Investasi Pensiun Usia 20-an: Ini Strategi Kalahkan Laju Inflasi

Senin, 12 Januari 2026 | 16:07 WIB
Investasi Pensiun Usia 20-an: Ini Strategi Kalahkan Laju Inflasi

ILUSTRASI. Investasi Pensiun Usia 20-an: Ini Strategi Kalahkan Laju Inflasi. (CFOTO/Sipa USA via Reuters )


Sumber: Bankrate,Investopedia  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Masa pensiun mungkin terasa masih sangat jauh bagi mereka yang baru saja menapaki dunia kerja atau berada di rentang usia 20-an.

Namun, para perencana keuangan dan pakar investasi sepakat bahwa dekade kedua kehidupan merupakan waktu paling krusial untuk mulai membangun fondasi kekayaan jangka panjang.

Memulai investasi dana pensiun lebih awal memberikan keuntungan yang tidak bisa dikejar oleh mereka yang baru memulai di usia 40-an atau 50-an.

Hal ini berkaitan erat dengan fenomena bunga majemuk atau compounding interest, di mana imbal hasil investasi menghasilkan keuntungan kembali seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: Selisih Spread Emas vs. Keuntungan Reksadana: Mana Pilihan 2026?

Kekuatan Waktu dan Bunga Majemuk

Salah satu alasan utama mengapa usia muda adalah waktu terbaik untuk menabung adalah faktor waktu.

Melansir Investopedia, investor muda memiliki keunggulan durasi yang memungkinkan aset mereka tumbuh secara eksponensial. Semakin lama uang diinvestasikan, semakin besar pula peluang untuk melewati siklus fluktuasi pasar modal.

Sebagai ilustrasi, jika seseorang mulai menginvestasikan Rp 1.000.000 per bulan sejak usia 25 tahun dengan asumsi imbal hasil tahunan 7%, nilai investasinya saat usia 65 tahun akan jauh lebih besar dibandingkan seseorang yang mulai menginvestasikan Rp 2.000.000 per bulan namun baru dimulai pada usia 35 tahun.

Meski nominal bulanan lebih kecil, faktor waktu memberikan keunggulan telak.

Dilansir Bankrate, menunda investasi hanya beberapa tahun saja dapat mengurangi potensi saldo akhir pensiun hingga ratusan juta rupiah. Selisih kecil dalam kontribusi bulanan di masa muda dapat berdampak pada perbedaan gaya hidup yang signifikan di masa depan.

Langkah Strategis Memulai Dana Pensiun

Menyusun dana pensiun tidak harus dimulai dengan nominal yang sangat besar. Fokus utamanya adalah pembentukan kebiasaan dan konsistensi. Berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan oleh pekerja muda:

  • Evaluasi Arus Kas: Identifikasi pengeluaran bulanan dan tentukan porsi yang bisa dialokasikan secara tetap untuk investasi, minimal 10% hingga 15% dari pendapatan.
  • Membangun Dana Darurat: Sebelum masuk ke instrumen pensiun yang bersifat jangka panjang, pastikan memiliki dana cadangan setara 3-6 bulan pengeluaran untuk mengantisipasi risiko mendadak.
  • Memanfaatkan Skema Kantor: Jika perusahaan tempat bekerja menyediakan fasilitas dana pensiun (seperti DPLK), pastikan untuk ikut serta secara maksimal.
  • Diversifikasi Portofolio: Mengingat jangka waktu yang masih panjang, investor muda memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi untuk masuk ke instrumen ekuitas atau saham.

Mengatasi Hambatan Keuangan di Usia 20-an

Mengutip Yahoo Finance, banyak pekerja muda yang merasa kesulitan menyisihkan uang karena adanya tekanan gaya hidup atau cicilan.

Namun, strategi terbaik adalah dengan menggunakan prinsip "bayar diri sendiri terlebih dahulu". Artinya, alokasi investasi dilakukan segera setelah gaji diterima, bukan menyisakan dari apa yang belum terpakai di akhir bulan.

Selain itu, inflasi menjadi faktor yang wajib dipertimbangkan. Dana yang hanya disimpan di rekening tabungan biasa akan tergerus nilainya oleh kenaikan harga barang di masa depan.

Investasi pada instrumen seperti reksadana saham atau saham secara langsung menjadi pilihan untuk mengimbangi laju inflasi jangka panjang.

Tonton: Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Haji, KPK Ungkit Pertemuan Jokowi dan MBS

Konsistensi di Tengah Volatilitas Pasar

Pasar keuangan tidak selalu bergerak naik. Namun, bagi mereka yang berada di usia muda, penurunan pasar justru bisa menjadi kesempatan untuk membeli aset di harga yang lebih murah melalui teknik dollar cost averaging.

Menurut Bankrate, kunci utama bagi investor muda adalah tetap disiplin pada rencana yang telah dibuat dan tidak terjebak dalam pengambilan keputusan yang emosional saat melihat volatilitas pasar jangka pendek.

Dengan horison investasi 30 hingga 40 tahun, fluktuasi pasar saat ini hanyalah riak kecil dalam perjalanan menuju kemandirian finansial.

Memprioritaskan dana pensiun di usia muda bukan berarti mengorbankan kesenangan saat ini. Sebaliknya, hal ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa standar hidup yang dinikmati sekarang dapat terus berlanjut hingga masa tua nanti tanpa membebani generasi berikutnya.

Selanjutnya: Live Streaming Persijap vs Dewa United & Jadwal Super League Hari Ini

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Kebutuhan Dapur sampai 15 Januari 2026, Aneka Sarden Mulai Rp 8.900

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru