Cuma Modal Rp 100.000, Cara Mulai Investasi Reksadana untuk Mahasiswa 2026

Minggu, 04 Januari 2026 | 10:45 WIB
Cuma Modal Rp 100.000, Cara Mulai Investasi Reksadana untuk Mahasiswa 2026

ILUSTRASI. Cuma Modal Rp 100.000, Cara Mulai Investasi Reksadana untuk Mahasiswa 2026. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Sumber: Bareksa,IGF Life,Bank BRI  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Memasuki tahun 2026, cukup banyak generasi muda terutama mahasiswa yang semakin "melek" investasi. 

Investasi kini bukan didominasi kaum profesional atau pemilik modal besar saja, melainkan sudah merambah ke kalangan akademisi seperti pelajar dan mahasiswa yang memiliki modal terbatas. Salah satu instrumen yang paling diminati karena kemudahannya adalah reksadana.

Reksadana menjadi pilihan ideal bagi mahasiswa karena dikelola oleh profesional yang disebut Manajer Investasi (MI).

Baca Juga: Cara Aman Beli Saham Luar Negeri untuk Investor Indonesia 2026

Dengan modal mulai dari Rp 100.000, mahasiswa sudah bisa melakukan diversifikasi aset tanpa harus memantau pergerakan pasar saham secara teknis setiap saat.

Strategi ini sangat cocok untuk menjaga fokus utama pada perkuliahan sembari membangun kemandirian finansial.

Tahapan Memulai Investasi Reksadana bagi Pemula

Memulai investasi di usia muda memerlukan ketelitian agar modal yang terbatas dapat berkembang secara optimal.

Dilansir dari laman resmi IFG Life, langkah awal yang krusial bagi investor pemula adalah menentukan tujuan keuangan yang jelas, apakah untuk dana darurat, biaya wisuda, atau modal usaha di masa depan.

Setelah tujuan ditetapkan, mahasiswa perlu mengikuti langkah-langkah prosedural yang kini sebagian besar sudah bisa diakses secara daring, melalui aplikasi agen penjual efek reksadana (APERD). Berikut adalah langkah-langkah praktisnya:

  • Registrasi dan Verifikasi Data: Siapkan e-KTP dan lakukan pendaftaran pada platform investasi legal yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Analisis Profil Risiko: Mengisi kuisioner untuk mengetahui apakah Anda tipe investor konservatif, moderat, atau agresif.
  • Pemilihan Jenis Reksadana: Mahasiswa disarankan memulai dari reksadana pasar uang untuk keamanan likuiditas, atau reksadana saham untuk jangka panjang (di atas 5 tahun).
  • Pembelian Unit: Melakukan transfer modal awal, misalnya Rp 100.000, melalui dompet digital atau transfer bank.
  • Monitoring Berkala: Memantau kinerja reksadana melalui laporan bulanan atau fund fact sheet yang diterbitkan oleh Manajer Investasi.

Tips Meraih Keuntungan Maksimal di Tengah Volatilitas

Keuntungan dalam investasi reksadana tidak datang secara instan, melainkan melalui disiplin dan konsistensi.

Melansir laman Bank BRI, salah satu kunci agar keuntungan maksimal adalah dengan menerapkan metode dollar cost averaging (DCA) atau rutin berinvestasi setiap bulan tanpa mempedulikan fluktuasi harga pasar.

Metode ini memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan harga rata-rata yang lebih kompetitif dalam jangka panjang.

Meski modal Rp 100.000 terlihat kecil, akumulasi rutin selama masa kuliah empat tahun dapat menghasilkan nilai yang signifikan saat lulus nanti.

Selain itu, penting bagi mahasiswa untuk tidak meletakkan semua modal pada satu jenis reksadana saja.

Diversifikasi merupakan strategi untuk memitigasi risiko. Jika pasar saham sedang terkoreksi, aset di reksadana pasar uang dapat menjadi penyeimbang portofolio.

Tonton: Indonesia Hentikan Impor Solar 2026: Dampak Swasta & Peran Kilang Pertamina

Memilih Manajer Investasi dan Platform yang Terpercaya

Keamanan dana adalah prioritas utama dalam berinvestasi. Oleh karena itu, pemilihan platform dan Manajer Investasi (MI) harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Mengutip Bareksa, investor sebaiknya memperhatikan rekam jejak MI melalui indikator Asset Under Management (AUM) atau total dana kelolaan.

Semakin besar AUM dan semakin lama MI beroperasi, biasanya tingkat kepercayaan publik terhadap pengelola tersebut semakin tinggi.

Mahasiswa juga perlu memperhatikan biaya-biaya yang mungkin timbul, seperti biaya pembelian (subscription fee) atau biaya penjualan (redemption fee).

Saat ini, banyak platform digital yang menawarkan biaya transaksi 0% untuk produk reksadana tertentu guna menarik minat investor muda.

Strategi sukses investasi reksadana bagi mahasiswa mencakup aspek-aspek berikut:

  • Pahami Fund Fact Sheet: Dokumen ini berisi informasi mengenai alokasi aset, kinerja historis, dan biaya-biaya investasi.
  • Jangan Tergiur Janji Keuntungan Tetap: Reksadana adalah produk pasar modal yang nilainya fluktuatif, sehingga tidak ada MI legal yang menjanjikan keuntungan pasti.
  • Gunakan Uang Dingin: Pastikan dana Rp 100.000 tersebut bukan berasal dari uang biaya kuliah atau uang makan harian agar tidak mengganggu kebutuhan pokok.
  • Reinvestasi Keuntungan: Jika reksadana sudah pembagian hasil, sebaiknya investasikan kembali untuk mempercepat pertumbuhan aset melalui efek bunga berbunga.

Investasi di masa muda bukan sekadar soal angka di saldo rekening, melainkan tentang pembentukan kebiasaan keuangan yang sehat.

Dengan modal terjangkau dan pemahaman yang benar, mahasiswa dapat mempersiapkan masa depan finansial yang lebih cerah sejak dini.

Selanjutnya: IHSG Diprediksi Sentuh 10.000 di Akhir 2026, Pengamat: Ambisius tapi Masih Realistis

Menarik Dibaca: Cara Mudah Mencari Tambahan Penghasilan untuk Kebutuhan yang Mendesak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru