Dana Darurat 2026: 6 Bulan Tak Cukup! Waktunya Target Dana Darurat 12 Bulan

Jumat, 02 Januari 2026 | 16:29 WIB
Dana Darurat 2026: 6 Bulan Tak Cukup! Waktunya Target Dana Darurat 12 Bulan

ILUSTRASI. Dana Darurat 2026: 6 Bulan Tak Cukup! Waktunya Target Dana Darurat 12 Bulan. (dok./Kontan)


Sumber: Yahoo Finance  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Memasuki tahun baru, Dinamika ekonomi global kini makin sulit diprediksi membuat seseorang perlu memiliki ketahanan ekonomi dengan cara menyiapkan dana darurat tahun untuk tahun 2026. 

Meskipun biasanya dana darurat disarankan untuk 3-6 bulan, beberapa perencana keuangan kini mulai merekomendasikan dana darurat yang setara dengan 12 bulan pengeluaran untuk perlindungan yang lebih maksimal.

Baca Juga: Kelola Gaji Pertama 2026: Metode 50/30/20 dan Rekomendasi Investasi Aman

Dana darurat berfungsi sebagai jaring pengaman saat terjadi hal-hal di luar rencana, seperti kehilangan pekerjaan, tagihan medis yang tidak terduga, atau kerusakan aset besar. 

Mengutip laporan dari Yahoo Finance, survei yang dilakukan YouGov menunjukkan bahwa sekitar 40% orang yang memiliki tabungan darurat sebelum masa pandemi terpaksa menggunakannya, dan lebih dari 73% di antaranya menghabiskan lebih dari setengah dana tersebut. 

Kondisi ini memicu kesadaran baru bahwa cadangan dana yang lebih tebal sangat diperlukan, meskipun saat ini sudah tidak dalam kondisi pandemi.

Mengapa Perlu Dana Darurat 12 Bulan di Tahun 2026?

Bagi sebagian orang, cadangan dana untuk setahun penuh mungkin terlalu berlebihan. Namun, menurut Alex Caswell, seorang perencana kekayaan di RHS Financial yang dilansir Yahoo Finance, ada kondisi tertentu yang membuat dana darurat 12 bulan menjadi keharusan.
 
Kondisi tersebut mencakup individu yang menjadi satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga atau mereka yang bekerja di sektor yang sangat sensitif terhadap gejolak ekonomi.

Contohnya jika pengeluaran bulanan Anda mencapai Rp 10.000.000, maka target dana yang harus terkumpul adalah Rp 120.000.000.

Selain itu, individu yang memiliki penghasilan tidak tetap, seperti pelaku usaha atau pekerja lepas (freelancer), juga membutuhkan bantalan finansial yang lebih besar.

Hal ini penting untuk menutupi biaya tetap yang besar saat pendapatan sedang menurun. Bagi mereka yang sudah pensiun, dana darurat satu tahun memberikan waktu bagi pasar modal untuk pulih sebelum mereka harus mencairkan aset investasi lainnya.

Rekomendasi ini bersifat kondisional dan paling relevan mengingat cukup banyak pencari kerja saat ini yang kesulitan mendapatkan pekerjaan baru karena keterbatasan skill hingga usia. 

Baca Juga: Harga Emas Antam Rp2.434.671 Awal 2026, Saatnya Beli!

Cara Membangun Dana Darurat 2026

Membangun dana darurat sebesar 12 bulan gaji memang tidak bisa dilakukan dalam semalam. 

Berdasarkan saran dari para pakar keuangan yang dikutip melalui Yahoo Finance, berikut adalah langkah-langkah sistematis yang dapat dilakukan:

  • Identifikasi Pengeluaran Esensial: Hitung total pengeluaran untuk kebutuhan pokok seperti perumahan, pangan, transportasi, dan asuransi.
  • Hitung Pendapatan Bersih: Ketahui jumlah sisa uang setelah pajak untuk menentukan berapa banyak yang bisa ditabung setiap bulan.
  • Otomatisasi Tabungan: Atur transfer otomatis dari rekening gaji ke rekening khusus dana darurat untuk meminimalkan keinginan membelanjakan uang tersebut.
  • Pangkas Pengeluaran Non-Esensial: Evaluasi kembali biaya langganan atau gaya hidup yang bisa dikurangi untuk mempercepat pencapaian target.
  • Manfaatkan Dana Kaget: Gunakan bonus tahunan, tunjangan hari raya (THR), atau pengembalian pajak langsung ke dalam tabungan darurat.

Memaksimalkan Dana Tanpa Risiko Tinggi

Menaruh dana darurat dalam jumlah besar hanya di rekening tabungan biasa tentu kurang optimal karena tergerus inflasi.

Melansir panduan dari Yahoo Finance, disarankan untuk menempatkan dana tersebut pada instrumen yang menawarkan bunga lebih baik namun tetap likuid, seperti akun pasar uang atau reksa dana pasar uang.

Tonton: Zelensky: Perang Segera Usai, Kesepakatan Damai Rusia-Ukraina Tinggal 10 Persen

John Li, pakar keuangan dari Fig Loans, menyebutkan bahwa instrumen pasar uang sering kali memberikan tingkat bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa.

Hal ini membuat uang Anda bekerja lebih keras tanpa harus masuk ke aset berisiko tinggi. Namun, peserta tetap harus teliti terhadap biaya administrasi agar tidak menggerus imbal hasil yang didapatkan.

Di sisi lain, penting untuk diingat bahwa membangun dana darurat tidak boleh mengorbankan tujuan keuangan lainnya.

Kyle Harpin, analis investasi di Edward Jones, menekankan bahwa pembangunan dana darurat harus dilakukan beriringan dengan pembayaran utang dan tabungan pensiun.

Dengan strategi yang disiplin dan pemanfaatan instrumen yang tepat, target dana darurat 12 bulan di tahun 2026 menjadi resolusi yang realistis untuk dicapai di tengah ketidak pastian ekonomi global.

Selanjutnya: Kemenperin Proyeksikan Ekspor Industri Manufaktur Tembus US$ 236 Miliar pada 2026

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 1-7 Januari 2026, Rinso-Mama Lemon Hemat Banyak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru