Investasi

Harga emas Antam turun lagi (1/12), tekor 15,6% pembeli sepekan lalu

Rabu, 02 Desember 2020 | 08:18 WIB   Reporter: Hasbi Maulana
Harga emas Antam turun lagi (1/12), tekor 15,6% pembeli sepekan lalu

ILUSTRASI. Harga emas Antam turun lagi (1/12), tekor 15,6% pembeli sepekan lalu


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selasa (1/12) kemarin, harga emas Antam di Logam Mulia turun Rp 4.000 per gram, dari sebelumnya Rp 942.000 per gram menjadi Rp 938.000 per gram.

Tanggal Harga Emas per gram Harga Buyback per gram (Hari ini) Potensi Laba/Rugi
24 November 2020 Rp 961.000 Rp 811.000 -15.61% (rugi)
01 November 2020 Rp 996.000 Rp 811.000 -18.57% (rugi)
01 September 2020 Rp 1.026.000 Rp 811.000 -20.96% (rugi)
01 Juni 2020 Rp 914.000 Rp 811.000 -11.27% (rugi)
01 Maret 2020 Rp 806.000 Rp 811.000 0.62% (untung)
01 Desember 2019 Rp 747.000 Rp 811.000 8.57% (untung)
01 September 2019 Rp 763.000 Rp 811.000 6.29% (untung)
01 Juni 2019 Rp 662.000 Rp 811.000 22.51% (untung)
01 Maret 2019 Rp 664.000 Rp 811.000 22.14% (untung)

 

Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia turun Rp 5.000 per gram, dari sebelumnya Rp 816.000 per gram menjadi Rp 811.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 127.000 per gram.

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Harga emas Antam turun (1/12), potensi rugi 15% pembeli sepekan lalu

Baca Juga: Harga emas Antam turun Rp 4.000 jadi Rp 938.000 per gram hari ini (1/12)

Jadi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 938.000 per gram. Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 811.000 per gram oleh Logam Mulia.

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu.

  • Membeli emas pada 24 November 2020 (Rp 961.000 per gram) = -15.61% (rugi)
  • Membeli emas pada 01 November 2020 (Rp 996.000 per gram) = -18.57% (rugi)
  • Membeli emas pada 01 September 2020 (Rp 1.026.000 per gram) = -20.96% (rugi)
  • Membeli emas pada 01 Juni 2020 (Rp 914.000 per gram) = -11.27% (rugi)
  • Membeli emas pada 01 Maret 2020 (Rp 806.000 per gram) = 0.62% (untung)
  • Membeli emas pada 01 Desember 2019 (Rp 747.000 per gram) = 8.57% (untung)
  • Membeli emas pada 01 September 2019 (Rp 763.000 per gram) = 6.29% (untung)
  • Membeli emas pada 01 Juni 2019 (Rp 662.000 per gram) = 22.51% (untung)
  • Membeli emas pada 01 Maret 2019 (Rp 664.000 per gram) = 22.14% (untung)

Kalkulasi di atas belum memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan biaya materai Rp 6.000.

Selanjutnya: Harga emas hari ini di Pegadaian, Selasa 1 Desember 2020

Editor: Hasbi Maulana


Terbaru