HOME

Banyak orang Indonesia yang tak siap pensiun

Rabu, 27 April 2016 | 09:15 WIB   Reporter: Sri Sayekti
Banyak orang Indonesia yang tak siap pensiun

JAKARTA. Mungkin Anda termasuk salah satu orang yang khawatir dengan masa depan dan hari tua. Anda mungkin kerap memikirkan masa-masa pensiun, saat raga sudah tidak bisa bekerja mendatangkan uang kelak.

Saat sudah masuk masa itu, siapa yang akan membiayai kalau Anda sakit dan terpaksa dirawat di rumahsakit? Bagaimana dengan kehidupan sehari-hari dan keluarga? Apakah mereka akan baik-baik saja, mendapatkan penghidupan yang layak? Konon, kekhawatiran ini begitu menghantui, sampai-sampai ada yang tidak nyenyak tidur memikirkannya.

Tapi, nyatanya, tidak banyak orang yang sudah benar-benar mempersiapkan kebutuhan keuangan untuk masa pensiunnya. Asal tahu saja, sekitar satu di antara tiga orang Indonesia belum menyiapkan jaminan kesejahteraan masa depan di saat pensiun.

Hal ini terungkap dalam survei The Power of Protection, Confidence in The Future yang dilakukan HSBC. Selama bulan Oktober sampai November 2015, HSBC melakukan survei ini di 12 negara, termasuk Indonesia.

Steven Suryana, Senior Vice President and Head of Wealth Management HSBC Indonesia, mengatakan, survei di Indonesia dilakukan terhadap 1.000 orang responden. Para responden itu bukan nasabah HSBC.

Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 64% mengkhawatirkan kesehatan fisik mereka di masa depan dan 54% khawatir tentang kesehatan finansial mereka. Selain itu, 43% cemas pada kualitas hidup masa tua.

Kesehatan menjadi perhatian terbesar karena responden meyakini gangguan kesehatan akan berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan.  “Sebanyak 72% responden khawatir gangguan kesehatan akan berdampak pada kualitas kehidupannya,” jelas Steven.

Kesehatan yang terganggu akan berpengaruh terhadap kemampuan dalam membiayai hidup (72%), keharmonisan keluarga (70%), kondisi psikologis (61%), hubungan dengan pasangan (57%) serta keberadaannya sebagai orangtua yang baik (50%).

Meski ada kekhawatiran terhadap kesehatan fisik, tetapi ternyata ada 33% responden yang menyatakan samasekali tidak memiliki proteksi. Padahal mereka ini memiliki keinginan untuk mendapatkan cara agar mereka mampu melakukan pengelolaan finansial yang baik.

Di sisi lain, ada 67% responden yang menyatakan bahwa mereka telah melakukan persiapan finansial dalam bentuk tabungan, investasi dan asuransi. Namun begitu, 38% dari responden tersebut mengaku belum memahami sepenuhnya persiapan finansial yang telah mereka lakukan sudah sesuai kebutuhan, serta dapat dijadikan jaminan di masa tua nanti atau masih kurang.

Selain itu, persiapan finansial yang dilakukan responden (44%), ternyata masih fokus pada perencanaan jangka pendek untuk kebutuhan-kebutuhan yang bersifat mendadak.
Ada pula 55% responden yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang proteksi yang tepat sesuai kebutuhan dan tidak tahu bagaimana cara memperolehnya.

Ada 36% responden yang berpendapat bahwa mereka saat ini merasa belum membutuhkan atau tidak menjadikan persiapan finansial jangka panjang sebagai prioritas.

Wah, gawat juga, ya! Kalau Anda termasuk orang yang belum siap, ada baiknya Anda mulai siapkan masa pensiun dari sekarang.


Editor: Harris Hadinata


Terbaru