Portofolio Aman: Strategi Jitu Pilih Instrumen Digital Anti-Rugi untuk Pemula

Rabu, 21 Januari 2026 | 03:28 WIB
Portofolio Aman: Strategi Jitu Pilih Instrumen Digital Anti-Rugi untuk Pemula

ILUSTRASI. Portofolio Aman: Strategi Jitu Pilih Instrumen Digital Anti-Rugi untuk Pemula. (Dok/BNI Sekuritas)


Sumber: Sahabat Pegadaian,CIMB Niaga  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -   Pengaruh teknologi di bidang finansial telah mengubah peta industri keuangan Indonesia secara signifikan.

Saat ini, akses masyarakat untuk mengelola aset menjadi lebih terbuka melalui berbagai platform digital. 

Fleksibilitas modal dan kemudahan akses membuat instrumen investasi online semakin diminati, baik oleh kalangan profesional maupun investor pemula yang baru ingin membangun portofolio mereka.

Baca Juga: Bukan Cuma Saham! Obligasi & Reksadana Bisa Jadi Pilihan Mengejutkan

Investasi online pada dasarnya adalah kegiatan menanamkan modal pada instrumen tertentu melalui aplikasi atau situs web resmi yang terhubung dengan bursa atau lembaga keuangan.

Keuntungan utamanya terletak pada efisiensi waktu dan transparansi data yang bisa dipantau secara langsung melalui ponsel pintar.

Mengenal Jenis Investasi Online yang Populer

Sebelum memutuskan untuk menaruh dana, investor harus mengenali karakteristik setiap instrumen agar tidak salah langkah. Melansir dari laman resmi CIMB Niaga, terdapat beberapa jenis investasi online yang umum digunakan oleh masyarakat Indonesia:

  • Reksadana: Instrumen ini cocok bagi pemula karena dana dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Investor perlu memahami perbedaan reksadana pasar uang dan saham, di mana pasar uang jauh lebih stabil karena ditempatkan pada instrumen jangka pendek, sementara reksadana saham memiliki volatilitas tinggi namun potensi imbal hasil yang lebih besar.
  • Emas Digital: Investasi logam mulia kini dapat dilakukan tanpa harus menyimpan fisik emas di rumah. Investor bisa membeli emas dalam satuan kecil dan mencairkannya kembali menjadi uang tunai atau emas batangan.
  • Saham: Mempelajari cara investasi saham untuk pemula kini jauh lebih mudah karena proses pembukaan rekening efek sudah sepenuhnya digital. Investor bisa memiliki porsi kepemilikan di perusahaan terbuka dan mendapatkan keuntungan dari dividen atau kenaikan harga saham.
  • Surat Berharga Negara (SBN): Pemerintah sering merilis instrumen seperti ORI atau SBR yang bisa dibeli melalui mitra distribusi resmi. Salah satu keuntungan SBN (Surat Berharga Negara) adalah jaminan keamanan 100% dari pemerintah, baik untuk pembayaran kupon maupun pokok investasinya.

Strategi Memulai Investasi bagi Pemula

Memulai langkah di dunia investasi memerlukan perencanaan yang matang, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang berlangsung. Diversifikasi menjadi kunci agar risiko kerugian tidak terpusat pada satu aset saja.

Dikutip dari Sahabat Pegadaian, bagi investor pemula, langkah awal yang paling krusial adalah memahami tujuan keuangan serta jangka waktu investasi.

Apakah dana tersebut disiapkan untuk kebutuhan jangka pendek seperti dana darurat, atau jangka panjang seperti dana pensiun dan pendidikan anak-anak.

Selain itu, pemilihan platform menjadi faktor penentu. Investor sangat disarankan untuk hanya menggunakan aplikasi investasi terdaftar OJK guna menjamin bahwa dana yang ditempatkan dikelola oleh lembaga yang legal dan patuh pada regulasi.

Hal ini krusial untuk menghindari potensi kerugian akibat investasi bodong atau aplikasi ilegal yang tidak bertanggung jawab.

Tips Aman Berinvestasi di Ekosistem Digital

Keamanan data pribadi dan dana investasi menjadi prioritas utama dalam transaksi digital. Seiring dengan kemudahan yang ditawarkan, risiko siber juga mengintai para pengguna aplikasi keuangan.

Memahami apa saja tips menghindari penipuan investasi digital adalah hal wajib sebelum Anda melakukan setoran modal pertama kali.

Tonton: KPK Tangkap Bupati Pati dan Wali Kota Madiun dalam OTT Sehari

Mengutip dari CIMB Niaga, terdapat beberapa langkah praktis untuk menjaga keamanan akun investasi online Anda:

  • Gunakan Aplikasi Resmi: Selalu unduh aplikasi investasi dari sumber resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store dan pastikan pengembangnya jelas.
  • Aktivasi Keamanan Ganda: Gunakan fitur Two-Factor Authentication (2FA) seperti verifikasi melalui SMS atau aplikasi autentikator untuk menambah lapisan perlindungan.
  • Waspada Penawaran Tidak Wajar: Hindari platform yang menjanjikan keuntungan pasti dalam jumlah besar dalam waktu singkat tanpa risiko, karena hal tersebut merupakan ciri utama skema penipuan.
  • Rutin Memantau Portofolio: Lakukan pengecekan saldo dan transaksi secara berkala untuk memastikan semua aktivitas sesuai dengan strategi yang Anda tetapkan.

Mengelola Risiko dan Harapan

Setiap instrumen investasi online memiliki tingkat risiko yang berbanding lurus dengan potensi imbal hasilnya. Investor yang memiliki profil risiko konservatif cenderung memilih instrumen stabil seperti reksadana pasar uang atau emas.

Sebaliknya, investor agresif mungkin lebih nyaman dengan fluktuasi harga di pasar saham yang cukup dinamis.

Konsistensi dalam berinvestasi jauh lebih penting daripada jumlah nominal yang besar di awal. Dengan menggunakan fitur investasi otomatis atau menabung secara rutin setiap bulan, investor dapat memanfaatkan strategi Dollar Cost Averaging untuk mendapatkan harga rata-rata yang optimal di tengah volatilitas pasar.

Kehadiran investasi online memang memberikan kemudahan luar biasa, namun literasi keuangan tetap menjadi tameng utama bagi investor.

Dengan memahami produk yang dipilih serta menerapkan protokol keamanan yang ketat, masyarakat dapat mengoptimalkan pertumbuhan aset mereka secara sehat dan berkelanjutan di masa depan.

Selanjutnya: Investor Pemula Wajib Tahu: Investasi Obligasi, Pilihan Aman Minim Risiko?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru