Jebakan Inflasi Biaya Sekolah: 5 Aset Ini Bisa Selamatkan Tabungan Anda

Minggu, 11 Januari 2026 | 09:10 WIB
Jebakan Inflasi Biaya Sekolah: 5 Aset Ini Bisa Selamatkan Tabungan Anda

ILUSTRASI. Jebakan Inflasi Biaya Sekolah: 5 Aset Ini Bisa Selamatkan Tabungan Anda. (KONTAN/Muradi)


Sumber: BCA Life,Sahabat Pegadaian  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Kenaikan biaya pendidikan yang terjadi secara konsisten setiap tahun menjadi salah satu tantangan finansial terbesar bagi para orang tua.

Tanpa persiapan yang matang sejak dini, selisih antara ketersediaan dana dan kebutuhan riil di masa depan berisiko menciptakan celah keuangan yang mengganggu stabilitas rumah tangga.

Memulai tabungan pendidikan sedini mungkin bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Hal ini dikarenakan laju inflasi biaya pendidikan di Indonesia cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi umum. Kondisi tersebut menuntut strategi alokasi aset yang lebih cermat agar nilai uang tidak tergerus oleh waktu.

Baca Juga: Aturan Emas 48 Jam: Kesalahan Finansial Setelah PHK yang Harus Dihindari

Tahapan Mengestimasi Dana Pendidikan

Langkah pertama dalam menyusun perencanaan ini adalah melakukan kalkulasi yang akurat. Melansir informasi dari laman Sahabat Pegadaian, para orang tua harus mempertimbangkan beberapa komponen biaya di masa depan dengan memperhitungkan faktor inflasi tahunan.

Berikut adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam membuat estimasi dana pendidikan:

  • Identifikasi Jenjang Pendidikan: Tentukan target sekolah atau universitas, apakah di dalam negeri atau luar negeri, karena standar biayanya akan berbeda secara signifikan.
  • Perhitungan Biaya Masuk dan SPP: Hitung total uang pangkal dan iuran bulanan saat ini, lalu proyeksikan dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan sekitar 10% hingga 15% per tahun.
  • Biaya Pendukung: Masukkan variabel biaya lain seperti buku, seragam, transportasi, hingga biaya hidup jika anak harus tinggal di asrama atau kos.
  • Penentuan Jangka Waktu: Hitung sisa waktu yang tersedia sebelum anak memasuki jenjang pendidikan tersebut untuk menentukan besaran setoran bulanan yang diperlukan.

Tips Mengamankan Tabungan dari Dampak Inflasi

Setelah memiliki target angka yang jelas, tantangan berikutnya adalah menjaga agar dana tersebut tetap tumbuh. Inflasi yang fluktuatif dapat menyebabkan daya beli dana yang disimpan di instrumen konvensional menurun.

Dikutip dari tips yang dibagikan oleh BCA Life, terdapat beberapa strategi agar orang tua tetap tenang dalam menyiapkan dana pendidikan meski di tengah kondisi inflasi:

Memilih Instrumen Investasi yang Tepat: Jangan hanya mengandalkan tabungan biasa. Gunakan instrumen investasi seperti reksa dana, emas, atau saham yang secara historis memiliki potensi imbal hasil di atas laju inflasi.

  • Disiplin Menabung Secara Rutin: Konsistensi dalam menyisihkan dana setiap bulan lebih efektif dibandingkan menabung dalam jumlah besar namun tidak teratur.
  • Evaluasi Portofolio Secara Berkala: Lakukan peninjauan kembali setiap tahun untuk memastikan bahwa target dana pendidikan masih selaras dengan kenaikan biaya riil di lapangan.
  • Menyiapkan Dana Darurat: Pastikan memiliki dana cadangan yang terpisah agar tabungan pendidikan tidak terpakai saat terjadi kebutuhan mendesak yang tidak terduga.
  • Mempertimbangkan Proteksi Asuransi: Perlindungan asuransi penting untuk memastikan dana pendidikan anak tetap terjamin meskipun terjadi risiko yang tidak diinginkan pada pencari nafkah utama.

Tonton: Harga Beras Dunia Tertekan 2026! India, Thailand & Vietnam Berebut Pasar, Petani Terjepit?

Pentingnya Diversifikasi Aset

Selain instrumen keuangan pasar modal, emas sering menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia sebagai aset lindung nilai (hedging).

Melansir laman Sahabat Pegadaian, emas memiliki likuiditas yang tinggi dan nilainya cenderung stabil bahkan meningkat dalam jangka panjang, sehingga sangat cocok untuk persiapan biaya masuk sekolah yang bersifat jangka menengah hingga panjang.

Menggabungkan berbagai instrumen keuangan atau melakukan diversifikasi dapat meminimalkan risiko kerugian.

Misalnya, menempatkan dana untuk kebutuhan sekolah dasar di instrumen yang konservatif, sementara dana untuk jenjang perguruan tinggi ditempatkan pada instrumen dengan pertumbuhan yang lebih agresif.

Kesadaran finansial dalam menyiapkan masa depan anak perlu dibangun berdasarkan data dan perencanaan yang realistis. Dengan memulai investasi sedini mungkin, beban finansial di masa depan akan terasa lebih ringan karena terbantu oleh efek bunga majemuk atau compounding interest.

Selanjutnya: Ancaman Penahanan ICE: Siapa Saja yang Boleh Ditangkap Petugas Federal?

Menarik Dibaca: 11 Daftar Makanan yang Tinggi Kandungan Kolesterolnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru