Asuransi

Empat langkah mudah memilih asuransi jiwa yang pas untuk Anda

Senin, 16 Maret 2020 | 14:05 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
Empat langkah mudah memilih asuransi jiwa yang pas untuk Anda

ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas dekat logo Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di kantor AAJI Jakarta, Selasa (23/8). AAJI optimis dapat mencapai target 650.000 orang agen asuransi berlisensi hingga akhir tahun ini. Sebagai catatan hingga Juni 2016 agen berlise

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memproteksi diri dengan asuransi jiwa jadi hal wajib untuk Anda yang sudah mempunyai tanggungan. Namun, Anda perlu kritis saat membeli produk asuransi jiwa agar tidak menguras isi dompet.

Apakah Anda punya utang dalam jumlah besar? Apakah Anda tulang punggung keluarga ?

Bila jawabannya iya, maka Anda wajib mempunyai asuransi jiwa.

Baca Juga: Tiga cara mudah memilih asuransi kesehatan yang pas untuk Anda

Budi Raharjo, Financial Planner One Shildt menjelaskan asuransi jiwa mempunyai banyak manfaat. Contohnya, Anda tetap dapat melunasi utang meskipun sudah wafat. Dengan begitu, Anda tidak perlu membebani orang lain untuk melunasinya.

Asuransi jiwa juga dapat menjamin kehidupan keluarga tetap aman setelah Anda wafat. Dan, Anda tetap bisa mewujudkan impian orang tersayang meskipun Anda sudah tiada.

Asuransi jiwa tidak hanya perlu dimiliki untuk orang-orang yang sudah berkeluarga saja. Mereka yang masih lajang pun bisa jadi wajib mempunyai asuransi jiwa.   

"Asuransi jiwa harus dimiliki ketika seseorang sudah mempunyai tanggungan," kata Senduk Safir, Financial Planner.

Dia menambahkan Anda harus cermat membeli produk asuransi jiwa. Alasannya, agar tidak mengganggu kondisi keuangan Anda saat ini.

Agar Anda tidak salah pilih membeli produk asuransi jiwa. KONTAN akan berbagi tips untuk menentukan produk asuransi jiwa sesuai kebutuhan Anda. Simak ulasannya berikut ini.   

1. Sesuaikan dengan kebutuhan

Sebelum membeli produk asuransi jiwa, Anda wajib membuat daftar kebutuhan yang harus dilindungi. Sehingga, Anda tidak salah dalam menentukan produk asuransi jiwa yang hendak dipilih.

Misalnya, Anda mempunyai tanggung jawab menyekolahkan seorang adik hingga lulus kuliah strata satu. Maka, Anda cukup membeli produk asuransi jiwa yang uang pertanggungannya senilai biaya yang dibutuhkan.

Lain cerita bila Anda adalah tulang punggung keluarga. Anda harus membeli asuransi jiwa yang jumlah uang pertanggungannya dapat menutupi pengeluaran sebulan.  

2. Sesuaikan dengan kondisi pendapatan

Langkah berikutnya, Anda harus melihat jumlah penghasilan per bulan sebelum membeli produk asuransi jiwa. Alasannya, agar tidak mengganggu cash flow Anda.

Baca Juga: Begini cara memilih perusahaan asuransi agar terhindar gagal bayar

Budi menyarankan nilai premi yang dibayarkan 10%-15% dari total gaji Anda sebulan. Sistem pembayaran cicilan ini cocok untuk Anda yang bekerja sebagai karyawan.

Opsi lainnya, Anda dapat membayarkan premi secara sekaligus. Dengan catatan, Anda adalah seorang atlet, artis yang tidak mendapatkan gaji tetap per bulan.

3. Proses klaim mudah

Selanjutnya, Anda harus pelajari proses klaim uang pertanggungan dari perusahaan asuransi jiwa. Sebaiknya, Anda memilih perusahaan yang tidak menerapkan banyak aturan dalam proses klaim uang pertanggungan.

Alasannya, agar tidak menyusahkan ahli waris dalam mengajukan klaim pertanggungan.   

4. Pastikan perusahaan asuransi dalam keadaan sehat

Langkah terakhir, Anda wajib memastikan perusahaan penjual produk asuransi jiwa dalam kondisi sehat. "Jangan sampai perusahaan tidak dapat membayar uang pertanggungan saat proses proses klaim," kata Budi.

Baca Juga: Ini komposisi ideal tabungan dan investasi untuk Anda yang bergaji UMR

Untuk mengetahui perusahaan tersebut sehat, Anda dapat cek dari laporan keuangan tahunan perusahaan.

Selain itu, Anda pastikan perusahaan asuransi tersebut mempunyai kantor cabang di kota Anda. Tujuannya untuk memudahkan proses klaim para ahli waris.


Editor: Tri Sulistiowati


Terbaru