Pakai ChatGPT untuk Rencanakan Pensiun 2026: Manfaat, Batas, dan Tips Aman

Selasa, 06 Januari 2026 | 10:06 WIB
Pakai ChatGPT untuk Rencanakan Pensiun 2026: Manfaat, Batas, dan Tips Aman

ILUSTRASI. Pakai ChatGPT untuk Rencanakan Pensiun 2026: Manfaat, Batas, dan Tips Aman. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Investopedia  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), khususnya ChatGPT, banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membantu urusan finansial. 

Salah satunya adalah memanfaatkan chatbot ini untuk menyusun strategi menghadapi masa pensiun. Meskipun menawarkan kemudahan akses informasi, para ahli mengingatkan bahwa teknologi ini memiliki batasan serius yang perlu dipahami oleh investor.

Secara teknis, ChatGPT dapat memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan kompleks, mulai dari kapan waktu yang tepat untuk mencairkan jaminan sosial, estimasi biaya medis di masa tua, hingga memilih akun pensiun yang paling efisien secara pajak.

Baca Juga: Obligasi 2026: Panduan Lengkap untuk Investor Pemula

Namun, mengandalkan AI sepenuhnya untuk menyusun masa depan keuangan yang nilainya bisa mencapai jutaan bahkan miliaran Rupiah tentu memerlukan kehati-hatian ekstra.

Sebagai gambaran, jika seorang investor berencana mengelola dana pensiun sebesar US$ 500.000, nilai tersebut setara dengan Rp 8,35 miliar (kurs Rp 16.700 per US$). Kesalahan kecil dalam proyeksi yang diberikan AI bisa berdampak besar pada nilai aset tersebut di masa depan.

Batasan Logika dan Berpikir Kritis

Salah satu kelemahan utama AI saat ini adalah ketiadaan kemampuan berpikir kritis. Menurut Robert Persichitte, seorang perencana keuangan tersertifikasi (Certified Financial Planner/CFP) dari Delagify Financial, AI tidak membentuk ide baru melainkan hanya menghubungkan ide-ide yang sudah ada.

Persichitte, seperti dilansir dari Investopedia, menyebutkan bahwa ChatGPT bertindak menyerupai mesin pencari yang lebih canggih.

Masalahnya, karena tidak memiliki kearifan atau diskresi, AI sering kali menyalin ide dari sumber mana pun, termasuk sumber yang mungkin menawarkan saran yang sudah usang atau tidak lengkap.

Hal ini berisiko bagi pengguna yang tidak memiliki dasar pengetahuan finansial yang kuat untuk memverifikasi informasi tersebut.

Manfaat ChatGPT dalam Memahami Konsep Finansial

Meski memiliki keterbatasan, ChatGPT tetap diakui sebagai alat edukasi yang cukup mumpuni. Bagi masyarakat yang ingin mempelajari terminologi investasi atau skema dana pensiun, teknologi ini sangat membantu mempercepat riset awal.

Melansir pandangan Stephan Shipe, pendiri Scholar Financial Advising, ChatGPT adalah alat yang hebat untuk menjelaskan konsep pensiun atau membantu memahami berbagai opsi yang tersedia.

Namun, ia menegaskan bahwa AI bukanlah "kotak perkakas" yang lengkap karena teknologi ini tidak mampu mengantisipasi perilaku manusia, emosi, atau dinamika kehidupan yang tidak terduga.

Bagi investor Indonesia, ChatGPT bisa digunakan untuk memahami instrumen seperti Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) atau perbandingan imbal hasil obligasi negara, namun verifikasi data tetap wajib dilakukan secara mandiri.

Langkah Bijak Menggunakan AI untuk Keuangan

Untuk memaksimalkan penggunaan ChatGPT dalam perencanaan keuangan tanpa terjebak pada informasi yang keliru, pengguna disarankan mengikuti beberapa langkah praktis berikut:

  • Verifikasi Sumber: Selalu periksa dari mana ChatGPT mendapatkan informasi tersebut. Model AI terbaru biasanya sudah menyertakan tautan atau kutipan dari artikel berita terbaru.
  • Gunakan Sebagai Bahan Diskusi: Gunakan jawaban dari ChatGPT sebagai poin pertanyaan saat berkonsultasi dengan penasihat keuangan manusia.
  • Waspada Privasi Data: Hindari memasukkan detail sensitif seperti nomor rekening, jumlah saldo spesifik, atau informasi pajak pribadi ke dalam kolom chat karena data tersebut dapat digunakan untuk pelatihan model AI dan berisiko terhadap kebocoran data.
  • Fokus pada Edukasi, Bukan Eksekusi: Gunakan AI untuk memahami cara kerja bunga majemuk atau diversifikasi portofolio, bukan untuk memutuskan jual-beli aset secara spesifik.

Tonton: Prabowo: Dengan Bangga Saya Sampaikan Indonesia Sudah Swasembada Beras

Pentingnya Penasihat Keuangan

Interaksi manusia tetap menjadi komponen krusial dalam perencanaan jangka panjang. Luke Harder, CFP dari Claro Advisors, menjelaskan bahwa AI tidak mengetahui gambaran finansial seseorang secara utuh, termasuk bagaimana seorang investor menangani volatilitas pasar secara emosional.

Seorang penasihat keuangan manusia jauh lebih siap untuk memahami emosi klien saat pasar saham jatuh. Mereka dapat memberikan nasihat untuk tetap memegang investasi saat AI mungkin hanya memberikan perhitungan matematis tanpa mempertimbangkan aspek psikologis investor.

Kesimpulannya, ChatGPT merupakan sumber daya awal yang baik untuk memulai riset masa pensiun. Namun, mengingat taruhannya yang sangat tinggi, sangat disarankan untuk membawa hasil riset dari AI tersebut kepada profesional keuangan yang kompeten guna mendapatkan rincian dan nuansa yang sesuai dengan rencana pensiun spesifik Anda.

Selanjutnya: Daftar Kode Redeem Jujutsu Infinite Januari 2026: Dapatkan Reward hingga 100 Spin

Menarik Dibaca: IHSG Ada Potensi Koreksi, Berikut Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Selasa (6/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru