Investasi

Harga emas Antam menurun, jika beli setahun lalu untung Anda sekecil ini

Minggu, 01 Desember 2019 | 21:22 WIB   Reporter: Hasbi Maulana
Harga emas Antam menurun, jika beli setahun lalu untung Anda sekecil ini

ILUSTRASI. Pramuniaga menunjukkan emas batangan di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur. Selama bulan November harga emas turun sekitar 3,7%. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/foc.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sabtu (30/11) harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 3.000 per gram menjadi Rp 747.000 per gram. Sebagai pembanding, pada hari Jumat (29/11) harga emas Rp 744.000 per gram.

Di lain sisi, harga buy back oleh Logam Mulia naik lebih tinggi, yaitu Rp 4.000 per gram menjadi Rp 663.500 per gram. Sehari sebelumnya harga emas buy back Rp 659.500 per gram.

Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback Sabtu lalu adalah Rp 83.500 per gram.

Baca Juga: Harga emas Antam menunjukkan tren penurunan dalam sepekan terakhir

Meski naik, selama bulan November harga emas turun sekitar 3,7%. Ini menjadi penurunan harga emas bulanan terbesar sejak November 2016.

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia.

Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Baca Juga: Harga emas Antam hari ini tetap di Rp 744.000

Itu berarti, jika Sabtu pagi lalu Anda membeli emas dari Antam, maka harus membayar Rp 747.000 per gram. Kalau karena suatu sebab Anda terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang hari, emas Anda cuma dihargai Rp 663.500 per gram oleh Logam Mulia.

Siapa saja memang perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga emas tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang.

Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi dari harga beli sehingga mampu menutup selisih harga jual emas dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Baca Juga: Harga emas menuju penurunan bulanan terbesar dalam tiga tahun terakhir

Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor membeli emas pada beberapa kurun waktu berikut:

  • Membeli emas pada 23 November 2019 dengan harga Rp 747.000 per gram = sekarang rugi 11,18%
  • Membeli emas pada 30 Oktober 2019 dengan harga Rp 751.000 per gram = sekarang rugi 11,65%
  • Membeli emas pada 30 Agustus 2019 dengan harga Rp 766.000 per gram = sekarang rugi 13,38%
  • Membeli emas pada 30 Mei 2019 dengan harga Rp 662.000 per gram= sekarang untung 0,23%
  • Membeli emas pada 02 Maret 2019 dengan harga Rp 660.000 per gram = sekarang untung 0,53%
  • Membeli emas pada 30 November 2018 dengan harga Rp 650.000 per gram = sekarang untung 2,08%
  • Membeli emas pada 30 Agustus 2018 dengan harga Rp 600.960 per gram = sekarang untung 10,41%
  • Membeli emas pada 30 Mei 2018 dengan harga Rp 615.086 per gram = sekarang untung 7,87%
  • Membeli emas pada 02 Maret 2018  dengan harga Rp 603.986 per gram = sekarang untung 9,85% 

Kalkulasi di atas belum memperhitungkan pajak-pajak yang menyertai transaksi beli maupun jual.

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Hasbi Maulana


Terbaru