Wow, Belva memiliki harta kekayaan Rp 1,31 triliun!

Senin, 27 April 2020 | 15:03 WIB   Reporter: Barly Haliem, Sandy Baskoro
Wow, Belva memiliki harta kekayaan Rp 1,31 triliun!

ILUSTRASI. Staf khusus Presiden Joko Widodo yang baru dari kalangan milenial, Pendiri Ruang Guru, Adamas Belva Syah Devara saat diperkenalkan di halaman tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nama Adamas Belva Syah Devara, Founder sekaligus CEO Ruangguru, masih memenuhi ruang perbincangan publik. Mantan Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo ini terbilang sangat tajir.

Mengacu data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang tercantum di website elhkpn.kpk.go.id, Belva memiliki total harta kekayaan mencapai Rp 1,31 triliun (tepatnya Rp 1.308.449.186.319). Berdasarkan laporan per 20 Februari 2020, Belva mencatatkan beberapa jenis harta. Kala itu, dia melaporkan harta kekayaannya dalam posisi sebagai Stafsus Presiden Jokowi.

Baca Juga: Polemik baru: Ruangguru ternyata perusahaan asing dari Singapura

Harta kekayaan Belva yang paling dominan berupa surat berharga, yakni senilai Rp 1.305.115.544.921. Belva juga memiliki satu unit mobil Honda HRV Tahun 2014 dengan nilai perolehan Rp 250 juta. Anak milenial kelahiran 30 Mei 1990 ini juga melaporkan kas setara kas senilai Rp 2,97 miliar dan harta lainnya Rp 115 juta.

Belva resmi mengundurkan diri sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo pada 17 April lalu. Belva mundur di tengah polemik keterlibatan Ruangguru sebagai mitra platform digital Program Kartu Prakerja. Posisi Ruangguru sebagai mitra pemerintah di Program Kartu Prakerja dianggap sarat konflik kepentingan.

Belakangan, Belva mengakui sebagai pemilik Ruangguru Pte Ltd yang berbasis di Singapura. “Ya, Ruangguru Pte Ltd punya saya juga. Kami juga punya pegawai di Singapura," ungkap Belva di akun Instagramnya, pada 22 April 2020.

Selain di Singapura, Belva memiliki ratusan pegawai di Vietnam dan juga di Thailand. “Semuanya punya saya, anak muda kebangsaan Indonesia," kata dia.

Editor: Sandy Baskoro

Terbaru