Cara Aman Beli Saham Luar Negeri untuk Investor Indonesia 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40 WIB
Cara Aman Beli Saham Luar Negeri untuk Investor Indonesia 2026

ILUSTRASI. Cara Aman Beli Saham Luar Negeri untuk Investor Indonesia 2026. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Heygotrade,Sahabat Pegadaian  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Memasuki awal tahun 2026, cukup banyak masyarakat yang mulai melirik saham internasional untuk dibeli. 

Akses terhadap bursa saham mancanegara, seperti New York Stock Exchange (NYSE) atau Nasdaq, kini menjadi pilihan diversifikasi portofolio yang menarik bagi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki saham di perusahaan teknologi raksasa dunia.

Namun, tingginya potensi imbal hasil dari saham global tentu diikuti dengan risiko yang linear. Oleh karena itu, memahami prosedur investasi yang sesuai dengan regulasi menjadi faktor krusial bagi investor agar terhindar dari platform ilegal atau penipuan yang mengatasnamakan broker internasional.

Baca Juga: Dana Darurat 2026: 6 Bulan Tak Cukup! Waktunya Target Dana Darurat 12 Bulan

Mekanisme Legalitas Investasi Saham Global

Di Indonesia, setiap platform yang menawarkan jasa jual beli saham luar negeri wajib beroperasi di bawah payung hukum yang jelas.

Menurut informasi yang dilansir dari laman Sahabat Pegadaian, investor dapat mengakses pasar modal global melalui broker lokal yang telah bekerja sama dengan pialang internasional.

Broker lokal tersebut harus memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) jika menawarkan kontrak berjangka saham luar negeri.

Langkah ini penting untuk memastikan bahwa dana nasabah dikelola secara transparan dan memiliki kepastian hukum jika terjadi sengketa.

Selain melalui jalur broker lokal yang terafiliasi, investor berpengalaman sering kali menggunakan broker asing yang teregulasi oleh otoritas global seperti Securities and Exchange Commission (SEC) di Amerika Serikat.

Cara Membeli Saham Luar Negeri

Bagi investor pemula yang baru ingin memulai ekspansi portofolio ke pasar global, prosesnya kini jauh lebih sederhana berkat kemajuan teknologi finansial.

Ada beberapa tahapan teknis yang harus dilalui investor untuk memulai transaksi saham secara legal dan aman:

  • Pemilihan Platform: Pastikan aplikasi atau broker memiliki lisensi resmi, baik dari Bappebti untuk entitas lokal, maupun otoritas negara asal untuk broker internasional.
  • Registrasi dan Verifikasi (KYC): Investor wajib mengunggah dokumen identitas seperti Paspor atau KTP, serta dokumen pendukung lain untuk verifikasi data diri.
  • Deposit Dana: Mengingat transaksi dilakukan di bursa global, dana deposit biasanya akan dikonversi ke dalam US$. Sebagai contoh, jika Anda melakukan deposit minimal sebesar US$ 100, maka nilainya setara dengan Rp 1.670.000 berdasarkan kurs hari ini yang berada di level Rp 16.700 per US$.
  • Analisis dan Pembelian: Setelah dana masuk ke rekening dana nasabah, investor dapat langsung mencari kode emiten (ticker) dan melakukan pembelian saham secara real-time.

Keunggulan dan Risiko yang Perlu Diwaspadai

Diversifikasi ke saham luar negeri menawarkan eksposur terhadap industri yang mungkin belum tersedia secara luas di bursa domestik, seperti industri semikonduktor canggih atau kendaraan listrik global.

Mengutip Gotrade Indonesia, salah satu daya tarik utama bagi investor ritel Indonesia adalah fitur fractional shares atau kepemilikan saham pecahan.

Tonton: MKMK Beri Surat Peringatan untuk Anwar Usman karena Banyak Absen Sidang

Dengan fitur ini, investor tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk membeli saham perusahaan besar yang harganya mencapai ribuan dolar per lembar.

Sebagai ilustrasi, saham dengan harga US$ 3.000 atau sekitar Rp 50.100.000 dapat dimiliki mulai dari nominal US$ 1 saja.

Meski demikian, terdapat beberapa risiko sistemik yang tetap harus diperhatikan oleh para pelaku pasar, antara lain:

  • Risiko Kurs Valuta Asing: Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap US$ sangat memengaruhi nilai investasi saat dana ditarik kembali ke rekening bank lokal.
  • Perbedaan Waktu Transaksi: Bursa Amerika Serikat beroperasi pada malam hari waktu Indonesia, sehingga membutuhkan penyesuaian dalam memantau pergerakan harga.
  • Kebijakan Pajak: Dividen yang diterima dari saham luar negeri biasanya dikenakan pajak sesuai regulasi negara asal (misalnya withholding tax di AS), yang perlu dilaporkan secara benar dalam SPT tahunan.

Tips Berinvestasi Aman di Tahun 2026

Investor sangat disarankan untuk selalu mengecek daftar hitam atau alert list yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Bappebti secara berkala.

Hal ini untuk memastikan bahwa platform yang digunakan tidak sedang dalam pengawasan atau memiliki masalah administratif yang dapat merugikan nasabah.

Selain itu, pastikan Anda memahami profil risiko pribadi sebelum menempatkan dana pada saham kategori growth stocks yang memiliki volatilitas tinggi.

Memiliki pemahaman fundamental mengenai bisnis perusahaan luar negeri yang dibeli tetap menjadi strategi terbaik dalam investasi jangka panjang.

Kehadiran berbagai aplikasi investasi resmi di Indonesia pada tahun 2026 ini memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk lebih inklusif terhadap pasar keuangan global, asalkan tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian dan legalitas.

Selanjutnya: Daftar Kode Redeem Roblox Plague (Januari 2026) Terbaru Masih Aktif dan Cara Klaim

Menarik Dibaca: Samsung A16 HP untuk Jangka Panjang, Ada Update OS 6 kali & Keamanan 6 Tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru