Tawarkan kupon 5,10%, pemerintah optimistis SBR010 akan diminati

Jumat, 18 Juni 2021 | 07:40 WIB   Reporter: Hikma Dirgantara
Tawarkan kupon 5,10%, pemerintah optimistis SBR010 akan diminati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menetapkan kupon Saving Bond Ritel seri SBR010 sebesar 5,10%. Besaran kupon tersebut bersifat mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) dengan suku bunga acuan adalah BI 7-Day Reverse Repo Rate.

Kupon SBR010 ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan dua SBN ritel yang sudah diterbitkan oleh pemerintah pada tahun ini. Sebelumnya, ORI019 ditawarkan dengan kupon sebesar 5,57%, sementara SR014 sebesar 5,47%.

Walaupun memiliki kupon yang lebih kecil dibanding pendahulunya, Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko Kementerian Keuangan Deni Ridwan tetap optimistis minat masyarakat terhadap SBR010 akan tetap tinggi.

“Di tengah kondisi suku bunga rendah saat ini, dan potensi kenaikan suku bunga seiring pemulihan ekonomi di masa yang akan datang, SBR010 tetap menarik karena investor bisa menikmati potensi kenaikan imbal hasil karena SBR punya fitur floating with floor,” kata Deni ketika dihubungi Kontan.co.id, Kamis (17/6).

Baca Juga: Minat pada SBN ritel masih baik, likuiditas turut mendukung penjualan SBR010

Asal tahu saja, kupon SBR010 ditetapkan berdasarkan suku bunga acuan 3,50% ditambah dengan spread tetap 160 bps. Artinya, ketika pemerintah menaikkan suku bunga acuan, misalnya jadi 3,75%, maka kupon SBR010 pun akan naik menjadi 5,35%. Begitu pun seterusnya.

Kendati begitu, Deni belum bisa membeberkan berapa target awal pemerintah untuk penjualan SBR010 kali ini. Dia bilang, target pemerintah akan diungkapkan pada peluncuran SBR010 pada 21 Juni 2021. Tanggal tersebut sekaligus menjadi hari pertama penawaran SBR010 dan akan ditutup pada 15 Juli 2021 mendatang. 

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengaku cukup terkejut dengan besaran kupon tersebut. Pasalnya, ia memperkirakan besaran kupon SBR010 akan ada di kisaran 5,6%. Ia pun menyebut hal tersebut bisa memengaruhi minat masyarakat terhadap instrumen yang satu ini.

“Walaupun floating with floor, masyarakat kita lebih melihat kupon pertama ketika diluncurkan. Apalagi, SBR010 ini hanya dua tahun kan. Tahun ini, pemerintah kemungkinan belum akan naikkan suku bunga acuan,” kata Ramdhan.

Baca Juga: Sah! Pemerintah tetapkan kupon SBR010 sebesar 5,10%

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru