KONTAN.CO.ID - Mengelola investasi bukan sekadar membeli aset lalu melupakannya dalam waktu lama. Di tengah fluktuasi pasar modal dan ketidakpastian ekonomi global, investor memerlukan strategi evaluasi portofolio yang terukur untuk memastikan target finansial tetap berada di jalurnya.
Evaluasi portofolio merupakan langkah penting untuk meninjau kembali apakah komposisi aset yang dimiliki masih relevan dengan profil risiko dan tujuan investasi awal.
Tanpa adanya tinjauan rutin, investor berisiko menghadapi kerugian yang tidak terdeteksi atau kehilangan momentum pertumbuhan dari sektor ekonomi yang tengah berkembang.
Baca Juga: Dana Pensiun Stabil: Ini Cara Jaga Aset Tetap Produktif
Mengapa Evaluasi Portofolio Penting?
Portofolio investasi adalah kumpulan aset finansial yang dimiliki oleh individu atau lembaga, mulai dari saham, obligasi, reksa dana, hingga instrumen investasi fisik lainnya.
Melansir dari laman Sahabat Pegadaian, keberadaan portofolio yang terdiversifikasi dengan baik berfungsi sebagai instrumen untuk meminimalkan risiko kerugian sekaligus memaksimalkan potensi keuntungan.
Seiring berjalannya waktu, kinerja masing-masing aset dalam portofolio akan mengalami perubahan nilai. Aset yang tumbuh sangat cepat mungkin akan mendominasi porsi portofolio, sehingga membuat tingkat risiko menjadi tidak seimbang.
Di sinilah peran evaluasi berkala diperlukan untuk mengembalikan alokasi aset ke komposisi idealnya.
Langkah-Langkah Melakukan Evaluasi Portofolio
Investor dapat melakukan evaluasi secara mandiri dengan melihat beberapa indikator utama. Dikutip dari laman Bank DBS, berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil untuk melakukan evaluasi kinerja portofolio secara efektif:
- Memeriksa Alokasi Aset: Pastikan persentase antara aset berisiko tinggi (seperti saham) dan aset berisiko rendah (seperti pasar uang atau obligasi) masih sesuai dengan profil risiko Anda.
- Meninjau Tingkat Pengembalian (Return): Bandingkan performa portofolio Anda dengan tolak ukur (benchmark) yang relevan, misalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk portofolio saham.
- Melakukan Rebalancing: Jika satu instrumen sudah terlalu dominan, lakukan penjualan sebagian dan alihkan ke instrumen lain untuk menjaga keseimbangan risiko.
- Analisis Biaya Investasi: Perhatikan biaya transaksi atau biaya manajemen yang mungkin menggerus nilai keuntungan bersih Anda dalam jangka panjang.
- Penyesuaian Tujuan Finansial: Evaluasi apakah tujuan investasi Anda mengalami perubahan, misalnya karena faktor usia, tanggungan keluarga, atau kebutuhan dana darurat.
Parameter Penilaian Kinerja Investasi
Selain langkah di atas, investor perlu memahami parameter yang digunakan untuk menilai apakah sebuah aset layak dipertahankan atau tidak.
Mengutip laman Bursa Efek Indonesia (IDX), evaluasi yang baik harus melibatkan pemahaman terhadap fundamental perusahaan serta kondisi makroekonomi yang memengaruhi instrumen tersebut.
Salah satu yang sering menjadi sorotan adalah diversifikasi. Diversifikasi tidak berarti memiliki sebanyak mungkin aset, melainkan menempatkan modal pada aset yang tidak berkorelasi positif secara langsung.
Dengan demikian, ketika satu sektor industri melemah, sektor lain dalam portofolio diharapkan tetap stabil atau bahkan memberikan keuntungan.
Tonton: Putin Prediksi Harga Greenland Capai Rp 17 Triliun Jika Dibeli Trump
Waktu yang Tepat untuk Evaluasi
Kapan sebaiknya investor melakukan peninjauan ulang? Secara umum, para ahli menyarankan evaluasi dilakukan setiap enam bulan hingga satu tahun sekali.
Namun, dalam kondisi pasar yang bergerak sangat volatil, evaluasi dapat dilakukan lebih sering, misalnya setiap kuartal.
Evaluasi juga sangat disarankan saat terjadi perubahan besar dalam kehidupan pribadi investor, seperti pernikahan, kelahiran anak, atau saat mendekati masa pensiun.
Pada momen-momen tersebut, toleransi terhadap risiko biasanya akan berubah, sehingga portofolio perlu disesuaikan agar lebih konservatif atau justru lebih agresif.
Melalui evaluasi yang disiplin, investor dapat menghindari keputusan emosional saat pasar mengalami gejolak. Dengan memegang data kinerja historis dan pemahaman fundamental yang kuat, portofolio investasi diharapkan mampu memberikan hasil yang optimal secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Selanjutnya: Tahun Krusial Asuransi, OJK Pacu Pemenuhan Modal dan Spin Off UUS
Menarik Dibaca: Promo Superindo Hari Ini 23-25 Januari 2026, Iga Potong-Cumi Fresh Harga Spesial
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News