KONTAN.CO.ID - Bekerja secara lepas atau menjadi freelancer kini menjadi pilihan karier yang semakin diminati pekerja Indonesia.
Fleksibilitas waktu hingga dapat bekerja di mana saja membuat profesi ini banyak diincar pekerja yang mendambakan work-life-balance.
Namun, di balik kebebasan tersebut, pekerja lepas menghadapi tantangan besar berupa penghasilan yang tidak menentu setiap bulannya.
Baca Juga: Portofolio Aman: Strategi Jitu Pilih Instrumen Digital Anti-Rugi untuk Pemula
Tanpa manajemen keuangan yang disiplin, fluktuasi pendapatan ini dapat mengganggu stabilitas ekonomi pribadi dalam jangka panjang.
Mengelola keuangan bagi mereka yang tidak memiliki gaji tetap bulanan memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan karyawan kantoran.
Kunci utamanya terletak pada kemampuan memisahkan kebutuhan operasional pekerjaan dengan konsumsi pribadi serta konsistensi dalam menyiapkan bantalan ekonomi.
Memisahkan Rekening dan Mengelola Arus Kas
Langkah awal yang paling krusial bagi seorang pekerja lepas adalah menjaga profesionalisme dalam pencatatan keuangan.
Melansir Money.co.uk, sangat disarankan bagi freelancer untuk memisahkan rekening bank pribadi dengan rekening bisnis.
Hal ini bertujuan agar arus kas masuk dari klien tidak tercampur dengan dana untuk biaya hidup sehari-hari, sehingga evaluasi keuntungan usaha menjadi lebih akurat.
Selain pemisahan rekening, pencatatan setiap pemasukan dan pengeluaran harus dilakukan secara mendetail. Dengan memiliki catatan yang rapi, seorang pekerja lepas dapat memprediksi periode kapan permintaan jasa sedang tinggi dan kapan cenderung sepi.
Pola ini sangat membantu dalam melakukan penghematan pada bulan-bulan produktif untuk menutupi kebutuhan di bulan-bulan yang kurang produktif.
Langkah Strategis Mengatur Pos Keuangan
Menyusun skala prioritas menjadi fondasi utama agar penghasilan tidak habis begitu saja tanpa perencanaan.
Mengutip panduan dari Sahabat Pegadaian, terdapat beberapa langkah strategis yang bisa diterapkan oleh freelancer dalam mengalokasikan pendapatannya:
- Menetapkan "Gaji" untuk Diri Sendiri: Alih-alih menghabiskan seluruh pembayaran dari klien, tentukanlah nominal tetap setiap bulan untuk kebutuhan hidup. Sisa dari pendapatan tersebut sebaiknya disimpan sebagai cadangan modal atau tabungan.
- Memprioritaskan Dana Darurat: Mengingat tidak adanya tunjangan dari pemberi kerja, dana darurat menjadi wajib. Idealnya, pekerja lepas memiliki dana cadangan sebesar 6 hingga 12 kali biaya pengeluaran bulanan.
- Alokasi Pajak secara Mandiri: Berbeda dengan karyawan yang pajaknya dipotong perusahaan, freelancer harus menyisihkan sebagian penghasilan untuk kewajiban pajak tahunan secara mandiri.
- Investasi dan Proteksi: Jangan melupakan proteksi kesehatan dan investasi jangka panjang untuk masa tua, karena pekerja lepas tidak memiliki skema jaminan pensiun otomatis dari institusi.
Tonton: Rusia Senang AS dan NATO Ribut karena Greenland, Ledek Barat: Aliansi Berakhir!
Menyiapkan Dana Cadangan dan Investasi
Dikutip dari Money.co.uk, salah satu kesalahan umum pekerja lepas adalah merasa kaya saat baru saja menerima pembayaran besar dari proyek jangka panjang.
Tanpa strategi cadangan, dana tersebut berisiko habis untuk gaya hidup, sementara proyek berikutnya belum tentu datang dalam waktu dekat.
Oleh karena itu, membangun "buffer" atau dana penyangga adalah sebuah keharusan agar operasional tetap berjalan saat sedang sepi proyek.
Selain dana cadangan, pemilihan instrumen investasi yang likuid juga sangat disarankan. Produk keuangan seperti reksa dana pasar uang atau tabungan emas bisa menjadi opsi karena cenderung stabil dan mudah dicairkan sewaktu-waktu ketika ada kebutuhan mendesak yang berkaitan dengan pekerjaan.
Konsistensi dalam Perencanaan Keuangan
Disiplin adalah aspek paling menantang dalam mengimplementasikan strategi finansial bagi freelancer.
Melakukan evaluasi keuangan secara berkala, minimal satu bulan sekali, sangat membantu untuk melihat apakah pengeluaran masih sesuai dengan rencana awal.
Evaluasi ini juga mencakup peninjauan kembali target pendapatan untuk bulan-bulan berikutnya agar tetap selaras dengan tujuan finansial jangka panjang.
Dengan pengelolaan yang tepat, ketidakpastian pendapatan tidak lagi menjadi penghalang bagi pekerja lepas untuk mencapai kemandirian finansial.
Strategi yang matang bukan hanya tentang cara membelanjakan uang, melainkan bagaimana mengamankan aset agar terus tumbuh meskipun tanpa slip gaji bulanan yang pasti.
Selanjutnya: Bansos PKH BPNT 2026: Cara Cek, Jadwal, dan Besaran Bantuan Lengkap
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News