HOME

Membeli polis ketika sehat, manfaatkan saat sakit

Rabu, 09 Desember 2015 | 10:05 WIB   Reporter: Roy Franedya
Membeli polis ketika sehat, manfaatkan saat sakit

Asuransi kesehatan adalah pengganti kerugian keuangan untuk biaya berobat. Pilihlah sesuai kebutuhan dan beli polis ketika masih muda atau kondisi kesehatan prima. Preminya sangat tergantung kesehatan Anda.

Kesehatan merupakan  kado yang terindah bagi semua orang. Dengan tubuh yang sehat, Anda akan leluasa beraktivitas dan mengerjakan berbagai hal. Anda juga bisa terhindar dari pengeluaran yang besar untuk menjadi sehat.

Tapi, sakit tidak bisa diprediksi. Datangnya seperti tamu tak diundang. Jika sakit, hal yang selalu mengganggu pikiran tentu biaya. Maklum, biaya rumahsakit kian hari kian mahal. Bisa saja seluruh tabungan Anda habis jika dirawat dalam jangka waktu panjang.

Agar tak menggerus uang tabungan untuk membayar biaya rumahsakit, memiliki asuransi kesehatan bisa menjadi solusi. Pada dasarnya, asuransi kesehatan berguna untuk mengganti nilai kerugian finansial ketika Anda sakit. Dengan asuransi kesehatan, hampir semua kebutuhan dana berobat akan diganti perusahaan asuransi.

Jadi, Anda tak perlu pusing menghitung dana yang mesti keluar dari kantong kalau tiba-tiba sakit. Kekhawatiran lantaran tak tersedianya dana jika sakit pun bisa berkurang. Anda juga bisa benar-benar fokus pada proses penyembuhan.

Lantaran asuransi kesehatan begitu penting, banyak perencana keuangan menyarankan agar setiap orang punya asuransi kesehatan. Caranya, dengan mengalokasikan minimal 5% hingga 10% dari pendapatan untuk asuransi kesehatan.

Pemerintah juga menyadari pentingnya asuransi kesehatan. Melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004, pemerintah mewajibkan tiap warga negara menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.


Lebih leluasa
Rakhmi Permatasari, perencana keuangan dari Safir Senduk dan Rekan, menegaskan, memiliki asuransi kesehatan hukumnya wajib. Asuransi jiwa hanya menanggung pencari nafkah, sementara semua anggota keluarga sangat mungkin jatuh sakit. "Minimal punya BPJS Kesehatan," ujarnya.

Namun, Anda yang memiliki dana lebih, ada baiknya membeli asuransi kesehatan dari perusahaan asuransi komersial guna melengkapi BPJS Kesehatan. Terutama, jika menginginkan manfaat yang lebih besar dari BPJS Kesehatan sesuai dengan kebutuhan.

Kecepatan, kemudahan, praktis, dan fleksibilitas bisa menjadi pertimbangan Anda ketika membeli asuransi kesehatan partikelir. Bila menggunakan produk besutan asuransi komersial, bisa langsung datang ke rumahsakit serta memilih kamar yang memiliki pelayanan dan kenyamanan khusus.

Jika memakai BPJS Kesehatan, Anda tidak bisa langsung ke rumahsakit. Anda terlebih dahulu harus mengantongi rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas dan klinik. Anda juga tidak bisa mendapatkan kamar yang lebih privat. BPJS hanya memberi layanan  kelas 3, kelas 2, dan kelas 1.

Anda tertarik membeli asuransi kesehatan? Asuransi kesehatan terbagi menjadi dua pola pelayanan: managed care dan indemnity. Asuransi kesehatan berbasis managed care adalah perusahaan asuransi memberikan jaminan terhadap biaya kesehatan pemegang polis secara menyeluruh, sampai betul-betul dinyatakan sembuh.

Cuma, pemegang polis asuransi kesehatan managed care harus mengikuti prosedur sesuai yang disyaratkan oleh perusahaan asuransi. Contohnya, pemeriksaan harus dilakukan secara berjenjang, dari rawat jalan tingkat pertama, tingkat lanjut, baru rawat inap. Sedang pola pelayanan indemnity menawarkan kebebasan dalam memilih dokter atau rumahsakit, sesuai kebutuhan.

Produk asuransi kesehatan dengan pola managed care selalu dijual dalam grup atau kumpulan. Sebaliknya, indemnity bisa dijual dalam bentuk grup maupun individual. Tetapi, pola ini biasanya memiliki batasan plafon atau batasan per kejadian setiap tahun.

Lalu, ada beberapa risiko yang bisa diproteksi perusahaan asuransi untuk asuransi kesehatan. Pertama, risiko rawat inap (inpatient). Kedua, risiko rawat jalan (outpatient). Ketiga, risiko kesehatan mata dan gigi. Dan keempat, jaminan atas biaya persalinan.

Kalau mau membeli asuransi kesehatan komersial, Pandji Harsanto, perencana keuangan dari OneShildt Financial Planning, memberi saran, pilihan produk yang memakai sistem kartu, bukan sistem klaim. Keuntungannya, Anda tidak perlu menyiapkan dana dalam jumlah besar saat berobat ke rumahsakit, hanya cukup menunjukkan kartu saja.

Dalam sistem klaim, Anda harus menalangi lebih dulu biaya berobat sebelum mendapat penggantian dari perusahaan asuransi. "Meski begitu, nasabah mesti tetap memeriksa dengan teliti semua biaya agar tidak diperdaya," kata Pandji.


Bundling
Seiring perkembangan zaman, asuransi juga terus berkembang. Dari asuransi dasar berupa proteksi terhadap jiwa saja, saat ini di pasaran banyak berkembang jenis asuransi yang lain. Salah satunya adalah asuransi penyakit kritis.

Asuransi penyakit kritis memberikan santunan kepada para pemegang polis berupa sejumlah uang jika tertanggung menderita penyakit kritis. Penyakit kritis yang dimaksud ialah penyakit yang tergolong berat, seperti jantung, tumor, kanker, serta ginjal.

Saat dijangkiti penyakit kritis, biasanya kesembuhan tidak menentu. Biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. Asuransi penyakit kritis memberikan santunan ketika tertanggung divonis menderita salah satu dari sederet penyakit kritis yang termasuk dalam polis.

Di Indonesia ada beberapa perusahaan asuransi yang menyediakan asuransi kesehatan yang mengkaver langsung penyakit kritis. Tapi, kebanyakan asuransi komersial memberikan proteksi tersebut dalam bentuk tambahan alias rider. Pemegang polis harus membayar premi tambahan.

Alasan utama asuransi komersial menjadikan penyakit kritis sebagai tambahan, karena kondisi kesehatan tiap orang berbeda-beda. Mungkin saja pemegang polis tidak memilik riwayat penyakit kritis khusus. Jika mengambil asuransi tambahan yang tidak sesuai dengan kebutuhan, tentu mubazir.

Tren lainnya adalah unitlink. Produk ini mengawinkan proteksi dengan investasi. Hingga kini unitlink menjadi primadona. Maklum, banyak konsumen yang mencari manfaat lebih dari asuransi yang dimilikinya. Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebutkan, selama paro pertama tahun ini, porsi produk unitlink mencapai 55,4% dan produk tradisional sebesar 44,6%. Total preminya Rp 67,82 triliun atau tumbuh 26,6% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Edy Tuhirman, Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, mengatakan, selain mendapatkan perlindungan dan pengembangan dana, unitlink juga menawarkan tiga keuntungan lain. Pertama, membayar biaya-biaya asuransi. Biaya asuransi unitlink meliputi biaya akuisisi  yang dikenakan pada lima tahun pertama, biaya administrasi, cost of insurance, dan biaya pengelolaan investasi.

Kedua, membuat premi menjadi flat. Awalnya, pemegang polis akan membayar premi lebih besar dari biaya asuransi. Namun seiring berjalannya waktu, nilai investasi yang terbentuk bakal membayari biaya asuransi sehingga premi flat sampai masa kontrak.

Ketiga, masa bayar premi lebih pendek. Biaya asuransi yang dibayar melalui investasi yang didapat, maka pembayaran preminya bisa lebih pendek. Tapi, proteksi tetap berjalan hingga masa kontrak selesai.

Saran Edy: agar masyarakat mengambil asuransi kesehatan sedini mungkin atau  ketika badan sehat.  "Makin tua usia, tentu premi yang dibayarkan makin besar," ujarnya.

Tanpa bermaksud mengarahkan, bagi yang mau membeli asuransi kesehatan, produk dari beberapa perusahaan asuransiberikut ini bisa menjadi pertimbangan Anda:


• AJB Bumiputera
Asuransi kesehatan yang dipasarkan PT AJB Bumiputera 1912 secara kumpulan bernama Mitra Medicare. Produk ini mensyaratkan harus memiliki badan hukum sebagai pemegang polis dan jumlah peserta per perusahaan minimal 25 orang. Beberapa manfaat dasar yang diberikan produk ini: biaya kamar, unit perawatan intensif, pembedahan, anestesi, kamar operasi, hingga konsultasi dokter pasca rawat inap.

Untuk asuransi kesehatan individu, AJB Bumiputera menyediakan produk bertajuk Mitra Sehat. Produk ini memberikan biaya rawat inap 3% dari uang pertanggungan (UP) atau maksimal Rp 1 juta per hari, yang dimulai hari ketiga dan maksimal 90 hari per tahun. Adapun hasil investasi minimal 4,5% per tahun. Mitra Sehat menjanjikan UP minimal Rp 100 juta.

Carry G.J. Poetiray, Kepala Pemasaran Bancassurance AJB Bumiputera, mengatakan, selain kedua produk tersebut, perusahaannya punya produk menarik lainnya yang merupakan produk tambahan. Namanya adalah: Hospital Income Surgical Benefit (HISB).

Produk asuransi kesehatan ini menanggung biaya rawat inap bagi penyakit apapun. Syaratnya hanya mendapatkan rekomendasi dari dokter. Produk juga mengganti biaya operasi dan penanganan di unit gawat darurat (UGD). HISB terdiri dari tiga jenis, dengan masa tunggu hingga 180 hari per tahun. Biaya pertanggungannya minimal Rp 15 juta dan tidak ada biaya maksimal.

Bagi penyakit kritis, AJB Bumiputera mempunyai produk tambahan dengan nama Mitra 53 CIA (Critical Illness Acceleration) dan Mitra 53 CIWP (Critical Illnes Waver of Premium). Produk ini menkaver 53 penyakit kritis dengan pertanggungan 50% dari UP pokok. Perbedaannya, jika mengambil Mitra 53 CIWP, maka pemegang polis tidak perlu membayar premi pokok.

Carry menambahkan, besaran premi asuransi kesehatan di AJB Bumiputera sangat beragam, tergantung usia dan lama masa kontrak yang diinginkan pemegang polis. "Dalam waktu dekat kami akan meluncurkan produk asuransi kesehatan yang belum ada di pasar," ujarnya yang menolak bercerita lebih jauh soal produk itu.


• Asuransi Generali
Perusahaan asuransi asal Italia ini memiliki asuransi kesehatan kumpulan bernama Asuransi Rumah Sakit dan Pembedahan Kumpulan. Produk ini mensyaratkan minimal peserta dari sebuah perusahaan sebanyak 10 orang.

Asuransi kesehatan ini memberikan pertanggungan biaya menginap hingga Rp 1 juta per malam. Lainnya, perawatan intensif, pertanggungan operasi, pelayanan rumahsakit, hingga pertanggungan perawatan pribadi. Asuransi Generali mengklaim premi dari produk ini tergolong kecil dan tidak akan memberatkan perusahaan.

Sementara untuk individu, Asuransi Generali tidak memiliki asuransi kesehatan pokok. Seluruh asuransi individu mereka merupakan asuransi kecelakaan diri yang memberikan pertanggungan ketika nasabah mengalami musibah.

Tapi jangan takut, asuransi kesehatan bisa Anda miliki jika mengambil asuransi tambahan.  Salah satunya, Health Plan. Produk ini memberikan manfaat rawat inap karena sakit atau kecelakaan dan ruang gawat darurat. Nilai pertanggungannya minimum Rp 50.000 per hari. Ada juga manfaat operasi minimal Rp 150.000 sehari.

Edy menuturkan, Asuransi Generali memang tidak menawarkan asuransi kesehatan sebagai produk pokok. Soalnya, setiap orang punya fokus perlindungan kesehatan berbeda-beda. "Cara ini kami anggap efektif karena mereka bisa beli polis sesuai dengan yang diinginkan dan layanan maksimal karena fokus," ujar Edy.


• FWD Life
PT FWD Life Indonesia memiliki dua produk asuransi kesehatan, yakni FWD Sprint Health dan FWD Sprint Family Health. Kedua produk ini membundling asuransi kesehatan dengan investasi. Keduanya merupakan paket FWD Sprint Link yang dirancang khusus untuk membantu mempersiapkan dana perlindungan kesehatan pada saat terjadi risiko menjalani perawatan di rumahsakit. FWD Sprint Health membantu perencanaan keuangan kesehatan individu, sedangkan FWD Sprint Family Health menolong perencanaan keuangan kesehatan keluarga.

Dua produk ini memberikan manfaat bila tertanggung mengalami penyakit kritis, cacat tetap total, bahkan mengakibatkan meninggal dunia. Manfaat lain, jika tanggungan utama meninggal sebelum usia 100  tahun, akan dibayarkan UP ditambah nilai investasi yang terbentuk. Kalau tertanggung utama hidup sampai akhir kontrak polis, bakal dibayarkan nilai investasi yang terbentuk.

Rudi Kamdani, Presiden Direktur FWD Life, menjelaskan, perusahaannya menawarkan pendekatan yang mengutamakan kebutuhan nasabah melalui 3 Strategic Differentiators atau 3D: inovasi sesuai kebutuhan nasabah, jalur distribusi didukung teknologi terintegrasi, dan hubungan nasabah yang disokong prasarana digital yang kuat lagi menarik. "Strategi ini diformulasikan dan di implementasikan untuk mendukung visi FWD Life untuk mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi,” ujarnya.

Tetap selektif, dan memilih sesuai kebutuhan Anda.        


Editor: Tri Adi


Terbaru