Investasi

Begini tips mengelola uang THR berlebih karena mudik ditunda

Senin, 03 Mei 2021 | 16:26 WIB   Reporter: Danielisa Putriadita
Begini tips mengelola uang THR berlebih karena mudik ditunda

ILUSTRASI. Tanpa mudik, kebutuhan dana yang diperlukan untuk merayakan Idul Fitri jadi tidak sebanyak sebelum pandemi.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kembali melarang mudik pada Lebaran tahun ini karena pandemi Covid-19. Meski begitu, masyarakat yang bekerja sebagai karyawan tetap mendapat hak tunjangan hari raya (THR).

Tanpa mudik, kebutuhan dana yang diperlukan untuk merayakan Idul Fitri jadi tidak sebanyak sebelum pandemi. Perencana keuangan mengatakan, alokasi mudik tahun ini bisa dialihkan untuk menambah pundi-pundi tabungan maupun investasi. 

Namun, sebelum mengalokasikan kelebihan uang THR ke instrumen investasi, Agustina Fitria, Financial Planner OneShildt menyarankan masyarakat harus tetap membuat prioritas pengeluaran hari raya Idul Fitri. Pertama, alokasikan dana untuk memberi THR kepada asisten rumah tangga maupun satpam di lingkungan tempat tinggal.

Selain itu, tidak lupa alokasikan dana untuk memberi uang kepada orang tua maupun keluarga. "Karena tidak mudik biasanya dana dialihkan untuk pengeluaran lain, seperti memberi bingkisan atau uang," kata Agustina, Jumat (30/4).  

Baca Juga: H-10, pembayaran THR PNS 2021 dimulai, simak daftar penerima dan nominalnya

Kedua, tidak lupa alokasikan dana THR untuk keperluan zakat. Ketiga, siapkan dana yang akan dipakai untuk membeli makanan atau bahan-bahan makanan yang akan dimasak di hari Lebaran. "Bagaimanapun, meski tidak mudik, saat hari raya setiap keluarga akan menyiapkan makanan spesial," kata Agustina. 

Namun, pengeluaran rutin di hari raya tersebut jadi tidak sebesar pengeluaran ketika sebelum pandemi. Dengan begitu, Agustina menyarankan kelebihan dana THR bisa dialokasikan untuk menambah dana darurat, mengingat pandemi yang belum kunjung selesai. 

Bila dana darurat sudah terpenuhi dengan maksimal, sisa uang THR bisa dialihkan untuk melunasi cicilan konsumtif. Tujuannya, agar beban keuangan ke depan semakin ringan. Apalagi, bagi masyarakat yang selama pandemi jadi terkendala untuk membayar cicilan karena pemasukan yang menurun. 

Terakhir, sisa uang THR baiknya dimasukkan dalam instrumen investasi. Investor agresif dan memiliki tujuan investasi jangka panjang bisa memilih instrumen saham maupun aset kripto yang saat ini sedang digandrungi masyarakat. 

Baca Juga: Ingin sukses bernegosiasi di masa pandemi, ini kuncinya!

Agustina mengingatkan bila investor ingin coba berinvestasa di aset kripto, maka baiknya mereka memahami betul pasar kripto sebelum membeli. "Memang saat ini kinerja aset kripto tinggi, tetapi bagaimanapun investasi yang baik adalah investasi yang kita pahami, karena tidak selamanya aset kripto selalu naik," kata Agustina. 

Saran tambahan dari Agustina, investor aset kripto baiknya sudah lebih dulu memiliki keuangan yang kuat seperti memiliki dana darurat, arus kas lancar, dan memiliki investasi lain yang lebih stabil seperti di pasar obligasi. Tentunya, gunakan uang dingin dalam investasi aset kripto. 

Sementara, bagi investor yang memiliki tujuan investasi jangka pendek, baiknya memasukkan kelebihan dana THR ke reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap, mengingat belum adanya penerbitan obligasi ritel baru. 

Sementara bagi investor yang menyukai investasi riil, bisa berinvestasi di emas. Namun, Agustina mengingatkan investasi emas baiknya untuk tujuan investasi di atas tiga tahun. 

Baca Juga: Hai milenial, ini 10 kiat sukses menjadi jutawan sebelum usia 30 tahun

Senada, Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana juga menyarankan  kelebihan uang THR bisa diparkirkan di reksadana pasar uang untuk jangka pendek. Wawan memproyeksikan imbal hasil reksadana pasar uang berkisar 2%-4% hingga akhir tahun. Kelebihan reksadana pasar uang adalah dana investasi dipastikan likuid. 

Wawan juga menyarankan masyarakat dapat menaruh sisa uang THR di reksadana pendapatan tetap. Instrumen ini cocok dipilih bagi investor yang memiliki tujuan investasi hingga dua tahun. Di sepanjang tahun ini Wawan memproyeksikan kinerja reksadana pendapatan tetap bisa tumbuh 7%-8%. 

Sementara, bagi masyarakat yang ingin menaruh dana di reksadana saham, Wawan memproyeksikan pasar saham berpotensi membaik seiring dengan pertumbuhan ekonomi di tahun depan yang positif. "Kinerja pasar saham berpotensi naik 5%-7% di tahun depan, bagaimanapun IHSG berpotensi kembali ke level tertingginya," kata Wawan. Reksadana saham cocok dimiliki untuk tujuan investasi minimal 3 tahun. 

Baca Juga: Investor pemula, catat tips investasi dari CEO UOB Asset Management berikut

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru