KONTAN.CO.ID - Memahami cara menghitung premi asuransi kesehatan non-BPJS merupakan langkah krusial bagi nasabah sebelum memutuskan untuk membeli polis perlindungan.
Besaran biaya yang dibayarkan peserta setiap bulan atau setiap tahun tidak ditentukan secara acak, melainkan melalui analisis risiko yang komprehensif.
Perusahaan asuransi umumnya menggunakan prinsip aktuaria untuk menilai tingkat risiko kesehatan setiap individu.
Melansir situs resmi AXA Mandiri, struktur premi sangat dipengaruhi oleh variabel seperti usia dan kondisi ekonomi calon peserta.
Baca Juga: 4 Langkah Kunci Sukses Investasi Jangka Panjang Walau Modal Terbatas
Pemahaman yang minim mengenai mekanisme perhitungan ini sering kali membuat nasabah merasa biaya yang ditawarkan tidak sesuai dengan ekspektasi atau manfaat yang diterima.
Dalam industri asuransi, premi berfungsi sebagai dana kontribusi peserta untuk mendapatkan pengalihan risiko finansial saat terjadi gangguan kesehatan.
Oleh karena itu, penting bagi calon pemegang polis untuk mencermati komponen apa saja yang membuat angka premi menjadi lebih mahal atau lebih murah.
Faktor Utama yang Memengaruhi Nilai Premi
Penetapan harga polis asuransi kesehatan selalu mengacu pada profil risiko pemohon. Semakin besar kemungkinan seseorang untuk melakukan klaim di masa depan, maka semakin tinggi pula premi yang akan dibebankan.
Melansir situs One by IFG Life, terdapat beberapa faktor utama yang menjadi dasar perusahaan asuransi dalam menentukan besaran premi, antara lain:
- Usia Peserta: Ini adalah indikator paling dominan. Secara statistik, risiko penyakit meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga premi untuk peserta usia 40 tahun dipastikan lebih tinggi daripada peserta usia 25 tahun.
- Kondisi Kesehatan dan Riwayat Medis: Calon peserta dengan riwayat penyakit kronis atau kondisi medis bawaan biasanya akan dikenakan tambahan premi (loading) atau pengecualian manfaat tertentu.
- Gaya Hidup: Kebiasaan merokok atau hobi ekstrem dapat memicu kenaikan premi karena dianggap memperbesar peluang terjadinya risiko kesehatan.
- Cakupan Manfaat: Luasnya perlindungan, seperti penambahan manfaat rawat jalan, persalinan, atau perlindungan penyakit kritis, akan berbanding lurus dengan kenaikan biaya premi.
- Pilihan Kamar dan Limit Tahunan: Batas maksimal biaya perawatan per tahun serta kelas kamar rumah sakit yang dipilih akan memengaruhi plafon tanggungan perusahaan asuransi.
Simulasi dan Ilustrasi Perhitungan Premi
Sebagai gambaran bagi masyarakat, proses penghitungan premi dilakukan secara bertahap. Perusahaan biasanya menetapkan "premi dasar" terlebih dahulu sebelum ditambah dengan penyesuaian faktor risiko lainnya.
Misalnya, seorang peserta pria berusia 30 tahun yang tidak merokok dan memiliki riwayat kesehatan bersih ingin mengambil manfaat rawat inap dengan limit pertanggungan Rp 300 juta per tahun. Jika premi dasar untuk kelompok usianya adalah Rp 200.000 per bulan, maka perhitungannya akan mengikuti skema berikut:
- Premi Dasar: Rp 200.000 per bulan.
- Penyesuaian Manfaat: Jika limit Rp 300 juta dianggap sebagai proteksi tinggi, perusahaan mungkin menambah beban biaya sebesar 60% atau sekitar Rp 120.000.
- Pilihan Kamar: Memilih kelas kamar standar dapat menambah premi sekitar 15% dari total sementara, yakni sekitar Rp 48.000.
- Estimasi Premi Akhir: Total biaya yang harus dibayar peserta tersebut menjadi sekitar Rp 368.000 per bulan.
Perlu dicatat bahwa angka ini merupakan ilustrasi kasar. Setiap perusahaan asuransi memiliki kebijakan manajemen risiko yang berbeda-beda, sehingga nilai premi untuk profil yang sama bisa bervariasi antar penyedia jasa.
Tonton: Nasib Pertumbuhan Global 2026: IMF Ungkap Prediksi Baru, Cek Kenaikan Proyeksi PDB
Menyesuaikan Premi dengan Kemampuan Finansial
Selain faktor medis, perencanaan keuangan yang sehat juga menjadi pertimbangan penting. Para ahli perencana keuangan sering kali menyarankan agar alokasi premi asuransi idealnya berada di kisaran 5% hingga 10% dari pendapatan bulanan.
Langkah ini diambil agar pembayaran premi tetap konsisten dalam jangka panjang dan tidak mengganggu stabilitas arus kas keluarga.
Calon peserta sangat disarankan untuk meminta tabel ilustrasi atau proposal penawaran dari agen asuransi sebelum menandatangani polis.
Pastikan setiap manfaat yang dipilih memang sesuai dengan kebutuhan dan risiko yang dihadapi sehari-hari. Dengan ketelitian dalam membedah komponen premi, nasabah dapat memperoleh proteksi kesehatan yang optimal tanpa harus membebani keuangan secara berlebihan.
Selanjutnya: Lion Parcel Salurkan 10 Ton Bantuan untuk Penanganan Pascabencana Sumatra
Menarik Dibaca: Ternyata, 6 Film Ini Punya Plot Berani Angkat Isu Kekerasan Seksual
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News