KONTAN.CO.ID - Memasuki tahun 2026, keinginan masyarakat untuk memiliki hunian atau mengembangkan bisnis melalui pembiayaan perbankan tetap tinggi.
Namun, banyak calon debitur yang masih bingung mengapa pengajuan kredit mereka ditolak meski memiliki pendapatan yang lumayan. Salah satu faktor penentu paling krusial yang sering luput dari perhatian adalah Debt Service Ratio atau DSR.
Sederhananya, DSR adalah alat ukur yang digunakan pihak bank untuk melihat kemampuan seseorang dalam membayar cicilan setiap bulan.
Baca Juga: Emas vs Perak: Mana Logam Mulia yang Lebih Cepat Bikin Cuan di Tahun 2026?
Bank tidak hanya melihat seberapa besar gaji Anda, tetapi seberapa besar sisa pendapatan tersebut setelah dipotong utang-utang yang sudah ada.
Jika rasio utang Anda terlalu tinggi, bank akan menganggap Anda berisiko gagal bayar, sehingga pengajuan kredit baru pun sulit untuk mendapatkan lampu hijau.
Mengupas Lebih Dalam Mengenai Debt Service Ratio
DSR berfungsi sebagai indikator kesehatan finansial yang membandingkan total cicilan utang bulanan dengan pendapatan bersih setiap bulan.
Melansir dari laman OCBC, DSR adalah persentase yang menunjukkan seberapa besar pendapatan Anda digunakan untuk membayar cicilan utang. Semakin kecil angka persentasenya, maka semakin sehat profil keuangan Anda di mata analis kredit bank.
Biasanya, bank memiliki standar batas aman DSR yang berbeda-beda, namun umumnya berada di angka 30% hingga 35%.
Jika total cicilan Anda sudah mencapai atau bahkan melebihi 40% dari pendapatan, kemungkinan besar bank akan menolak pengajuan kredit tambahan.
Detail fakta dari sumber tersebut menegaskan bahwa DSR mencakup semua jenis kewajiban, mulai dari cicilan kartu kredit, pinjaman online, kredit kendaraan bermotor, hingga KPR yang sedang berjalan.
Mengutip dari digibank by DBS, perhitungan DSR menjadi sangat vital sebelum Anda memutuskan mengambil Kredit Tanpa Agunan (KTA).
Dengan menghitung rasio ini secara mandiri, Anda bisa memiliki gambaran apakah kondisi dompet Anda masih sanggup menanggung beban baru atau justru sudah berada di zona merah.
Kesadaran akan rasio utang ini juga membantu Anda terhindar dari jebakan over-indebtedness yang bisa merusak skor kredit Anda di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.
Baca Juga: Cara Hitung Dana Pendidikan Anak 2026: Tips Sekolah Anak Lancar Tanpa Bikin Pusing
Rumus dan Cara Hitung Debt Service Ratio Secara Mandiri
Agar pengajuan kredit Anda berjalan lancar, Anda wajib melakukan simulasi perhitungan sendiri di rumah.
Bersumber dari BFI Finance, rumus dasar untuk menghitung DSR adalah membagi total cicilan bulanan dengan pendapatan bersih, lalu dikalikan 100%.
Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk menghitungnya:
- Daftar Semua Cicilan Aktif: Catat seluruh kewajiban bulanan Anda. Misalnya, cicilan motor Rp1.500.000 dan tagihan minimum kartu kredit Rp500.000. Total utang Anda saat ini adalah Rp2.000.000.
- Hitung Pendapatan Bersih: Gunakan angka take home pay atau pendapatan bersih setelah dipotong pajak dan asuransi. Contohnya, pendapatan bersih Anda adalah Rp10.000.000.
- Masukan ke Dalam Rumus: (Total Cicilan / Pendapatan Bersih) x 100%. Dalam contoh ini: (Rp2.000.000 / Rp10.000.000) x 100% = 20%.
- Tambahkan Estimasi Cicilan Baru: Jika Anda ingin mengajukan KPR dengan estimasi cicilan Rp2.000.000, maka total cicilan menjadi Rp4.000.000.
- Hitung DSR Akhir: (Rp4.000.000 / Rp10.000.000) x 100% = 40%. Angka 40% ini sudah berada di batas maksimal bagi banyak bank konvensional.
Strategi Mengelola Rasio Utang Agar Lolos Verifikasi
Memiliki DSR yang sehat bukan berarti Anda tidak boleh berutang sama sekali. Utang produktif justru bisa membantu meningkatkan aset jika dikelola dengan bijak.
Namun, bagi Anda yang berencana mengajukan pinjaman besar seperti KPR di tahun 2026, menjaga DSR tetap rendah adalah strategi wajib agar aplikasi Anda lolos verifikasi. Berikut adalah beberapa tips finansial untuk menyehatkan rasio utang Anda:
- Lunasi Utang Kecil Terlebih Dahulu: Sebelum mengajukan kredit baru, cobalah untuk menutup utang-utang kecil seperti cicilan barang di marketplace atau pinjaman online. Hal ini akan memperlebar ruang DSR Anda di mata bank.
- Hindari Penggunaan Kartu Kredit Secara Berlebihan: Sebisa mungkin jangan menggunakan limit kartu kredit hingga maksimal (di atas 50%) menjelang pengajuan kredit, karena bank akan melihat pola konsumsi Anda yang dianggap berisiko.
- Pertimbangkan Jangka Waktu (Tenor): Memilih tenor yang lebih panjang dapat memperkecil nilai cicilan bulanan, sehingga angka DSR Anda akan mengecil. Namun, perlu diingat bahwa tenor panjang biasanya diikuti dengan total bunga yang lebih besar.
- Tingkatkan Pendapatan Sampingan: Jika memungkinkan, laporkan pendapatan tambahan dari bisnis sampingan yang memiliki bukti mutasi rekening resmi. Hal ini akan memperbesar pembagi dalam rumus DSR sehingga persentase rasio utang Anda akan menurun.
- Disiplin Pembayaran: Jangan pernah terlambat membayar cicilan. Bank tidak hanya melihat angka DSR, tapi juga kedisiplinan Anda dalam memenuhi kewajiban yang tercatat secara permanen di SLIK OJK.
Tonton: Rp 20 Triliun Hapus Tunggakan BPJS Kelas 3, Cek Kriteria Peserta yang Berhak Dapat Penghapusan
Dengan memahami cara hitung DSR secara mandiri, Anda tidak lagi "menebak-nebak" apakah pengajuan Anda akan diterima atau tidak. Edukasi finansial ini bertujuan agar Anda tetap memiliki kontrol penuh atas kesehatan keuangan keluarga dan mampu mengambil keputusan investasi yang cerdas.
Sebagai perbandingan, bagi Anda yang memiliki pendapatan dalam denominasi asing, perlu memperhatikan kurs yang berlaku saat pengajuan.
Misalkan Anda memiliki cicilan dalam Rupiah namun gaji dalam Dollar, pergerakan kurs US$ terhadap Rupiah yang sangat dinamis bisa mempengaruhi DSR Anda secara mendadak. Selalu gunakan margin pengaman minimal 5-10% dalam perhitungan Anda untuk mengantisipasi ketidakpastian tersebut.
Kesimpulannya, Debt Service Ratio adalah cermin dari kedisiplinan finansial Anda. Mulailah menghitung sejak dini agar impian memiliki rumah atau modal usaha di tahun 2026 bisa terwujud tanpa kendala birokrasi perbankan.
Selanjutnya: Jadwal Super League: Bali United vs Persija, Siapa Raih Poin Penuh?
Menarik Dibaca: Rumah Terlihat Murahan karena Tanaman Palsu? Ini Kata Ahli Desainer Interior
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News