Tips Anggaran Mahasiswa: Kelola Keuangan Efektif, Bebas Stres

Minggu, 30 November 2025 | 12:30 WIB
Tips Anggaran Mahasiswa: Kelola Keuangan Efektif, Bebas Stres

ILUSTRASI. Tips Anggaran Mahasiswa: Kelola Keuangan Efektif, Bebas Stres.


Sumber: Pemerintah Kanada  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Mengatur anggaran menjadi salah satu keterampilan penting bagi mahasiswa yang harus menyeimbangkan biaya kuliah dan kebutuhan hidup sehari-hari. 

Banyak mahasiswa menghadapi tantangan karena pengeluaran yang tidak sedikit sementara pemasukan terbatas. 

Financial Consumer Agency of Canada (FCAC), dikutip dari situs resmi Pemerintah Kanada, memberikan beberapa tips mengelola anggaran keuangan yang dapat diterapkan oleh mahasiswa. 

Baca Juga: 7 Strategi Finansial Akhir 2025: Siapkan Diri Sambut 2026

1. Menentukan Total Pemasukan Mahasiswa

Langkah pertama adalah menghitung seluruh pemasukan yang diterima mahasiswa, seperti uang saku, pendapatan kerja paruh waktu, beasiswa, atau hasil freelance.

Data pemasukan ini menjadi dasar untuk menentukan batas anggaran. Dengan mengetahui jumlah pasti, mahasiswa dapat menyusun perencanaan yang lebih realistis.

2. Mengidentifikasi Biaya Kuliah dan Kebutuhan Pendidikan

Biaya pendidikan seperti uang semester, buku, perangkat belajar, serta keperluan akademik wajib dicatat sebagai prioritas.

Pengeluaran ini bersifat tetap sehingga perlu ditempatkan di bagian awal anggaran. Menyusun daftar biaya secara rinci membantu mahasiswa mengelompokkan kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

3. Menghitung Pengeluaran Tempat Tinggal dan Transportasi

Biaya tempat tinggal seperti kos atau kontrakan menjadi salah satu komponen terbesar dari anggaran mahasiswa.

Selain itu, transportasi harian seperti bensin, transportasi umum, atau ojek online perlu dihitung secara konsisten.

Setiap mahasiswa memiliki kondisi berbeda sehingga komponen ini perlu disesuaikan dengan lokasi dan kebutuhan pribadi.

4. Mengatur Biaya Makan dan Belanja Harian

Makanan dan kebutuhan harian merupakan pengeluaran rutin yang harus direncanakan dengan cermat.

Mahasiswa sebaiknya membuat batas harian atau mingguan agar tidak mengeluarkan biaya di luar rencana.

Pengendalian belanja impulsif menjadi kunci supaya pengeluaran tidak membengkak.

Tonton: Praktik Underinvoicing Rugikan Negara, Ekonom: Reformasi Bea Cukai Tak Bisa Ditunda

5. Mengalokasikan Dana Kegiatan Akademik dan Sosial

Kegiatan kampus seperti seminar, acara organisasi, atau aktivitas akademik lain sering kali membutuhkan biaya tambahan.

Mengalokasikan dana khusus membuat mahasiswa tetap dapat mengikuti kegiatan pengembangan diri tanpa mengganggu kebutuhan utama.

Besarannya bisa disesuaikan dengan frekuensi kegiatan yang diikuti.

6. Menyisihkan Dana Darurat

Dana darurat diperlukan untuk menghadapi situasi yang tidak direncanakan, seperti perbaikan perangkat elektronik, kebutuhan akademik mendadak, atau keperluan penting lainnya.

Penyisihan dana kecil secara rutin akan membantu mahasiswa lebih siap menghadapi kondisi ini.

7. Meninjau dan Menyesuaikan Anggaran Secara Berkala

Anggaran mahasiswa dapat berubah seiring berubahnya kebutuhan atau pemasukan. Oleh karena itu, evaluasi rutin penting dilakukan agar rencana anggaran tetap sesuai kondisi.

FCAC menegaskan bahwa peninjauan berkala membantu menjaga stabilitas keuangan selama masa kuliah.

Selanjutnya: Pefindo Beri Peringkat idA(sy) Sukuk Wakalah TOBA Senilai Rp 448,5 Miliar

Menarik Dibaca: 8 Makanan yang Bisa Netralkan Asam Lambung secara Cepat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru