Investor Pemula Wajib Tahu: Investasi Obligasi, Pilihan Aman Minim Risiko?

Rabu, 21 Januari 2026 | 03:27 WIB
Investor Pemula Wajib Tahu: Investasi Obligasi, Pilihan Aman Minim Risiko?

ILUSTRASI. Investor Pemula Wajib Tahu: Investasi Obligasi, Pilihan Aman Minim Risiko? (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Bank DBS,OCBC NISP,Mandiri Sekuritas  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Surat utang atau obligasi adalah salah satu instrumen investasi favorit bagi investor yang menginginkan aliran pendapatan tetap (fixed income) dengan risiko yang relatif terukur. 

Di tengah ekonomi global yang fluktuatif, memahami karakteristik produk secara mendalam menjadi kunci untuk mengamankan portofolio investasi.

Obligasi merupakan surat pernyataan utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi kepada pemegang obligasi. Sebagai imbalannya, penerbit akan memberikan bunga atau kupon secara berkala serta melunasi pokok utang pada saat jatuh tempo. 

Baca Juga: Bukan Cuma Saham! Obligasi & Reksadana Bisa Jadi Pilihan Mengejutkan

Melansir dari Mandiri Sekuritas, obligasi sering kali dianggap sebagai instrumen yang lebih stabil dibandingkan saham, namun tetap menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi daripada deposito perbankan.

Menimbang Risiko dan Imbal Hasil

Sebelum berinvestasi, investor perlu memahami bahwa investasi obligasi tidak sepenuhnya bebas risiko. Meski secara umum aman, terdapat risiko gagal bayar (default risk) jika penerbit tidak mampu memenuhi kewajibannya, serta risiko pasar akibat fluktuasi suku bunga.

Dikutip dari situs BTN, penting bagi investor untuk melakukan diversifikasi guna meminimalisir risiko tersebut. Memilih obligasi negara sering kali menjadi langkah paling aman bagi pemula karena dijamin oleh undang-undang, sehingga risiko gagal bayarnya hampir nol. 

Namun, bagi yang mencari imbal hasil lebih tinggi, obligasi korporasi dengan peringkat kredit tinggi bisa menjadi pilihan alternatif.

Tips Memilih Seri Obligasi yang Tepat

Memilih seri obligasi tidak hanya sekadar melihat besaran kupon yang ditawarkan. Ada beberapa indikator teknis yang harus diperhatikan agar investasi memberikan keuntungan optimal secara jangka panjang.

Menurut OCBC, investor tidak boleh hanya terpaku pada harga obligasi saat ini. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain:

  • Peringkat Kredit (Credit Rating): Pastikan penerbit memiliki peringkat yang baik, minimal kategori investment grade (BBB- hingga AAA), untuk menjamin keamanan modal.
  • Tingkat Kupon dan Frekuensi Pembayaran: Perhatikan apakah kupon bersifat tetap (fixed rate) atau mengambang (floating rate) dan seberapa sering bunga dibayarkan ke rekening Anda.
  • Jangka Waktu (Tenor): Sesuaikan masa jatuh tempo obligasi dengan tujuan finansial, apakah untuk kebutuhan jangka menengah (3-5 tahun) atau jangka panjang (di atas 10 tahun).
  • Likuiditas di Pasar Sekunder: Pastikan seri obligasi tersebut mudah diperjualbelikan kembali sebelum jatuh tempo jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan dana tunai.

Strategi Meraih Keuntungan Maksimal

Dalam mengelola investasi obligasi, diperlukan strategi yang lebih proaktif daripada sekadar membeli dan mendiamkannya hingga jatuh tempo. Kondisi makroekonomi, terutama kebijakan suku bunga bank sentral, sangat mempengaruhi harga obligasi di pasar sekunder.

Melansir dari DBS, terdapat beberapa cara cerdas untuk mengoptimalkan potensi keuntungan dari instrumen ini:

  • Analisis Suku Bunga: Secara umum, harga obligasi berbanding terbalik dengan suku bunga. Saat suku bunga diprediksi turun, harga obligasi cenderung naik, yang membuka peluang bagi investor untuk mendapatkan capital gain.
  • Pahami Yield to Maturity (YTM): YTM mencerminkan total tingkat pengembalian yang diharapkan jika obligasi dipegang hingga jatuh tempo. Ini merupakan indikator yang lebih akurat dibandingkan hanya melihat angka kupon.
  • Investasi Kembali (Reinvestment): Gunakan kupon yang diterima setiap bulan atau semester untuk membeli kembali instrumen investasi lainnya guna mendapatkan efek bunga berbunga (compounding interest).

Tonton: KPK Tangkap Bupati Pati dan Wali Kota Madiun dalam OTT Sehari

Panduan Langkah Investasi bagi Pemula

Bagi Anda yang baru ingin memulai investasi di pasar surat utang, berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa diikuti:

  • Tentukan Tujuan Investasi: Apakah untuk dana pendidikan, pensiun, atau sekadar menjaga nilai aset dari inflasi.
  • Pilih Mitra Distribusi: Gunakan jasa sekuritas atau perbankan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
  • Siapkan Dana yang Tepat: Beberapa obligasi pemerintah ritel kini dapat dibeli dengan nominal mulai dari Rp 1.000.000.
  • Lakukan Registrasi: Lengkapi data diri untuk mendapatkan Single Investor Identification (SID) sebagai bukti kepemilikan aset di pasar modal.
  • Pantau Portofolio secara Berkala: Meski bersifat pasif, tetap pantau perkembangan ekonomi makro yang dapat mempengaruhi nilai investasi Anda.

Investasi obligasi menawarkan keseimbangan antara keamanan dan keuntungan. Dengan pemahaman yang tepat mengenai rating, tenor, dan pergerakan suku bunga, investor dapat membangun fondasi keuangan yang kuat di tengah ketidakpastian pasar global tahun 2026 ini

Selanjutnya: Ancaman Sinkhole: 3 Wilayah Indonesia Paling Berisiko Runtuh Tiba-Tiba Menurut BRIN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru