Apa itu generasi sandwich? Inilah beban keuangan yang harus ditanggung

Kamis, 25 November 2021 | 16:01 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
Apa itu generasi sandwich? Inilah beban keuangan yang harus ditanggung

ILUSTRASI. Ilustrasi keuangan generasi sandwich. KONTAN/Muradi/2017/01/04

KONTAN.CO.ID -Jakarta. Sandwich generation atau generasi sandwich adalah istilah yang mungkin pernah Anda dengar. Generasi sandwich adalah istilah yang memang populer beberapa tahun ini.  

Dikutip dari laman Pew Research Center, generasi sandwich adalah istilah yang mulai dikenal sejak melonjaknya kelas ekonomi menengah di Amerika Serikat. 

Generasi sandwich maksudnya merujuk pada kalangan usia muda yang mapan secara ekonomi namun masih menanggung beban untuk menghidupi dua keluarga sekaligus, yakni keluarganya sendiri saat ini termasuk istri atau anaknya dan menghidupi orang tuanya. 

Istilah generasi sandwich digambarkan sebagai roti sandwich yang biasanya berisi irisan daging, sayuran, keju, dan berbagai macam saus. Lalu, semua bahan itu lalu diapit dengan roti di kedua sisinya.

Sederhananya, generasi sandwich adalah suatu istilah yang menggambarkan posisi finansial seseorang yang terhimpit di antara generasi atas dan generasi bawah.

Baca Juga: Jangan bingung, ini beda generasi millenial, generasi X, Y, Alpha, dan baby boomers
 
Generasi atas bisa berarti orang tua atau mertua. Sementara generasi bawah berarti anak, baik anak kandung maupun anak angkat, bahkan cucu jika ada. 

Dengan populasi yang menua dan generasi dewasa muda yang berjuang untuk mencapai kemandirian finansial, beban dan tanggung jawab orang Amerika paruh baya semakin meningkat. 

Hampir setengah atau sekitar 47% orang dewasa berusia 40-an dan 50-an memiliki orang tua berusia 65 tahun atau lebih dan membesarkan anak kecil atau secara finansial masih menyokong keuangan anak yang mulai berusia dewasa (usia 18 tahun atau lebih). 

Karena tekanan keuangan itu pula yang membuat generasi sandwich adalah seringkali dikaitkan dengan beban berlebih. Selain harus mengejar karier, mereka juga menanggung hidup dua generasi sebelum dan setelahnya. 

Dalam beberapa kasus, generasi sandwich ini harus menunda pensiun mereka sendiri karena kewajiban keuangan tambahan. Juga, beberapa anggota generasi sandwich bahkan harus ikut menanggung keuangan cucu mereka. 

Baca Juga: Kebutuhan Anak Paling Utama dalam Generasi Sandwich

Siapa generasi sandwich?

Orang dewasa yang merupakan bagian dari generasi sandwich maksudnya mereka yang memiliki orang tua yang masih hidup berusia 65 tahun atau lebih dan membesarkan anak di bawah usia 18 tahun.

Mereka yang disebut generasi sandwich adalah sebagian besar berusia paruh baya. Rinciannya menurut penelitian sebanyak 71% dari kelompok berusia 40 hingga 59 tahun. 

Berikutnya 19% lainnya berusia di bawah 40 tahun dan 10% berusia 60 tahun ke atas. Pria dan wanita memiliki kemungkinan yang sama untuk menjadi anggota generasi sandwich. 

Di Amerika Serikat sendiri, orang keturunan Amerika Latin atau Hispanik lebih banyak berpeluang menjadi generasi sandwich ketimbang kulit hitam dan kulit putuh. 

Ini karena dalam keluarga mereka, umumnya masih tinggal serumah dengan orang tua dan tentunya anak-anak mereka. 

Baca Juga: Ini Dia yang Harus Dilakukan agar Beban Sandwich Generation Menjadi Ringan

Seorang Aging and Elder Care Expert bernama Carol Abaya membagi generasi sandwich menjadi tiga ciri berdasarkan perannya. Berikut pembagiannya:

1. The Club Sandwich Generation

Orang dewasa berusia 30 hingga 60 tahun yang dihimpit oleh beban orang tua, anak, cucu dan atau nenek kakek. 

2. The Open Faced Sandwich Generation

Siapapun yang terlibat dalam pengasuhan orang lanjut usia, namun bukan merupakan pekerjaan profesionalnya, misal pengurus panti jompo termasuk ke dalam kategori ini.

3. The Traditional Sandwich Generation

Orang dewasa berusia 40 hingga 50 tahun yang dihimpit oleh beban orang tua berusia lanjut dan anak-anak yang masih membutuhkan finansial.

Selanjutnya: Jumlah kematian akibat COVID-19 di Jerman melewati 100.000 kasus

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani
Terbaru