HOME

Harga emas 24 karat Antam turun Rp 10.000 (22/5), ini potensi untung rugi

Jumat, 22 Mei 2020 | 10:58 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Harga emas 24 karat Antam turun Rp 10.000 (22/5), ini potensi untung rugi

ILUSTRASI. Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Sabtu (18/4/2020).

KONTAN.CO.ID - Jumat (22/5), harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 10.000 per gram, dari sebelumnya Rp 926.000 per gram menjadi Rp 916.000 per gram.

Tanggal Harga Emas per gram Harga Buyback per gram (Hari ini) Potensi Laba/Rugi
15 Mei 2020 Rp 917.000 Rp 815.000 -11.12% (rugi)
22 April 2020 Rp 928.000 Rp 815.000 -12.18% (rugi)
22 Februari 2020 Rp 804.000 Rp 815.000 1.37% (untung)
22 November 2019 Rp 748.000 Rp 815.000 8.96% (untung)
22 Agustus 2019 Rp 755.000 Rp 815.000 7.95% (untung)
22 Mei 2019 Rp 662.000 Rp 815.000 23.11% (untung)
22 Februari 2019 Rp 673.000 Rp 815.000 21.10% (untung)
22 November 2018 Rp 618.112 Rp 815.000 31.85% (untung)
22 Agustus 2018 Rp 594.906 Rp 815.000 37.00% (untung)

Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia turun Rp 9.000 per gram, dari sebelumnya Rp 824.000 per gram menjadi Rp 815.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 101.000 per gram.

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Baca Juga: Harga emas turun lebih 1% karena investor beralih ke uang tunai

Jadi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 916.000 per gram. Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 815.000 per gram oleh Logam Mulia.

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Baca Juga: Potensi saham emas di tengah pandemi


Editor: S.S. Kurniawan


Terbaru