CLOSE [X]

Miilenial mau investasi, simak dulu referensi ini

Rabu, 25 September 2019 | 09:22 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
Miilenial mau investasi, simak dulu referensi ini

ILUSTRASI. Ilustrasi millenial mulai berinvestasi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saya, generasi millenial perlu gak sih berinvestasi? Jawabannya, perlu banget!

Budi Rudianto, Financial Planner OneShildt mengatakan dengan berinvestasi millenial dapat memenuhi semua kebutuhannya mulai dari membeli hunian, kendaraan, hingga travelling.

Baca Juga: Gaji Rp 8 juta per bulan, ini saran perencana keuangan untuk mengolahnya

Widya Yuliarti, Financial Planner Finansialku.com menjelaskan investasi membantu millenial untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Misalnya, mereka berinvestasi untuk membeli sebuah rumah. Dana investasi tersebut memungkinkan mereka untuk dapat membeli rumah yang harganya terus naik saban tahunnya.

"Nilai keuntungan investasi lebih tinggi daripada menabung secara konvensional, jadi bisa mengejar kenaikan harga yang terjadi," jelas Widya.

Tapi Anda jangan buru-buru dan asal berinvestasi ya. Karena, Anda harus mengenal dan mempelajari produk investasi tersebut.

Sehingga, Anda tidak sampai menanggung kerugian akibat salah memilih produk investasi.

Budi mengingatkan Anda sebaiknya tidak berinvestasi karena ikut-ikutan. Agar, hasil investasi dapat mencapai tujuan yang Anda diiinginkan.

Jadi, sebelum mulai berinvestasi Anda wajib menentukan tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, Anda berinvestasi untuk bisa travelling keliling Eropa.

Baca Juga: Gaji bulanan tak boleh tandas, ini langkah-langkah praktis mencegahnya

Setelah itu, Anda baru tempatkan dana tersebut pada jenis investasi yang sesuai.

Widya dan Budi menyarankan beberapa produk investasi yang cocok untuk Anda kalangan millenial.  

Peer to peer landing

Widya menyarankan Anda dapat berinvestasi pada platform pinjaman online. Alasannya, platform tersebut dapat memberikan nilai keuntungan yang cukup tinggi dalam waktu singkat.

Namun, Anda harus cermat dalam memilih platform pinjaman online tersebut. Bila lalai, Anda hanya akan menanggung rugi karena ditipu.

Baca Juga: Ingin investasi reksa dana, bisa juga lewat Tokopedia

Anda harus memeriksa track record pihak penyedia pinjaman online tersebut. Kemudian, Anda wajib menanyakan bentuk kompensasi yang didapatkan ketika peminjam gagal bayar.

Jangan lupa, Anda juga harus menanyakan detil perhitungan serta cara penerimaan hasil investasi. Sehingga, Anda tidak sampai dibuat sakit kepala karena susah mencairkannya.

Sukuk ritel

Jenis investasi yang juga dapat Anda pilih adalah sukuk ritel. Mengutip dari Wikipedia, sukuk ritel merupakan surat berharga syariah negara yang diterbitkan oleh pemerintah. Sukuk ritel dijual pemerintah kepada investor perseorangan melalui agen penjual seperti bank.

Anda harus tahu bila sukuk ritel bersifat mengunci. Artinya, dana investasi Anda baru dapat dicairkan setelah masa waktu yang sudah ditentukan.

"Sukuk ritel menjanjikan keuntungan yang fix dengan potongan pajak keuntungan 15%," kata Widya.

Reksa dana

Jenis investasi ketiga yang dapat Anda pilih adalah reksa dana. Anda dapat membeli reksa dana secara online di e-commarce atau aplikasi Manajer Investasi (MI).

Reksa dana cocok untuk Anda yang mempunyai modal cekak. Karena, Anda dapat membeli reksa dana dengan modal mulai dari Rp 10.000.

Baca Juga: Ingin punya iPhone 11, ini cara membeli tanpa berutang

Reksa dana menawarkan keuntungan yang bervariasi sesuai dengan keinginan Anda. Namun, investasi ini juga mempunyai resiko kerugian sebanding dengan keuntungan yang ditawarkan.

Reksa dana terbagi dalam empat jenis yakni saham, pendapatan tetap, pasar uang, dan campuran. Keempat jenis reksa dana tersebut menawarkan keuntungan dan resiko yang berbeda-beda.

Contohnya, reksa dana pasar uang dianggap paling menguntungkan untuk investasi jangka pendek. "Karena dalam setahun pertumbuhannya selalu positif," kata Widya.

Deposito

Jenis investasi ini cocok untuk Anda yang baru mulai mencoba berinvestasi. Karena, Deposito memberikan perhitungan keuntungan yang jelas.

“Ini bisa jadi baby step untuk millenial,” kata Budi.

Baca Juga: Mau membeli polis asuransi properti, perlu cermati 3 poin ini

Anda tidak dapat sewaktu-waktu mencairkan dana deposito. Karena, dana baru dapat dicairkan pada saat tanggal jatuh tempo.

Untuk mempunyai deposito, Anda dapat membuka rekening deposito secara online melalui Mobile Banking. Atau, Anda dapat mengunjungi kantor cabang bank terdekat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 3 Tampilkan Semua
Editor: Tri Sulistiowati

Terbaru