Investasi

Harga emas Antam naik Rp 1.000 (30/5), ini potensi rugi pembeli sebulan lalu

Sabtu, 30 Mei 2020 | 16:59 WIB   Reporter: Hasbi Maulana
Harga emas Antam naik Rp 1.000 (30/5), ini potensi rugi pembeli sebulan lalu

ILUSTRASI. Petugas memperlihatkan emas Antam di Jakarta, Kamis (12/3). Harga emas Antam naik Rp 1.000 (30/5), ini rugi pembeli sebulan lalu. KONTAN/Carolus Agus Waluyo (12/03/2020).

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sabtu (30/5) harga emas Antam di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 1.000 per gram, dari sebelumnya Rp 913.000 per gram menjadi Rp 914.000 per gram.

Di lain sisi, harga buy back oleh Logam Mulia naik Rp 2.000 per gram, dari sebelumnya Rp 813.000 per gram menjadi Rp 815.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 99.000 per gram.

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Jadi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 914.000 per gram. Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 815.000 per gram oleh Logam Mulia.

Tanggal Harga Emas 
per gram
Harga Buyback 
per gram 
(30/5)
Potensi 
Laba/Rugi
23 Mei 2020 Rp 916.000 Rp 815.000 -11.03% (rugi)
30 April 2020 Rp 928.000 Rp 815.000 -12.18% (rugi)
01 Maret 2020 Rp 806.000 Rp 815.000 1.12% (untung)
30 November 2019 Rp 747.000 Rp 815.000 9.10% (untung)
30 Agustus 2019 Rp 766.000 Rp 815.000 6.40% (untung)
30 Mei 2019 Rp 662.000 Rp 815.000 23.11% (untung)
02 Maret 2019 Rp 660.000 Rp 815.000 23.48% (untung)
30 November 2018 Rp 650.000 Rp 815.000 25.38% (untung)
30 Agustus 2018 Rp 600.960 Rp 815.000 35.62% (untung)

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu.

Editor: Hasbi Maulana


Terbaru