: WIB    —   
indikator  I  

Ini keperluan konsumtif yang tak boleh asal cicil

Ini keperluan konsumtif yang tak boleh asal cicil

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kadang orang menghalalkan segala cara ketika harus memenuhi keperluannya. Termasuk meminjam uang lalu memenuhi keperluan tersebut. Setelah keperluannya terpenuhi, biasanya akan dibebani utang yang harus dicicil.

Ada juga yang memanfaatkan promo-promo cicilan ringan yang sebenarnya akan memberatkan jika keperluan yang dicicil itu nilainya akan turun begitu saja. Bukan cuma barang, pernikahan dan liburan yang dicicil tidak baik untuk keuangan kita.

Melvin Mumpuni, perencana keuangan Finansialku.com berpendapat, pernikahan adalah salah satu keperluan yang sifatnya tidak boleh utang dan kemudian dicicil. Pasalnya, usai mengadakan resepsi pernikahan, keuangan kita yang harusnya untuk kebutuhan lain akan terganggu dengan utang sekaligus bunganya.

“Nikah itu kan jelas waktunya mau kapan. Jadi lebih baik direncanakan dengan menabung, bukan dicicil,” ujar Melvin.

Contoh lainnya yang tidak boleh dicicil adalah liburan. Melvin bilang liburan itu biasanya juga lewat perencanaan. Sehingga kegiatan ini bisa dipersiapkan lebih dulu termasuk dananya. Sebab, biasanya setelah liburan, value-nya sudah tidak ada lagi, tetapi kita masih dibebani oleh cicilan.

Prita Hapsari Ghozie, perencana keuangan ZAP Financial menambahkan, jika memang mau mencicil biaya liburan, sebaiknya sebelum keberangkatan, bukan justru setelah pulang liburan. Dengan begitu, kita dapat menikmati liburan dengan tenang, pulang pun tak ada tagihan yang membengkak.

Kalau barang, biasanya yang kerap dicicil adalah barang elektronik ataupun kendaraan bermotor. Biasanya orang akan tergoda, dengan barang elektronik dengan cicilan 0%. Namun, sebenarnya tambahan penawaran 0% itu harus benar-benar dipertimbangkan. “Kalau barangnya untuk hal produktif boleh. Tapi kalau untuk gaya hidup saja lebih baik tidak dicicil,” kata Melvin.

Jika sekadar beli mobil untuk gaya hidup lebih baik tunda dahulu untuk mencicil. Namun, jika beli untuk disewakan atau untuk digunakan sebagai taksi online tak ada salahnya membeli dengan mencicil. Toh, nantinya ada uang pemasukan yang bisa untuk biaya mencicil.

 


 


Reporter Francisca Bertha Vistika
Editor Rizki Caturini

EDUKASI FINANSIAL

Feedback   ↑ x
Close [X]