Strategi Investasi Milenial 2026: 5 Aset Aman Mulai dari Modal Kecil

Sabtu, 31 Januari 2026 | 07:55 WIB
Strategi Investasi Milenial 2026: 5 Aset Aman Mulai dari Modal Kecil

ILUSTRASI. Strategi Investasi Milenial 2026: 5 Aset Aman Mulai dari Modal Kecil. (Dok/BNI Sekuritas)


Sumber: Sahabat Pegadaian,Bankrate,Investopedia,Kemenkeu  | Editor: Tiyas Septiana

KONTAN.CO.ID -  Momen gajian di penghujung Januari 2026 menjadi waktu krusial bagi milenial untuk mulai membangun portofolio aset. 

Alokasi gaji pertama di tahun ini ke instrumen investasi yang tepat akan menentukan stabilitas finansial jangka panjang. 

Dibandingkan sekadar menabung, menempatkan dana pada aset produktif merupakan strategi paling efektif guna melawan inflasi yang dinamis.

Baca Juga: Keuangan Pribadi Bocor? Hindari Defisit dengan 6 Trik Anggaran Ini

Bagi karyawan muda, kemudahan akses dan keamanan modal adalah prioritas utama. Saat ini, berbagai instrumen keuangan memungkinkan akumulasi aset dimulai dengan modal yang sangat terjangkau, sehingga keterbatasan gaji awal bukan lagi menjadi penghalang untuk berinvestasi.

Berikut adalah lima instrumen investasi yang diproyeksikan tetap prospektif pada 2026 bagi generasi muda:

1. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang menjadi pilihan teratas bagi milenial yang memprioritaskan likuiditas tinggi. Dana investor dikelola oleh manajer investasi ke dalam deposito dan surat utang jangka pendek dengan risiko yang relatif terkendali.

Melansir dari laman Bankrate, instrumen ini sangat direkomendasikan bagi pemula karena fluktuasi nilainya yang stabil dibanding pasar saham.

Selain memberikan imbal hasil kompetitif, dana pada reksa dana ini dapat dicairkan sewaktu-waktu, menjadikannya opsi ideal untuk menyimpan dana darurat.

2. Surat Berharga Negara (SBN) Ritel

Investasi pada surat utang negara merupakan instrumen paling aman karena pokok dan kuponnya dijamin penuh oleh undang-undang.

Pemerintah secara rutin merilis seri SBN ritel seperti ORI atau Sukuk Tabungan yang bisa dibeli mulai dari Rp 1.000.000.

Dikutip dari Media Keuangan Kemenkeu, instrumen SBN sangat relevan bagi generasi muda karena menawarkan pendapatan tetap (kupon) bulanan.

Keuntungan ini biasanya lebih tinggi daripada rata-rata bunga deposito perbankan konvensional, sehingga sangat membantu menjaga arus kas investor pemula.

Baca Juga: Dompet Akhir Bulan Aman: Trik Jitu Belanja Hemat yang Wajib Dicoba!

3. Emas dan Logam Mulia Digital

Emas tetap menjadi aset safe haven pilihan untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.

Menariknya, milenial kini tidak perlu menunggu modal besar untuk memiliki emas fisik berkat adanya layanan tabungan emas digital.

Dilansir dari Sahabat Pegadaian, investasi emas kini dapat dimulai dengan nominal sangat minim, yakni Rp 10.000.

Strategi mencicil emas secara digital ini memungkinkan karyawan muda melakukan akumulasi aset tanpa terbebani oleh pergerakan harga pasar harian yang fluktuatif.

4. Saham Fundamental (Blue Chip)

Bagi milenial dengan profil risiko agresif, mengoleksi saham perusahaan dengan fundamental kuat (blue chip) menawarkan potensi pertumbuhan modal yang signifikan.

Fokus pada perusahaan di sektor perbankan atau konsumsi yang rutin membagikan dividen sangat disarankan untuk pemula.

Menurut Investopedia, strategi investasi yang sederhana dengan memilih perusahaan mapan jauh lebih efektif daripada berspekulasi pada saham berisiko tinggi.

Membeli saham yang produknya digunakan sehari-hari memberikan pemahaman bisnis yang lebih nyata bagi investor yang baru bekerja.

Tonton: Dirut BEI Mundur, Purbaya: Kesalahan Dia Fatal

5. Deposito Bank Digital

Ekosistem bank digital di Indonesia masih menawarkan suku bunga simpanan yang menarik sepanjang 2026.

Dengan bunga di kisaran 4% hingga 6%, deposito digital menjadi tempat parkir dana yang efisien sebelum dipindahkan ke instrumen lain yang lebih agresif.

Untuk memastikan investasi berjalan maksimal di akhir Januari ini, perhatikan langkah berikut:

  • Alokasi Langsung: Segera sisihkan porsi investasi tepat setelah gaji masuk sebelum terpakai untuk konsumsi.
  • Mulai dari Mikro: Gunakan fitur investasi mikro pada aplikasi legal untuk membiasakan disiplin keuangan.
  • Siapkan Dana Cadangan: Pastikan memiliki dana darurat cair sebesar tiga kali pengeluaran bulanan.
  • Gunakan Dana Dingin: Investasikan uang yang memang tidak digunakan untuk kebutuhan pokok atau cicilan.
  • Cek Izin OJK: Selalu verifikasi legalitas platform investasi guna menghindari risiko penipuan yang merugikan.

Memulai langkah kecil di akhir Januari 2026 akan memberikan efek bunga majemuk yang besar di masa depan. Konsistensi dalam menyisihkan pendapatan merupakan kunci utama bagi setiap karyawan muda untuk mencapai kemandirian finansial.

Selanjutnya: Belum Paham Spiritual Awakening? Tonton 6 Film Pembuka Mata Ini

Menarik Dibaca: Belum Paham Spiritual Awakening? Tonton 6 Film Pembuka Mata Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tag

Terbaru