Menguat tujuh pekan berturut-turut, harga minyak mentah koreksi di minggu ini

Sabtu, 26 Desember 2020 | 14:00 WIB   Reporter: Anna Suci Perwitasari
Menguat tujuh pekan berturut-turut, harga minyak mentah koreksi di minggu ini


KONTAN.CO.ID -  LONDON. Harga minyak mentah kompak melemah di pekan ini akibat pasar yang sepi jelang libur Natal. Walau berhasil menguat pada perdagangan Kamis (24/12), harga minyak tercatat melemah sepanjang pekan ini. 

Kamis (24/12), harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Februari 2021 ditutup menguat 9 sen ke level US$ 51,29 per barel. 

Sedangkan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Februari 2021 ditutup naik 10 sen menjadi US$ 48,23 per barel.

Namun, untuk pekan ini, harga minyak acuan terlihat melemah. Di mana WTI turun 1,6% dan Brent anjlok 2%. Ini jadi pelemahan pekan pertama bagi minyak acuan setelah tujuh minggu berturut-turut selalu menguat. 

Pasar minyak telah menguat tajam sejak akhir Oktober karena berita dari perkembangan vaksin yang menuju persetujuan di banyak negara untuk menggelar vaksinasi. Padahal di saat yang sama, infeksi masih tumbuh di seluruh dunia.

Baca Juga: Harga minyak mentah naik setelah kesepakatan Brexit, jelang libur Natal

"Sementara kesepakatan Brexit agak mendukung, walau dampak Covid-19 adalah pendorong paling dominan di pasar minyak," kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates, di Houston, Texas seperti dikutip dari Reuters.

"Pasar minyak sedang menunggu distribusi vaksin yang lebih luas agar masyarakat kembali aktif di jalan dan di udara," lanjut dia. 

Tetapi kekhawatiran kembali datang usai varian baru virus corona, yang tampaknya menyebarkan penyakit lebih cepat, telah menyerang Inggris, Nigeria, dan negara lain.

Setidaknya empat pembuat obat berharap vaksin Covid-19 mereka akan efektif melawan varian virus baru yang menyebar cepat yang sedang berkecamuk di Inggris, dan melakukan tes yang akan memberikan konfirmasi dalam beberapa minggu.

Dengan mencapai kesepakatan Brexit, Inggris menghindari kepergian yang kacau dari salah satu blok perdagangan terbesar di dunia. Ini menjadi sebuah langkah yang diperingatkan oleh banyak investor akan memicu volatilitas lebih lanjut di pasar keuangan.

 

Selanjutnya: Harga emas spot menguat ke US$ 1.883 per ons troi berkat Brexit dan paket stimulus AS

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru