Pensiun

Survei Manulife, 60% Warga Indonesia Siapkan Dana Hari Tua Agar Tidak Bebani Anak

Senin, 27 Juli 2026 | 20:20 WIB
Survei Manulife, 60% Warga Indonesia Siapkan Dana Hari Tua Agar Tidak Bebani Anak

ILUSTRASI. Manulife Asia Care Survey 2026 mendapati, masyarakat Indonesia rata-rata berencana mengalokasikan 60% aset finansialnya untuk mendukung kemandirian pribadi (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Harris Hadinata  | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kesadaran masyarakat Indonesia untuk tidak bergantung pada anak atau keturunan di masa tua semakin meningkat. Kini semakin banyak orang yang menyiapkan investasi untuk kehidupan di masa tua.

Kondisi ini tercermin dalam Manulife Asia Care Survey 2026, yang dipublikasikan pada Senin (27/7/2026). Survei yang dilakukan Manulife Group ini mendapati, masyarakat Indonesia rata-rata berencana mengalokasikan 60% aset finansialnya untuk mendukung kemandirian pribadi, terutama untuk kebutuhan kesehatan dan perawatan di masa depan.

Jadi, porsi yang dialokasikan sebagai warisan bagi anak dan keluarga hanya sekitar 40% dari aset finansialnya. Survei Manulife tersebut juga mendapati 93% masyarakat Indonesia menilai kemandirian dan kebebasan finansial sebagai warisan baru yang ingin mereka berikan kepada keluarga. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata regional Asia sebesar 82%.

Temuan ini mengindikasikan adanya pergeseran nilai dalam keluarga Indonesia. Beberapa tahun terakhir, Manulife mendapati berkembangnya pemahaman mengenai umur panjang, di mana setiap orang perlu mempersiapkan diri agar tetap mandiri dan tidak membebani generasi berikutnya.

 “Temuan Manulife Asia Care Survey 2026 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin menyadari bahwa hidup lebih lama perlu diiringi dengan persiapan yang lebih matang,” tutur Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur & CEO PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Risiko Finansial di Masa Pensiun Mengintai! Siapkan Asuransi Seumur Hidup

Manulife Asia Care Survey 2026 mendapati, 65% responden Indonesia memaknai kebebasan sebagai kemampuan untuk tidak menjadi beban bagi orang lain. Temuan ini menegaskan bahwa kemandirian kini dipandang sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga, karena memberi ruang bagi generasi berikutnya untuk menjalani hidup mereka tanpa beban finansial maupun kewajiban merawat orang tua yang berlebihan.

Namun, aspirasi untuk tetap mandiri di usia lanjut tidak lepas dari tantangan nyata. Manulife Asia Care Survey 2026 menemukan, masyarakat Indonesia memperkirakan akan menjalani sekitar 13 tahun hingga 14 tahun di masa tua dengan kebutuhan dukungan perawatan kesehatan atau finansial.

Di saat yang sama, sekitar enam dari sepuluh responden Indonesia khawatir terhadap kemampuan mereka membiayai kebutuhan perawatan kesehatan di masa depan.

Dari sisi kesehatan, 71% masyarakat Indonesia menyebut kesehatan dan kualitas hidup sebagai prioritas utama dalam memilih kemandirian, dibandingkan warisan dalam bentuk harta. Kesadaran terhadap pentingnya pencegahan juga cukup tinggi, dengan sekitar 89% responden percaya bahwa pemeriksaan kesehatan rutin dan langkah preventif dapat membantu menjaga kemandirian di masa pensiun.

Meski demikian, masih terdapat kesenjangan antara kesadaran dan tindakan. Survei menunjukkan bahwa 56% masyarakat Indonesia melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh setidaknya sekali dalam setahun, sementara 16% belum pernah melakukannya.

Baca Juga: Siapkan Dana Pendidikan Anak Sekarang, Cek Cara Hitung Proyeksi Biaya Masa Depan

Dari sisi kebiasaan perawatan diri, sekitar separuh responden telah menjaga pola makan seimbang dan rutin berolahraga. Namun hanya sekitar sepertiga yang telah melakukan pemeriksaan dini dan tindakan preventif untuk menghindari penyakit kronis.

Survei Manulife juga menunjukkan 87% masyarakat Indonesia berencana mengandalkan tabungan pribadi untuk membiayai kebutuhan pensiun dan perawatan. Sementara 73% berencana mengandalkan investasi.

Sebaliknya, hanya sepertiga responden Indonesia yang masih mengharapkan dukungan finansial dari anak di masa pensiun nanti. Ini menunjukkan pergeseran dari ketergantungan pada dukungan anak menuju tanggung jawab pribadi dalam mempersiapkan masa tua.

 “Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya mempersiapkan kemandirian finansial agar tidak menjadi beban generasi berikutnya,” Afifa, CEO & Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.

Afifa menuturkan, mengandalkan tabungan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pensiun yang kian panjang, biaya kesehatan yang terus meningkat, dan kebutuhan akan pendapatan yang berkelanjutan. “Karena itu, rencana investasi yang cermat, sesuai profil risiko dan dijalankan dengan disiplin, menjadi sebuah keharusan,” papar dia.

Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Risiko Mobil Listrik Beda, Asuransi Juga Harus Beda

Sekadar info, survei Manulife melibatkan lebih dari 9.000 responden di seluruh Asia, termasuk 1.000 responden di Indonesia untuk mengkaji pandangan dan sikap masyarakat terkait umur panjang, kesehatan, tanggung jawab sebagai pemberi perawatan, kesiapan pensiun, serta kesejahteraan finansial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru