Dana Darurat Bisa Tumbuh? Ini Cara Dapat Bunga Kompetitif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:14 WIB
Dana Darurat Bisa Tumbuh? Ini Cara Dapat Bunga Kompetitif

ILUSTRASI. Dana Darurat Bisa Tumbuh? Ini Cara Dapat Bunga Kompetitif. (dok./Kontan)


Sumber: OCBC NISP,CIMB  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Ketidakpastian ekonomi global dan domestik menuntut setiap orang untuk memiliki jaring pengaman finansial yang kuat.

Dana darurat menjadi fondasi utama dalam perencanaan keuangan sebelum seseorang melangkah ke instrumen investasi yang lebih berisiko.

Namun, tantangan utama bagi banyak orang adalah menentukan di mana dana tersebut harus disimpan agar tetap mudah diakses saat dibutuhkan, namun tetap memberikan imbal hasil atau bunga yang kompetitif.

Baca Juga: Panduan Investasi Saham 2026: 7 Langkah Strategis Memulai bagi Pemula

Menyimpan dana darurat di bawah bantal atau di rekening tabungan biasa seringkali tidak efisien karena tergerus inflasi dan biaya administrasi. Oleh karena itu, memahami konsep likuiditas dan pemilihan aset yang tepat menjadi krusial bagi investor dan masyarakat umum di Indonesia.

Memahami Konsep Likuiditas dalam Keuangan Pribadi

Dikutip dari laman CIMB Niaga, likuiditas adalah kemampuan suatu aset untuk dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu singkat tanpa mengurangi nilainya secara signifikan.

Dalam konteks dana darurat, likuiditas adalah harga mati. Anda tidak boleh menempatkan dana ini pada aset yang sulit dicairkan seperti properti atau emas fisik yang membutuhkan waktu lama untuk dijual dengan harga wajar.

Melansir dari OCBC, aset likuid mencakup kas dan instrumen keuangan lainnya yang dapat ditarik sewaktu-waktu.

Bagi rumah tangga, memiliki aset likuid yang cukup sangat penting untuk menutupi kebutuhan mendesak seperti biaya kesehatan mendadak atau kehilangan pendapatan secara tiba-tiba.

Namun, dana darurat juga tidak boleh dibiarkan menganggur tanpa produktivitas. Strategi yang ideal adalah membagi penempatan dana tersebut pada beberapa instrumen yang menawarkan keseimbangan antara aksesibilitas dan keuntungan.

Panduan Memilih Instrumen Likuid untuk Dana Darurat

Untuk mendapatkan bunga kompetitif tanpa mengorbankan keamanan, Anda dapat mempertimbangkan beberapa langkah dan instrumen berikut:

1. Daftar Instrumen Likuid yang Direkomendasikan:

  • Tabungan Digital: Banyak bank digital di Indonesia saat ini menawarkan bunga tinggi antara 3-5% per tahun dengan likuiditas harian.
  • Reksa Dana Pasar Uang (RDPU): Instrumen ini memiliki risiko rendah dengan imbal hasil yang umumnya lebih tinggi dari deposito perbankan konvensional. Pencairan biasanya memakan waktu H+1 atau H+2 hari kerja.
  • Deposito Tenor Pendek: Memilih deposito dengan jangka waktu 1 bulan yang memiliki fitur perpanjangan otomatis (Automatic Roll Over).
  • Emas Digital: Selama platform yang digunakan diawasi oleh Bappebti dan memiliki fitur buyback instan ke saldo rupiah.

Tonton: Juda Agung Beberkan Pesan Presiden Prabowo Setelah Dilantik Jadi Wamenkeu

2. Langkah-langkah Mengelola Dana Darurat:

  • Hitung Kebutuhan: Pastikan jumlah dana darurat mencakup 3-6 kali pengeluaran bulanan bagi yang lajang, atau 6-12 kali bagi yang sudah berkeluarga.
  • Pisahkan Rekening: Gunakan rekening khusus yang berbeda dari rekening belanja harian untuk menghindari pemakaian yang tidak disengaja.
  • Tentukan Porsi Likuiditas: Bagi dana darurat Anda. Misalnya, 30% di tabungan biasa yang sangat likuid (ATM), dan 70% di instrumen dengan imbal hasil lebih tinggi seperti RDPU.
  • Evaluasi Rutin: Lakukan pengecekan setiap periode 6-12 bulan untuk menyesuaikan jumlah dana darurat dengan kenaikan biaya hidup atau inflasi.

Tips Memaksimalkan Dana Darurat secara Profesional

Dilansir dari OCBC, kesalahan umum adalah terlalu mengejar bunga tinggi sehingga mengabaikan aspek keamanan. Pastikan setiap bank tempat Anda menyimpan dana merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Batas maksimal saldo yang dijamin adalah Rp 2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat suku bunga tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS.

Selain itu, perhatikan biaya-biaya tersembunyi. Beberapa instrumen likuid mungkin menawarkan bunga tinggi namun membebankan biaya penarikan sebelum jatuh tempo. Untuk dana darurat, pilihlah instrumen yang memberikan fleksibilitas tanpa potongan penalti.

Di tengah tren digitalisasi perbankan, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan untuk mengoptimalkan dana menganggur mereka.

Dengan strategi yang matang, dana darurat Anda tidak hanya menjadi pelindung saat krisis, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan kekayaan bersih Anda secara perlahan namun pasti. Disiplin dalam menjaga saldo minimal dan ketepatan memilih instrumen likuid adalah kunci utama stabilitas finansial jangka panjang.

Selanjutnya: Grafik Harga Emas Antam Batangan (7 Februari 2026), Hari Ini Naik atau Turun?

Menarik Dibaca: 8 Rekomendasi Minuman yang Bisa Bikin Risiko Kanker Menurun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru