Ingat, ini pentingnya menjaga kesehatan finansial di tengah pandemi

Selasa, 08 Desember 2020 | 08:45 WIB   Reporter: Hikma Dirgantara
Ingat, ini pentingnya menjaga kesehatan finansial di tengah pandemi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi virus corona tak hanya memberi ancaman dari sisi kesehatan saja pada masyarakat, di sisi lain pandemi ini turut mengancam sumber pendapatan masyarakat juga. 

Pasalnya, dengan perlambatan ekonomi, pemasukan individu bisa berkurang, bahkan tak jarang ada yang harus terputus. Oleh sebab itu, dalam situasi saat ini, selain menjaga kesehatan fisik, menjaga kesehatan finansial tak kalah pentingnya.

Financial Planner OneShildt Budi Raharjo menjelaskan, pada masa pandemi ini, yang paling berbahaya adalah apabila pendapatan terganggu karena gangguan kesehatan yang mengakibatkan tidak dapat bekerja. Bahkan yang paling buruknya adalah penghasilan berhenti selamanya akibat risiko kematian. 

Oleh sebab itu, tidak ada ruginya untuk mengantisipasi hal tersebut dengan mengatur keuangan keluarga.

“Langkah pertama adalah mereview dan memprioritaskan pola pengeluaran rumah tangga. Jadi lebih cermat dalam melakukan belanja, beli yang sifatnya kebutuhan pokok. Jangan lupa juga untuk mempersiapkan sejumlah dana darurat dan proteksi jiwa dan kesehatan yang diperlukan,” kata Budi kepada Kontan.co.id, Senin (7/12).

Baca Juga: Kasus fraud melonjak selama WFH, mari cegah dengan 5 langkah ini

Budi mencontohkan, pengeluaran yang sifatnya untuk kebutuhan rekreasi dan jalan-jalan, bisa untuk dikurangi atau dihentikan. Alokasi tersebut bisa disiapkan untuk kebutuhan yang meningkat, seperti biaya vitamin maupun melakukan test PCR swab. 

Jadi, diperlukan untuk menyusun ulang rencana keuangannya agar pondasi keuangan lebih kokoh apabila risiko yang tidak diharapkan terjadi. 

Terkait dana darurat, Budi menilai jumlah idealnya adalah sekitar 3 bulan- 6 bulan pengeluaran bulanan, bahkan lebih banyak lebih baik untuk kondisi saat ini. 

Dana darurat ini sebagai dana yang memungkinkan keluarga dapat terus menyambung kehidupan jika pencari nafkah mengalami risiko harus dirawat akibat sakit. 

Lalu untuk asuransi, Budi menyebut asuransi kesehatan rawat inap rumah sakit untuk mengantisipasi pengeluaran medis akibat anggota keluarga dirawat di rumah sakit merupakan salah satu yang terpenting. 

Juga asuransi santunan tunai harian apabila dirawat di rumah sakit, terutama bagi orang-orang yang bergantung pendapatannya dari kehadirannya secara fisik untuk mendapatkan penghasilan. Jenis asuransi ini akan memberikan santunan sesuai dengan waktu yang hilang karena peserta asuransi tidak dapat bekerja dan mendapatkan perawatan. 

“Berikutnya adalah asuransi jiwa, sebagai upaya jaga-jaga jika hal terburuk terjadi mengakibatkan risiko tutup usia kepada pencari nafkah, keluarga yang ditinggalkan dapat menyambung hidup dengan uang santunan yang diberikan oleh perusahaan asuransi,” tambah Budi.

Baca Juga: Masalah kesehatan dan tantangan ekonomi jadi bagian dari fokus Manulife di 2021

Walaupun sumber pendapatan dibayangi ancaman selama pandemi, Budi tak menampik di balik krisis ini juga ada peluang-peluang usaha untuk menambah sumber pendapatan, apalagi yang berbasis online. Jadi cermat melihat peluang dan kebutuhan orang di sekitar adalah kunci utama sukses mencari pundi-pundi tambahan dalam kondisi saat ini.

“Mulai dari usaha makanan, pakaian, hobi, peralatan dan kebutuhan kesehatan, jasa untuk membantu UMKM agar dapat go online, semuanya punya peluang karena saat ini metode bisnis baik konvensional maupun secara online harus dilakukan secara simultan. Bekerja magang sesuai keahlian juga dapat dilakukan seperti membuat konten-konten sosial media, desain website juga tentunya mengalami peningkatan kebutuhan,” pungkas Budi.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Milenial, inilah 6 tips cerdas membeli rumah lewat KPR

 

Editor: Herlina Kartika Dewi
Terbaru