KONTAN.CO.ID - Menjaga keseimbangan pengeluaran saat mendekati waktu gajian menuntut kedisiplinan ekstra dalam mengatur uang harian.
Tanpa perencanaan yang matang, banyak orang sering terjebak dalam kesulitan keuangan akibat pola konsumsi yang tidak terukur pada awal bulan.
Oleh karena itu, menerapkan cara belanja yang cermat dan melakukan evaluasi anggaran menjadi kunci utama agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi tanpa harus menguras tabungan.
Baca Juga: Investor Pemula Wajib Tahu: Satu Lot Berapa Lembar dan Cara Hitung ROI Saham
Penting bagi setiap individu untuk mulai membiasakan pola hidup hemat guna menghindari ketergantungan pada pinjaman jangka pendek yang memberatkan.
Dengan mengelola sisa uang secara taktis, risiko kehabisan dana di penghujung bulan dapat ditekan secara signifikan.
Penyusunan Skala Prioritas dan Rencana Anggaran
Langkah awal dalam menjaga ketahanan keuangan adalah melakukan audit terhadap sisa anggaran yang dimiliki.
Penentuan skala prioritas menjadi hal yang sangat mendasar agar dana yang tersisa dialokasikan hanya pada kebutuhan krusial seperti makanan, tagihan rutin, dan biaya transportasi.
Salah satu metode efektif untuk mengontrol pengeluaran adalah dengan membawa uang tunai secukupnya saat berbelanja.
Cara ini dinilai ampuh untuk membatasi keinginan membeli barang di luar rencana awal yang sering dipicu oleh kemudahan transaksi digital.
Selain itu, menyusun daftar belanja secara detail sebelum berangkat ke supermarket dapat meminimalkan risiko membeli barang-barang yang tidak perlu.
Dikutip dari Bank Muamalat, masyarakat juga disarankan untuk meninjau kembali pengeluaran untuk hiburan dan gaya hidup.
Menunda pengeluaran yang bersifat sekunder hingga tanggal gajian berikutnya merupakan pilihan bijak untuk memastikan cadangan uang tetap aman untuk kebutuhan pokok.
Baca Juga: Keuangan Pensiun 2026: 4 Kunci Hidup Tenang Tanpa Cemas
Tips Belanja Cerdas agar Akhir Bulan Tetap Nyaman
Belanja hemat tidak selalu berarti harus mengurangi jumlah makanan, melainkan lebih pada ketelitian dalam mencari harga terbaik dari setiap Rupiah yang dikeluarkan.
Membandingkan harga antar toko ritel atau platform belanja daring sering kali memberikan selisih harga yang cukup menguntungkan untuk penghematan total.
Berdasarkan tips yang dilansir oleh BFI Finance, terdapat beberapa teknik belanja taktis yang bisa diterapkan agar kondisi keuangan tetap stabil:
- Manfaatkan Promo dan Diskon: Aktif mencari informasi mengenai potongan harga atau program khusus untuk produk kebutuhan sehari-hari yang memiliki masa simpan lama.
- Belanja dalam Kemasan Besar (Bulk Buying): Membeli barang rutin seperti detergen atau kebutuhan dapur dalam ukuran besar biasanya menawarkan harga satuan yang lebih murah dibandingkan kemasan kecil.
- Pilih Produk Label Toko: Banyak supermarket memiliki produk dengan merek sendiri (private label) yang kualitasnya setara dengan merek terkenal namun harganya jauh lebih terjangkau.
- Gunakan Poin Hadiah: Memanfaatkan akumulasi poin dari transaksi sebelumnya untuk memotong total tagihan belanja saat ini.
Mengoptimalkan Layanan Bank dan Transaksi Digital
Di tengah maraknya penggunaan layanan digital, fasilitas perbankan seperti kartu kredit atau dompet digital sebenarnya dapat menjadi alat untuk berhemat jika digunakan secara terukur.
Banyak bank yang menjalin kerja sama dengan supermarket besar untuk memberikan insentif berupa diskon atau program poin tambahan.
Melansir Bank Sinarmas, penggunaan kartu kredit untuk belanja kebutuhan rutin bisa memberikan keuntungan jika terdapat promo khusus dengan toko terkait.
Namun, pengguna harus memastikan bahwa transaksi tersebut tidak melebihi kemampuan bayar agar tidak terjerat beban bunga di masa mendatang.
Selain itu, mencatat setiap pengeluaran, sekecil apa pun, melalui aplikasi pengatur keuangan sangat disarankan. Dengan melihat catatan pengeluaran secara nyata, seseorang akan lebih sadar akan pola konsumsinya dan menjadi lebih hati-hati dalam menggunakan uang di akhir bulan.
Tonton: Transparansi Dipertanyakan! MSCI Bekukan Data Saham Indonesia
Biasakan Menyisihkan Uang di Awal
Ketahanan keuangan jangka panjang sebenarnya ditentukan sejak hari pertama saat menerima gaji. Prinsip utama dalam manajemen keuangan yang sehat adalah menyisihkan uang di awal, bukan menyisakan di akhir bulan.
Dengan mengalokasikan minimal 10% hingga 20% dari pendapatan untuk dana cadangan, risiko kekurangan uang saat tanggal tua dapat dihindari.
Konsistensi dalam menerapkan pola hidup hemat tidak hanya bermanfaat untuk jangka pendek, tetapi juga mendukung pencapaian tujuan keuangan yang lebih besar di masa depan.
Melalui kombinasi antara pengelolaan belanja, pemanfaatan layanan perbankan yang tepat, dan kontrol diri, momen akhir bulan tidak lagi menjadi sumber kecemasan bagi masyarakat.
Selanjutnya: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Jumat 30 Januari 2026, Waktunya Bergerak
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Jumat 30 Januari 2026, Waktunya Bergerak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News