Modal Kecil Bisa Untung Besar? 5 Trik Investasi Emas Wajib Tahu

Sabtu, 17 Januari 2026 | 09:30 WIB
Modal Kecil Bisa Untung Besar? 5 Trik Investasi Emas Wajib Tahu

ILUSTRASI. Modal Kecil Bisa Untung Besar? 5 Trik Investasi Emas Wajib Tahu. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Logam Mulia Antam,Sahabat Pegadaian  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Investasi emas tetap menjadi salah satu instrumen pilihan utama bagi investor pemula yang ingin melindungi nilai aset dari tekanan inflasi.

Sebagai aset lindung nilai (hedging), emas dikenal memiliki stabilitas yang baik dalam jangka panjang, terutama di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Karakteristik emas sebagai aset defensif menjadikannya solusi bagi masyarakat yang ingin menjaga kekayaan tanpa harus menghadapi risiko volatilitas tinggi seperti pada instrumen saham atau kripto.

Baca Juga: Jaminan Kesehatan Optimal: Ini Cara Hitung Premi Agar Tidak Rugi di Masa Depan

Pergerakan harga emas yang cenderung mengikuti tren global juga mempermudah investor dalam memantau nilai investasinya secara transparan.

Bagi pemula, aksesibilitas menjadi keunggulan tersendiri karena pembelian logam mulia kini dapat dilakukan secara bertahap.

Hal ini memungkinkan pembangunan portofolio aset secara konsisten meskipun dimulai dengan modal yang relatif terbatas.

Alasan Emas Ideal untuk Portofolio Awal

Emas memiliki likuiditas yang tinggi, mudah diperjualbelikan, dan nilainya diakui secara universal. Melansir situs Logam Mulia Antam, investasi emas fisik menawarkan risiko yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan instrumen investasi lain yang memiliki fluktuasi tajam.

Selain itu, emas memiliki daya tahan terhadap depresiasi nilai mata uang. Saat laju inflasi meningkat, harga emas biasanya cenderung terkerek naik, sehingga efektif dalam menjaga daya beli masyarakat.

Keunggulan lainnya adalah kemudahan dalam pengelolaan, di mana investor tidak dituntut untuk memiliki keahlian teknis dalam menganalisis laporan keuangan yang kompleks.

Jenis Investasi Emas yang Tersedia

Sebelum memulai, investor perlu memahami bahwa instrumen ini tidak terbatas pada kepemilikan fisik semata. Terdapat beberapa pilihan yang dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan:

Emas Batangan Bersertifikat: Pilihan paling populer untuk investasi jangka panjang karena memiliki kadar kemurnian tinggi dan nilai jual kembali (buyback) yang jelas.

Tabungan Emas Digital: Solusi bagi investor yang ingin membeli emas dalam nominal kecil tanpa perlu memikirkan penyimpanan fisik.

Cicilan Emas: Fasilitas yang disediakan lembaga resmi bagi masyarakat yang ingin memiliki emas batangan dengan sistem pembayaran bertahap.

Emas Perhiasan: Meski bisa menjadi alat investasi, nilai jualnya sering kali terpotong oleh biaya pembuatan, sehingga lebih cocok untuk fungsi estetika.

Mengutip Sahabat Pegadaian, tabungan emas menjadi alternatif praktis bagi pemula karena memungkinkan transaksi dengan nominal sangat minim. Fleksibilitas ini membantu investor membangun kebiasaan menyisihkan dana secara rutin tanpa terbebani modal besar di awal.

Tonton: NATO Kerahkan Pasukan ke Greenland

Cara Memulai Investasi Emas bagi Pemula

Agar hasil investasi optimal, diperlukan langkah-langkah sistematis untuk meminimalisir risiko kerugian. Berikut adalah cara yang dapat diikuti:

  • Menetapkan Tujuan Investasi: Tentukan apakah emas digunakan untuk dana pendidikan, DP rumah, atau sekadar dana darurat jangka panjang.
  • Memilih Jenis Produk: Sesuaikan pilihan antara emas fisik atau digital dengan modal yang tersedia.
  • Membeli Melalui Saluran Resmi: Pastikan transaksi dilakukan di tempat terpercaya seperti kantor Antam, Pegadaian, atau perbankan yang diawasi otoritas terkait.
  • Penyimpanan yang Aman: Jika membeli emas fisik, pastikan sertifikat tersimpan dengan aman atau gunakan fasilitas safe deposit box.
  • Pemantauan Harga Berkala: Pantau pergerakan harga pasar untuk mengetahui waktu yang tepat dalam menambah kepemilikan aset.

Logam Mulia Antam juga menekankan pentingnya kepemilikan sertifikat resmi guna menjamin keaslian serta menjaga standar nilai jual kembali di masa mendatang.

Kesalahan yang Wajib Dihindari

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan investor pemula adalah terjebak dalam perilaku spekulasi jangka pendek. Banyak yang panik dan segera menjual emas saat terjadi koreksi harga minor, padahal fluktuasi harian adalah hal yang wajar dalam pasar komoditas.

Menyimpan emas fisik di rumah tanpa pengamanan yang memadai juga menjadi risiko tersendiri yang sering diabaikan. Investor disarankan untuk memandang emas sebagai strategi keuangan jangka menengah hingga panjang.

Dengan disiplin menyisihkan persentase tertentu dari penghasilan bulanan, investor dapat menghindari risiko membeli di harga puncak dan mendapatkan harga rata-rata yang lebih menguntungkan.

Keberhasilan dalam investasi emas tidak ditentukan oleh seberapa besar modal awal, melainkan dari konsistensi dan pemahaman yang tepat mengenai tujuan keuangan yang ingin dicapai.

Selanjutnya: Cash Gratis! Klaim Kode Redeem Deep Roblox Januari 2026 Sebelum Hangus

Menarik Dibaca: Pesan WhatsApp Telat Masuk? Ini Cara Ampuh Mengatasinya Tanpa Hapus Data

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru