat diikuti untuk menemukan angka yang paling sesuai dengan target finansial.

Berikut adalah langkah-langkah menentukan rasio investasi dan konsumsi sebagaimana dikutip dari Sahabat Pegadaian:

  • Melakukan Audit Pengeluaran: Catat seluruh pengeluaran selama tiga hingga enam bulan terakhir untuk mengidentifikasi pos-pos konsumsi yang bersifat tetap dan variabel.
  • Menetapkan Skala Prioritas: Bedakan antara kebutuhan mendesak dengan keinginan yang bisa ditunda. Hal ini bertujuan untuk memangkas konsumsi yang tidak perlu.
  • Menghitung Selisih Pendapatan: Setelah dikurangi pengeluaran pokok, sisa dana tersebut dapat diarahkan untuk memperbesar rasio investasi.
  • Menyesuaikan dengan Target Masa Depan: Jika memiliki tujuan besar seperti membeli rumah atau dana pensiun, maka rasio investasi harus ditingkatkan melebihi standar minimum.

Tonton: Purbaya Minta Praktik Goreng Saham Diberantas Sebelum Demutualisasi BEI

Perspektif Global Mengenai Pengelolaan Kekayaan

Di tingkat internasional, tren pengelolaan dana beralih pada otomatisasi investasi. Melansir laporan dari Bloomberg, investor ritel di negara-negara maju kini lebih cenderung menggunakan sistem autodebit untuk memindahkan sebagian pendapatan mereka ke dalam indeks saham atau instrumen berisiko rendah segera setelah gaji diterima.

Strategi ini efektif untuk meminimalkan godaan konsumsi berlebihan.

Bagi masyarakat di Indonesia, instrumen investasi seperti emas atau reksadana sering menjadi pilihan karena likuiditasnya.

Sebagai gambaran, jika seseorang memiliki pendapatan Rp 10.000.000 per bulan dan mengalokasikan 20% untuk investasi, maka terdapat dana sebesar Rp 2.000.000 yang diputar menjadi aset. 

Menjaga Kedisiplinan dalam Jangka Panjang

Tantangan utama dalam menjalankan rasio investasi adalah disiplin. Inflasi gaya hidup sering kali membuat pengeluaran konsumsi meningkat seiring dengan kenaikan pendapatan.

Oleh karena itu, para ahli keuangan menyarankan agar setiap kenaikan gaji tidak langsung diikuti dengan peningkatan konsumsi, melainkan dialokasikan lebih besar pada porsi investasi.

Dengan menjaga rasio investasi di atas 10% - 20%, seseorang memiliki bantalan ekonomi yang kuat saat terjadi krisis.

Pengelolaan yang cermat pada akhirnya bukan tentang seberapa besar pendapatan yang diperoleh, melainkan seberapa efektif pendapatan tersebut dikelola untuk menciptakan keberlanjutan ekonomi di masa depan.

Selanjutnya: Kerusuhan Iran Meluas: Internet Mati, Penerbangan Dibatalkan, Toko Hancur

Menarik Dibaca: Promo Guardian Super Hemat 8-21 Januari 2026, Tambah Rp 1.000 Dapat 2 Rexona Spray

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru