Indonesia terancam masuk ke jurang resesi, ini cara tepat menghadapinya

Sabtu, 05 September 2020 | 12:01 WIB Sumber: Kompas.com
Indonesia terancam masuk ke jurang resesi, ini cara tepat menghadapinya

ILUSTRASI. Indonesia terancam masuk ke jurang resesi, ini cara tepat menghadapinya. KONTAN/Baihaki/26/7/2020


KONTAN.CO.ID -

Jakarta. Daftar negara yang masuk ke jurang resesi semakin banyak. Setidaknya 18 negara sudah masuk ke jurang resesi. Terbaru, Australia resmi masuk ke jurang resesi setelah ekonominya mengalami kontraksi sebesar 6,3% year on year (YoY) pada kuartal II 2020. 

Indonesia juga terancam masuk ke jurang resesi karena pada kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 5,32 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2020 diperkirakan masih akan minus. 

Baca juga: Katalog promo Tupperware September 2020 cool teen, bawa bekal makanan makin kece 

Head of Marketing PT Indo Premier Sekuritas Paramita Sari mengatakan, penanda utama resesi adalah penurunan ekonomi dengan berkurangnya perdagangan dan aktivitas industri. Kondisi ini berpotensi membuat pertumbuhan ekonomi minus dalam dua kuartal berturut-turut. “Kendati demikian, optimisme itu tetap ada untuk perekonomian Indonesia yang masih bisa tumbuh positif hingga akhir tahun, jika pada kuartal III mendatang pertumbuhan ekonomi bertahan di zona positif,” kata Paramita, Kamis (3/9/2020).

Meskipun jurang resesi sudah membayangi, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga perekonomian ke depan. Berikut ini 4 tips yang bisa Anda lakukan untuk bersiap dalam menghadapi ancaman jurang resesi.

1. Berhemat

Hemat bukan berarti pelit. Hemat keuangan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang belum tahu pasti kapan berakhir sangat penting untuk menghadapi kondisi perekonomian yang bisa terjerembab di jurang resesi. Oleh sebab itu, beberapa pos keuangan yang tidak penting-penting amat perlu ditunda terlebih dahulu dan fokus pada kebutuhan-kebutuhan pokok.

Memenuhi kebutuhan pokok secara mandiri juga penting, misalnya untuk kebutuhan makan sehari-hari bisa dimasak sendiri. “Dengan begitu, yang namanya pesan makanan lewat aplikasi online juga wajib dikurangi sedikit demi sedikit biar tidak menguras uang. Kunci penghematan adalah mengendalikan keinginan dan mengutamakan kebutuhan,” jelas Paramita.

2. Persiapkan dana darurat

Tak seorang pun tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Ada banyak peristiwa tak terduga di masa depan yang tak seorang pun mampu melihat dan menghindarinya secara pasti, seperti sakit, kecelakaan, PHK, kematian, kebanjiran dan peristiwa lain yang sifatnya mendadak.

Dihadapkan pada ketidakpastian perekonomian dan ancaman jurang resesi karena pergerakan ekonomi nasional yang lesu, menyiapkan dana darurat itu sangat penting. Dana darurat yang sebaiknya likuid ini penting untuk mengantasipasi pengeluaran yang tak terduga tersebut. “Rumus ideal dana darurat adalah jumlah pengeluaran bulanan dikalikan jumlah bulan yang diantisipasi yang biasanya minimal 6 bulan,” jelas dia.

Editor: Adi Wikanto

Terbaru