4 Tips menyiapkan dana haji

Senin, 26 Juli 2021 | 16:03 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
4 Tips menyiapkan dana haji

ILUSTRASI. Peziarah Muslim, menjaga jarak sosial dan mengenakan masker, melakukan Tawaf selama ziarah haji tahunan, di kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (20/7/2021). REUTERS/Ahmed Yosri


KONTAN.CO.ID -  Beribadah haji ke Tanah Suci tidak hanya diperlukan persiapan mental, namun juga finansial. Untuk itu, sangat dianjurkan untuk mempersiapkan dana ibadah haji dari sekarang.

Dalam melakukan pendaftaran haji, Anda harus mendapatkan nomor porsi haji terlebih dahulu dengan setoran awal Rp 25 juta untuk Haji Reguler, dan menunggu keberangkatan sesuai kuota 16-23 tahun.

Lama antrian setiap wilayah juga berbeda-beda, mulai 16-23 tahun waktu menunggu untuk Ongkos Naik Haji (ONH) Reguler dan 6-9 tahun untuk ONH Plus. Perbedaan waktu ini memengaruhi biaya yang perlu disiapkan untuk melaksanakan ibadah ke Tanah Suci.

Baca Juga: Perusahaan umroh bersiap menerima pendaftaran dari jemaah internasional

Adapun biaya penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 9,1 juta sehingga ONH menjadi Rp 44 juta. Biaya ini cukup besar dibanding tahun 2020 yang hanya Rp 35 juta lebih.

Selain itu, ada kebutuhan tak terduga baik dalam persiapan maupun ketika sudah berada di Tanah Suci, seperti kenaikan kurs dollar, pulsa, kelebihan bagasi, belanja berlebih, suntik meningitis, sampai baju yang digunakan untuk menyesuaikan dengan cuaca di Tanah Suci. 

Lantas, bagaimana cara menyiapkan dana haji? 

Baca Juga: 2 Film Indonesia terbaru di Disney+ Hotstar bulan Juli, ada cerita horor dan komedi

4 Tips menyiapkan dana haji

Dirangkum dari keterangan resmi Lifepal, berikut 4 tips untuk menyiapkan dana haji: 

1. Tabungan rencana haji 

Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan perencanaan keuangan dengan baik. Jika Anda tidak memiliki dana tunai, maka bisa menabung secara berkala di tabungan rencana haji. 

Misalnya, melalui tabungan penyelenggara Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) adalah cara yang paling tepat untuk menutupi biaya pendaftaran haji ini.

Sisihkanlah uang minimal 10% dari penghasilan bulanan untuk mengumpulkan setoran awal BPIH ke rekening Menteri Agama. Anda bisa memangkas waktu lebih singkat dengan memasukkan sebagian THR ataupun bonus tahunan ke tabungan tersebut.

2. Alokasikan dana rencana haji di instrumen tepat

Lamanya durasi antrian ibadah haji membuat Anda bisa mengalokasikan dana persiapan haji ke instrumen investasi. Jika Anda berniat menabung sendiri untuk setoran awal BPIH, tentukanlah berapa lama Anda menargetkan dana tersebut untuk terkumpul. 

Bila jangka waktunya cukup dekat, maka sangat disarankan untuk mengumpulkan dana tersebut ke instrumen keuangan rendah volatilitas sebut saja seperti tabungan bank biasa maupun reksa dana pasar uang. 

Baca Juga: Bisnis Katering untuk Rumahsakit Darurat, Siapa yang Menikmati?

3. Dana darurat sudah aman

Dana darurat berfungsi sebagai dana untuk memitigasi risiko di saat Anda sedang menjalankan ibadah ke Tanah Suci. 

Ibadah haji membutuhkan waktu kurang lebih 40 hari. Agar perjalanan ibadah Anda lancar, Anda harus memastikan bahwa keuangan cukup stabil untuk keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Setelah dapat memastikan kebutuhan sehari-hari terpenuhi, pastikan bahwa dana darurat kalian aman. Jumlah dana darurat yang harus dipersiapkan sangat bergantung pada jenis profesi dan jumlah tanggungan Anda. 

Seorang yang sudah menikah dan punya satu tanggungan, disarankan untuk memiliki dana darurat minimal 6 kali pengeluaran bulanan.

4. Jangan lupa lengkapi diri dengan perlindungan terbaik

Beberapa perusahaan asuransi memiliki produk asuransi syariah yang ditujukan untuk jamaah haji, atas musibah yang mungkin saja terjadi saat ibadah berlangsung.

Namun jangan lupakan pula perlindungan mendasar yang seharusnya kita miliki terlebih dulu yakni asuransi kesehatan. Sangat disarankan memiliki proteksi berupa jaminan kesehatan, baik dengan BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan lainnya. 

Selain asuransi kesehatan, pertimbangkan pula untuk memiliki asuransi jiwa, khusus bagi mereka yang saat ini menjadi pencari nafkah utama di keluarga.  Asuransi jiwa akan memitigasi risiko hilangnya penghasilan ketika si pencari nafkah kehilangan kemampuannya untuk bekerja. 

Anda bisa memanfaatkan produk tabungan haji yang sudah dilengkapi dengan asuransi jiwa supaya lebih praktis.

Selanjutnya: Pemerintah Arab Saudi sukses menjalankan ibadah haji 2021

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Virdita Ratriani

Terbaru