MANAJEMEN - JAKARTA. Anda ingin membuka usaha sendiri namun belum mempunyai modal? Jangan khawatir, para financial planner akan berbagi tips mengumpulkan modal untuk membuka usaha.
Sebagian orang bermimpi mempunyai usaha sendiri alias menjadi entrepreneur. Fitri Agustina, Financial Planner OneShildt, bertutur bahwa orang ingin mempunyai usaha sendiri agar lebih fleksibel mengatur waktu kerja. Alasan lainnya, mereka ingin mendapatkan penghasilan lebih besar dari gaji menjadi seorang karyawan.
Baca Juga: Ide dari repot memerah ASI, kini Stephanie Tunggal raup ratusan juta sebulan
Widya Yuliarti, Financial Planner Finansialku.com mengatakan setiap orang dapat membuka bisnis sendiri asalkan fokus untuk mewujudkannya. "Jangan sampai cuma ngomong doang tapi tidak ada actionnya," tambahnya.
Selain itu, Anda wajib mempunyai modal awal untuk mulai membuka usaha. Fitri dan Agustina sepakat bila ada dua cara untuk mengumpulkan modal pembukaan usaha.
Baca Juga: Meneguk keuntungan dari kopi alpokat
1. Mengumpulkan modal dengan menabung
Cara pertama untuk mengumpulkan modal membuka usaha adalah dengan menabung. Anda harus menggunakan strategi ketika menabung untuk mengumpulkan dana pembukaan usaha.
Pertama, Anda harus mengetahui jumlah modal pembukaan usaha yang dibutuhkan. Kedua, Anda tentukan waktu pembukaan usaha. Ketiga, Anda bagi modal usaha yang dibutuhkan dengan waktu pembukaan usaha. Hasil pembagian tersebut merupakan nilai yang harus Anda tabung saban bulannya.
Contoh:
Total modal pembukaan usaha yang dibutuhkan Rp 200 juta
Target waktu pembukaan usaha 2024 (60 bulan ke depan)
Total modal pembukaan usaha / target waktu pembukaan usaha = nilai uang yang ditabung per bulan.
Rp 200.000 / 60 bulan = Rp 3,4 juta
Bagaimana bila saya tidak bisa memenuhi nilai uang yang harus ditabung saban bulannya?
Baca Juga: Klinik kecantikan masih perlu berdandan
Anda dapat menurunkan nilai uang yang harus ditabung sesuai kemampuan. Fitri menyarankan Anda untuk menabung sebagian uang bonus yang didapatkan. Lainnya, Anda sebaiknya menaikkan nilai tabungan secara bertahap sesuai dengan kemampuan.
Dengan begitu Anda tetap bisa membuka usaha sesuai target waktu. Anda juga bisa mencari penghasilan tambahan untuk mempercepat pengumpulan dana pembukaan usaha.
"Sebaiknya Anda menabung dana tersebut dengan menempatkan pada produk investasi," kata Widya. Alasannya, agar modal yang Anda kumpulkan tidak tergerus inflasi.
Perhatikan, sebaiknya memilih produk investasi yang Anda mengerti agar tahu untung dan rugi dari produk investasi tersebut.
Bila Anda merasa asing dengan produk investasi dan tidak ingin mempelajari, lebih baik gunakan tabungan konvensional di Bank.
Anda pun dapat menggunakan fasilitas tabungan auto debet bila merasa tidak disiplin menabung.
Baca Juga: Tren bisnis kedai kopi masih harum (bagian 1)
2. Modal dari Utang
Opsi lainnya, Anda dapat menggunakan dana utang untuk membuka usaha impian. Dengan catatan, Anda mampu membayar cicilan serta melunasi utang tersebut tepat waktu.
Widya menyarankan Anda dapat meminjam modal usaha ke saudara (keluarga). Dengan begitu, Anda tidak harus menanggung bunga utang.
Pilihan lain, Anda dapat menawarkan pembagian porsi kepemilikan usaha. Sehingga, Anda tidak harus mengembalikan dana pembukaan usaha tersebut. Namun, konsekuensinya Anda harus membagi profit usaha sesuai perjanjian dengan saudara tersebut.
Baca Juga: Mencuci untung dari layanan bersih-bersih
Lainnya, Anda dapat mengajukan utang melalui aplikasi utang online. "Aplikasi tersebut dapat memberikan Anda modal usaha dengan cepat," kata Widya.
Anda wajib selektif dalam memilih aplikasi utang agar tidak sampai terjerat bunga utang tinggi. Anda wajib pastikan aplikasi tersebut sudah terverifikasi OJK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News