Perencanaan keuangan tahun 2021 harus mempertimbangkan risiko pandemi

Sabtu, 30 Januari 2021 | 14:43 WIB   Reporter: Ahmad Febrian
Perencanaan keuangan tahun 2021 harus mempertimbangkan risiko pandemi

ILUSTRASI. Perencanaan keuangan.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu hal yang selalu ada di dalam daftar resolusi tahun baru adalah perencanaan keuangan yang lebih baik. Termasuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup. 

Resolusi keuangan yang baik membutuhkan tiga langkah utama. Yakni  financial check-up untuk memeriksa cashflow, utang. Lalu mengidentifikasi prioritas serta tujuan seperti untuk liburan, membeli rumah atau kendaraan, dan seterusnya. “Terakhir barulah kita tentukan instrumen keuangan yang menyesuaikan dengan kondisi finansial dan prioritas sehingga mudah untuk dipantau dan dikelola,” ujar Metta Anggriani, Perencana Keuangan dan Founder Anggriani & Partners, Jumat (29/1). 

Nah,di kala pandemi, kini saatnya resolusi keuangan yang lebih “pandemic ready”. Seperti semakin bergantungnya masyarakat pada gadget untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, belajar, belanja, hingga hiburan.

Frekuensi penggunaan gadget yang semakin tinggi tentunya dapat meningkatkan risiko terhadap gadget itu sendiri. Seperti  kerusakan, kehilangan, dan sebagainya. Maka, masyarakat tak ada salahnya membekali perlindungan terhadap gadget melalui asuransi. 

Manfaat perlindungan gadget yang ditawarkan oleh masing-masing penyedia asuransi berbeda-beda. “Tapi biasanya, manfaat paling umum adalah perlindungan terhadap risiko kerusakan accidental bersifat fisik. Seperti retak pada layar smartphone, kerusakan akibat terkena cairan, dan melindungi gadget dari pencurian. Jenis-jenis risiko yang umumnya dihadapi oleh setiap pemilik gadget,” jelas Mariani Solihah, Head of Partnership Affinity, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia. 

Perencanaan keuangan di tahun 2021 harus disiapkan juga untuk mengantisipasi tantangan lain. Salah satunya adalah risiko banjir yang seringkali terjadi di awal tahun. Ini sangatlah penting mengingat Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) pernah memperkirakan nilai kerugian klaim musibah banjir pada properti dan kendaraan bisa mencapai Rp 1,15 triliun

 

Editor: Ahmad Febrian
Terbaru