Investasi

Milenial mau investasi, coba berinvestasi emas secara digital

Sabtu, 07 September 2019 | 09:40 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati

ILUSTRASI. Pekerja milenial beraktivitas di sebuah co working space

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Investasi emas digital tengah naik daun di kalangan millenial. Antonia Adega, perempuan berusia 26 tahun bercerita dia bersama beberapa teman-temannya sedang gandrung dengan investasi emas digital.

"Praktis banget, kami tidak perlu pusing nyimpen barangnya dan murah," katanya sambil tertawa.  

Baca Juga: Ingin praktis atur keuangan, coba tengok Jenius

Agustina Fitria, Financial Planner OneShildt menilai investasi emas digital memang cocok untuk kalangan milenial yang dinamis. Alasannya, para millenial dapat mulai berinvestasi emas dengan modal terjangkau.

Millenial tidak harus membeli emas satu batang melainkan bisa mulai dari 0.01 Gram. Mengutip dari aplikasi Pegadaian Digital, harga 0.01 gram emas sekitar Rp 7.270 per hari Selasa, (3/9). Dengan begitu, millenial dapat mempunyai investasi emas hanya dengan menyisihkan uang jajan harian.

Selain itu, para millenial dapat berinvestasi emas dengan mudah dan praktis. Karena mereka dapat membelinya melalui platform atau aplikasi yang bisa diakses secara online.

Sehingga, mereka tidak perlu ke luar kantor untuk membeli emas sebagai investasi. Sekedar info, millenial dapat mulai berinvestasi emas melalui aplikasi Pegadaian Digital, Tokopedia, atau Bukalapak.Baca Juga: Ingin berinvestasi emas, buka dulu tabungan emas Pedagaian Digital

Karena sifatnya yang digital, millenial dapat memantau investasinya melalui ponsel. Jadi, millenial melakukan check and recheck kapan dan di mana saja.

Menariknya lagi, Millenial juga tidak perlu memikirkan tempat penyimpanan emas karena bentuknya yang digital. Sehingga, mereka tidak perlu khawatir saat ingin berlibur atau pergi dinas dalam waktu yang lama.

Selektif memilih tempat berinvestasi emas digital  

Berinvestasi emas digital memang sangat praktis, namun millenial wajib selektif saat hendak mulai berinvestasi. "Jangan sampai mereka ditipu oleh perusahaan," kata Fitria.

Jadi, sebaiknya millenial memeriksa status perusahaan terlebih dahulu. Pastikan perusahaan tersebut sudah terdaftar di BAPEPTI dan memiliki track record baik.

Selain itu, millenial wajib membaca syarat dan ketentuannya berinvestasi emas digital. Millenial harus pastikan apakah investasi tersebut bisa ditarik dalam bentuk emas fisik atau tidak.

Baca Juga: Cukup dua tahun nabung, karyawan pemula sudah bisa umrah sendiri

Tidak hanya itu, millenial wajib memeriksa biaya yang dikenakan perusahaan kepada investor. Widya Yuliarti, Financial Planner Finansialku.com mengatakan perusahaan biasanya mengenakan biaya seperti biaya penyimpanan, cetak sertifikat, dan cetak emas.

"Untuk besaran biayanya berbeda-beda tergantung dengan perusahaannya," katanya.

Widya menyarankan millenial harus rutin melakukan top up saldo investasi emas. Misalnya, mereka dapat top up saldo satu bulan sekali. Tujuannya, agar nilai investasi tidak tergerus biaya yang dikenakan perusahaan.

Selain itu, millenial sebaiknya berinvestasi emas digital dalam kurun waktu satu sampai dua tahun. "Alasannya agar mereka dapat merasakan keuntungan dari berinvestasi emas," kata Widya.

 

  

 


Dukungan dari Anda akan menambah semangat kami dalam menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat seperti ini.

Jika berkenan, silakan manfaatkan fasilitas donasi berikut ini.
gopay
Editor: Tri