Manajemen Utang

Anda ingin gadai emas untuk dapatkan uang? Simak dulu poin penting ini

Kamis, 09 Juli 2020 | 16:24 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
Anda ingin gadai emas untuk dapatkan uang? Simak dulu poin penting ini

ILUSTRASI. Ilustrasi. Gadai barang berharga untuk dapatkan uang.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana simpanan hampir habis namun kebutuhan makin banyak, Anda bisa gadai emas atau gadai BPKB untuk mendapatkan dana tambahan. Anda berniat gadai barang dalam waktu dekat? Simak dulu tips menggadai yang aman. 

Biasanya, tempat gadai jadi buruan banyak orang saat menjelang tahun ajaran baru. Tidak heran, mereka sengaja menggadai emas, BPKB, dan barang berharga lainnya untuk mendapatkan dana tambahan. 

Mike Rini Sutikno, Financial Planner Mitra Rencana Edukasi mengatakan gadai populer dikalangan masyarakat kelas menengah ke bawah. Alasannya, mereka bisa mendapatkan dana pinjaman dengan mudah.

Baca Juga: Sebelum kalap belanja dengan cicilan tetap kartu kredit, simak dulu tips berikut ini

"Tim gadai tidak akan menanyakan gaji Anda berapa, pokoknya ada barang bisa dapat pinjaman," kata Mike.

Widya Yuliarti, Financial Planner Finansialku.com menjelaskan gadai dipilih masyarakat karena mereka tidak harus menjual barang berharganya.

Barang gadai bisa diambil kembali setelah mereka melunasi cicilan pinjaman dana.  

Proses gadai barang cukup cepat dan mudah. Namun, Anda jangan asal gadai barang di sembarang tempat. 

Mike mengatakan Anda harus mempunyai tujuan sebelum menggadaikan barang. Jangan sampai Anda menggadai untuk mewujudkan keinginan konsumtif seperti berbelanja atau travelling.

Selain itu, Anda harus mengenal tempat gadai yang dipilih. Agar Anda tidak sampai dirugikan di kemudian hari. Berikut cara memilih tempat gadai yang aman. 

Lakukan survei

Sebelum menggadaikan barang, sebaiknya Anda melakukan survei ke beberapa gadai. Tujuannya, agar Anda mendapatkan tempat gadai yang aman.

Aman yang dimaksud adalah tim gadai menjamin keamanan barang yang digadaikan dan data diri Anda sebagai debitur.

Mike menyarankan Anda melakukan mengunjungi beberapa tempat gadai. Kemudian, Anda bandingkan dan pilih gadai yang paling menguntungkan dan aman.

Cek legalitas Gadai

Sebelum menentukan pilihan, sebaiknya Anda periksa legalitas tempat gadai. Pastikan tempat gadai tersebut mengantongi izin operasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, Anda pastikan tempat gadai tersebut tercatat sebagai anggota Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia. "Asosiasi tersebut berfungsi mengawasi kinerja Gadai," kata Mike.

Anda bisa cek status legalitas gadai di dalam website mereka.

Transparan

Anda sebaiknya memilih gadai yang transparan memberikan informasi. Sehingga, Anda sebagai debitur tidak sampai dirugikan dikemudian hari.

Anda berhak loh menanyakan sistem perhitungan bunga utang kepada tim gadai. Sehingga, Anda tahu nilai bunga utang yang harus dibayarkan.

Baca Juga: Butuh modal untuk jualan online, bisa pinjam di BukaModal

Anda juga harus menanyakan sistem pelunasan utang sebelum jatuh tempo. Selain itu, Anda tanyakan sanksi yang diberikan pihak gadai bila telat bayar cicilan.

Anda tidak inginkan barang yang digadaikan rusak saat diterima. Maka, Anda perlu tanyakan lokasi tempat penyimpanan barang gadai.  

"Debitur juga harus menanyakan jaminan yang diberikan gadai ketika barang rusak akibat bencana alam," kata Mike.

Untuk mendapatkan seluruh informasi tersebut, Anda dapat menanyakan secara langsung kepada customer servis. Atau, Anda dapat menjelajah ke dalam website gadai tersebut.

Cermat menentukan nilai pinjaman

Meminjam dana dari gadai jangan Anda jadikan aji mumpung. Karena, Anda wajib melunasi cicilan utang untuk menebus barang yang digadaikan.

Jadi, Anda harus cermat dalam menentukan nilai pinjaman yang ditawarkan oleh Gadai. Sebaiknya, Anda sesuai nilai pinjaman dengan dana yang dibutuhkan. 

Asal tahu saja, nilai pinjaman menentukan nilai cicilan utang yang harus dibayar. Maka, Anda juga wajib menghitung kemampuan membayar utang tersebut.

Jangan sampai utang itu mengganggu arus keuangan Anda. Atau, malah membuat Anda gagal bayar.    

Idealnya, porsi utang tidak lebih dari 30% dari total pendapatan. Jadi, Anda wajib mengkalkulasi, apakah nilai seluruh cicilan utang sudah mencapai batas ideal.

Baca Juga: Ingin Pinjam uang tanpa jaminan? Ajukan pinjaman online lewat LinkAja praktis

Editor: Tri Sulistiowati


Terbaru