Mau mulai investasi saat pandemi, perhatikan empat syarat berikut

Rabu, 20 Mei 2020 | 21:17 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Mau mulai investasi saat pandemi, perhatikan empat syarat berikut

ILUSTRASI. Penyebaran virus corona telah mengganggu kondisi finansial banyak orang saat ini.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi virus corona (Covid-19) telah mengganggu kondisi finansial banyak orang saat ini, baik itu karyawan maupun para pengusaha. Penurunan pendapatan karena tekanan ekonomi yang berimbas pada pemotongan gaji atau tunjangan serta melorotnya penjualan bagi pengusaha telah membuat likuiditas semakin seret.

Melihat kondisi tersebut, PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) mencoba membantu nasabah dan masyarakat bagaimana menghadapi pandemi tersebut dengan menggelar webinar (web seminar) bertajuk How to Survive During Covid-19 pada Rabu (20/5). Bank ini menghadirkan Melvin Mumpuni, CEO dan Founder Finansialku sebagai narasumber dalam seminar tersebut.

Dalam kondisi sulit saat ini, berinvestasi pada instrumen berisiko bukanlah langkah bijak meskipun lagi diskon besar-besaran. Pasalnya, Covid-19 hingga sekarang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

Baca Juga: Kena PHK? Jangan pusing, begini cara mengatasi pendapatan yang terbatas

Melvin mengatakan, menjaga likuiditas atau cash flow merupakan hal yang pertama yang harus diperhatikan dalam masa pandemi ini. Jika likuditas tidak terjaga maka akan terjadi kesulitan jika ada kebutuhan dalam jangka pendek.

Agar likuiditas terjaga sehingga kita bisa bertahan di tengah masa Covid-19, masyarakat harus aman secara keuangan. Artinya, setiap orang harus memiliki dana darurat sebesar 6-12 kali dari pengeluaran bulanan. Dengan begitu, kata Melvin, kita masih bisa bertahan saat kondisi terburuk terjadi akibat pandemi itu.

Dana darurat tersebut harus ditempatkan pada instrumen yang memang likuid sepeti tabungan, deposito, reksadana pasar uang, dan logam mulia. Dengan begitu, dana tersebut mudah dicairkan ketika dibutuhkan. "Memang dana darurat itu bukan untuk menambah kekayaan. Tetapi untuk menjaga keamanan," kata Melvin, Rabu (20/5).

Baca Juga: Gaji dipotong selama masa wabah virus corona? Begini cara mengelolanya

Hal kedua yang harus dilakukan adalah menambah pendapatan. Paska Covid-19, mungkin banyak orang mengalami penurunan gaji atau tunjangan maka harus berupaya untuk mencari penghasilan tambahan agar menutupi penurunan gaji tadi. Melvin mengatakan, di tengah kesulitan yang diakibatkan pandemi ini, selalu ada peluang bisnis yang bisa digarap.

Menurutnya, peluang bisnis dari online saat ini sangat besar. Kita harus kreatif untuk melihat peluang yang bisa menghasil uang dari sumber-sumber pengeluaran bulanan. Sementara bagi pengusaha, harus lebih kreatif lagi dalam memperluas pasar dan membuat klien lama kembali lagi.

Kemudian yang ketiga, lanjut Melvin, sebaiknya utang yang bersifat konsumtif harus segera dilunasi. Keempat, harus memiliki manajemen risiko. Jika empat hal itu sudah aman, maka kalau ingin berinvestasi tidak akan jadi masalah. Jika belum, investasi yang dilakukan akan sia-sia. Sebab saat membutuhkan dana tunai dan tidak punya dana darurat maka investasi akan terpaksa dijual meskipun dalam kondisi rugi.

Baca Juga: Ingin mengajukan utang di masa wabah virus corona? Simak dulu tips berikut

Melvin menegaskan, penempatan dana darurat antara tabungan dan deposito tidak ada bedanya. Pasalnya, pencairan deposito saat ini sudah mudah karena adanya layanan deposito online yang disediakan perbankan.

Salah satunya adalah Bank Yudha Bhakti yang telah memiliki layanan deposito online untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses produk deposito BYB. Cara mendapatkan layanan ini sangat mudah, calon nasabah hanya perlu mengisi data diri untuk membuka rekening deposito, kemudian akan diproses BBYB lewat aplikasi.

Perseroan saat ini menawarkan bunga cukup tinggi untuk produk deposito yakni 8,75%. Itu lebih tinggi dari LPS rate. Kemudian, bank ini juga menawarkan tabungan setara deposito untuk ritel dengan bunga 5,75%.


Editor: Wahyu T.Rahmawati


Terbaru