: WIB    --   
indikator  I  

Begini persiapan sebelum menjadi trader

Begini persiapan sebelum menjadi trader

Apakah Anda akhirnya tertarik untuk menjadi trader? Tapi, jangan asal tertarik lantaran iming-iming cuan gede yang bakal dikantongi, Anda juga harus menyadari risiko tinggi yang terkandung dalam kegiatan transaksi ini.

Namun, jika masih ragu pada  kemampuan untuk melakukan trading, ada beberapa poin yang patut Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk terjun pada arena tersebut. Suluh Adil Wicaksono, Analis Millennium Penata Futures menyebut, seorang trader harus memiliki kemampuan untuk membaca arah pergerakan pasar. "Kalau trader mau beli produk, misal A, B, atau C, maka ia harus mampu membaca arahnya produk itu akan ke mana," kata Suluh.

Poin kedua, trader juga harus mampu membatasi risiko. "Semisal dia beli produk A di harga 1.000. Jika terjadi sesuatu, dan harga produk itu turun, ia tak boleh membiarkan saja. Dia harus punya batas kerugian," tambah Suluh.

Poin ketiga, trader sebaiknya punya jiwa spekulasi atau keberanian untuk berspekulasi. Namun, kedua poin sebelumnya tetap menjadi pertimbangan.

Trader juga harus mengenal dengan baik karakteristik instrumen trading. Apalagi, produk-produk yang akan ia tran-saksikan. Jargon, invest your time before invest your money sangat berlaku di sini. Itu sebabnya, Anda sebaiknya mengalokasikan waktu untuk belajar dengan serius terlebih dulu, sebelum benar-benar menginvestasikan uang Anda.

Maklum, seperti dalam kontrak berjangka komoditas, produk yang diperdagangkan punya spesifikasi dan karakteristik masing-masing. Anda harus benar-benar mengenal dan mempelajari produk komoditi, sehingga tepat dalam melakukan antisipasi. "Lihat pula jam perdagangannya, karena tidak semua komoditi diperdagangkan 24 jam," jelas Suluh.

Rumuskan tujuan

Sama seperti kegiatan lainnya, setiap aktivitas yang dilakukan manusia pasti mempunyai tujuan. Entah itu saat bepergian, berolahraga atau aktivitas yang bersifat rutin sekalipun, misalnya makan. Demikian pula, saat seseorang menjatuhkan pilihan untuk menjadi seorang trader.

Hampir semua orang akan setuju, jika tujuan akhir dari trading adalah untuk mendapatkan profit sebesar-besarnya. Hal itu memang memungkinkan. Namun, sebelum benar-benar melakukan trading, ada baiknya trader merumuskan tujuan agar transaksi menjadi lebih terarah.

Nah, untuk membantu merumuskan tujuan Anda, seringkali perusahaan sekuritas atau futures memberikan pelatihan atau simulasi. "Untuk merumuskan tujuan itu membutuhkan skill, dan kemampuan itu harus di-asah terlebih dulu," papar Suluh. Pasalnya, dalam trading ini mengenal timing atau waktu eksekusi yang tepat.

Untuk membantu merumuskan tujuan, mungkin Anda bisa berpijak pada beberapa pertimbangan berikut. Pertama, tujuan harus realistis. Artinya, tujuan yang akan dicapai harus sesuai dengan kemampuan. Setiap orang pasti ingin mencetak jutaan dollar di tahun pertamanya melakukan trading. Namun realitasnya, tidak semua orang punya kemampuan, juga keberuntungan, mencapainya.

Kedua, tujuan juga harus dapat dicapai. Mungkin ini serupa dengan realistis untuk mencapai tujuan sesuai kemampuan.

Ambil contoh, bila Anda ingin mendapat rata-rata US$ 100 –US$ 200 per hari dalam transaksi forex. Mungkin tujuan itu lebih dapat dipenuhi daripada membuat US$ 500. Dalam hal inilah peran demo trading penting, untuk mengukur kemampuan dan pencapaian Anda.

Selanjutnya, jika mencapai hasil yang baik dengan tujuan Anda saat ini, Anda bisa meningkatkan tujuan tersebut. Namun, Anda harus mulai dengan tujuan yang mungkin Anda capai dan mulai membangunnya. Sangat disarankan, Anda memulai dari tujuan yang kecil dan membesarkannya.

Ketiga, tujuan Anda harus dapat diukur. Ini adalah kesalahan yang paling sering terlihat. Tak dipungkiri, semua orang ingin menjadi kaya atau mendapatkan keuntungan dari pasar. Hal itu menjadi tujuan setiap orang.

Tapi asal Anda tahu saja, hal itu bukan merupakan tujuan yang sesungguhnya. Dalam pengukuran ini, Anda harus tahu apakah Anda masih jauh, dekat atau telah mencapai tujuan tersebut.

Apabila tujuan tersebut tidak dapat diukur, Anda tidak bisa tahu apakah Anda telah mendapatkannya atau belum. Jadi, “Trader harus bisa mengukur dirinya supaya bisa menganalisa dan berpikir dengan baik,” ucap Anggara Pramudita, seorang trader.

Buat trading plan

Tak kalah penting dari perumusan tujuan, seorang trader juga harus menyusun rencana trading. Dalam menyusun rencana trading ini, kembali Anda harus mengukur kemampuan, berikut jumlah dana yang akan ditransaksikan. "Pastikan, dana tersebut bukan dana satu-satunya," kata Suluh.

Salah satu kesalahan umum yang dilakukan orang ketika trading, termasuk trading forex adalah tidak menggunakan “uang dingin”. Bahkan banyak orang yang keluar dari pekerjaan dan fokus jadi trader padahal ilmu dan modal yang dimilikinya belum mencukupi.

Dalam rencana trading, Anda juga harus cermat menetapkan analisa yang dipakai. Ada dua analisis yang umum dipakai, yaitu teknikal dan fundamental. Teknikal berarti melihat grafik pergerakan harga. Kalau fundamental yakni, informasi atau berita yang dalam jangka panjang atau pendek punya efek pada pergerakan harga.

Eko Endarto, Perencana Keuangan dari Finansia Consulting menyebutkan, trader lazimnya menggunakan analisis teknikal. Mereka mempelajari harga historikal sebuah produk untuk diperkirakan kemungkinan pergerakannya di masa mendatang. “Di situ mereka pelajari pola pergerakan harga, lalu tindakan apa yang harus diambil serta batas kerugian yang bisa diterima,” tutur dia.

Merujuk ke pengalaman pribadinya, Angga berkisah, seleksi alam dalam trading forex cukup ketat. Ketika ikut forum trading pertama kali pada 2008, ia bergabung bersama 96 orang.  Namun pada 2011, jumlah anggota forum menyurut hingga hanya empat orang. Kebanyakan orang berhenti melakukan trading forex karena kehabisan modal. “Penyebabnya mungkin tidak bisa mengukur diri atau memang analisa teknikalnya tidak bagus,” kata Angga.

Bagi trader pemula, Angga bilang trading bukanlah pekerjaan mudah. Trading butuh jam terbang untuk mampu memahami pasar agar tak cepat bangkrut. Minimal dalam waktu satu hingga tahun, pasang posisi bertahan alias tak serakah mengharapkan laba besar.  Apa Anda sudah mantap menjadi trader?


Reporter J. Ani Kristanti, Marantina
Editor Edy Can

TIPS MENJADI TRADER

Feedback   ↑ x