Pensiun damai tanpa utang

Minggu, 08 November 2020 | 13:50 WIB   Reporter: Harris Hadinata
Pensiun damai tanpa utang

ILUSTRASI. Ilustrasi Bebas Utang

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Banyak di antara Anda yang pasti sudah mulai mempersiapkan rencana pensiun mulai dari jauh-jauh hari. Anda mungkin sudah menempatkan investasi Anda di banyak instrumen investasi.

Berdasarkan hasil riset Aging Asia yang dilakukan oleh Manulife, dengan semakin panjangnya usia harapan hidup masyarakat Indonesia, maka jumlah dana yang harus disiapkan oleh pasangan suami istri untuk masa pensiunnya kelak rata-rata sebesar 25,8 tahun pengeluaran.

Namun, sebaiknya Anda menambah lagi 6-11 tahun pengeluaran dalam perencanaan pensiun, menjadi 31,8-36,8 tahun pengeluaran. "Dengan pertimbangan kemungkinan istri hidup lebih lama," kata Legowo Kusumonegoro, Advisor to Wealth and Asset Management Indonesia (WAM Indonesia).

Manfaatkan gaji, THR dan bonus Anda untuk memenuhi kebutuhan tersebut. "Jika perlu, Anda bisa menambah penghasilan dari kerja sambilan selagi masih produktif," imbuh Legowo.

Selain itu, acap kali ada hal yang terlupakan di menjelang masa pensiun, yaitu utang. Apalagi, bagi banyak orang, saat ini utang sudah semacam pengeluaran bulanan.

Alhasil saat pensiun tiba, orang kerap lupa kalau dia masih punya utang. Padahal idealnya, saat pensiun tiba, orang tersebut tidak lagi punya utang.

Jangan lupa, pensiun berarti Anda kehilangan penghasilan yang selama ini diperoleh dari bekerja. Jadi, bila Anda masih berutang, Anda bisa kesulitan melakukan pembayaran.

Karena itu, sebelum pensiun tiba, Anda harus memastikan sudah terbebas dari utang konsumtif. Utang konsumtif merupakan beban bagi cash flow.

Lebih baik lagi bila Anda bisa mengurangi utang konsumtif sejak Anda masih produktif. Memiliki utang konsumtif, baik berupa utang kartu kredit, KTA, bahkan utang ke saudara atau teman, berarti mengurangi porsi uang yang bisa Anda sisihkan untuk investasi bagi masa pensiun.

"Utang konsumtif di masa produktif ini akan berdampak pada tingkat kesejahteraan Anda di masa pensiun kelak," cetus Legowo.

Anda juga perlu ingat, jangan sampai tergoda meminjam uang saat sudah pensiun. Karena itu, pastikan Anda sudah merencanakan kebutuhan dana untuk masa depan.

Caranya, coba bayangkan, hidup seperti apa yang Anda inginkan saat pensiun. Apa Anda ingin sering berpelesir? Anda ingin tinggal di kota besar yang biaya hidupnya tinggi?

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu, Anda akan punya bayangan seperti apa masa pensiun Anda kelak. Ini akan membantu Anda mempersiapkan pensiun lebih baik.

Pastikan juga agar Anda tidak lagi berutang menjelang pensiun. "Usahakan agar tidak ada cicilan kendaraan, setidaknya dua tahun jelang tanggal pensiun," tegas Legowo.

Tujuannya adalah agar Anda bisa benar-benar menyimpan dana secara maksimal dan mulai menyesuaikan gaya hidup. Jangan sampai Anda masih memiliki cicilan mobil di saat sudah pensiun.

Kebutuhan tempat tinggal juga harus dipikirkan, bahkan diutamakan. Ada baiknya Anda mempertimbangkan tinggal di rumah yang berukuran lebih kecil atau pindah ke daerah dengan biaya hidup yang lebih rendah.

Jangan lupa juga menyiapkan dana darurat. Walau sudah pensiun, Anda tetap harus punya dana darurat. 

Nantinya, dana ini bisa Anda gunakan untuk membiayai biaya rawat jalan atau konsultasi dokter dan obat-obatan yang tidak ditanggung oleh pihak asuransi dan BPJS Kesehatan. Selain itu, dana darurat juga bisa digunakan pula untuk memperbaiki rumah yang bocor, perawatan kendaraan, dan lain sebagainya. Dus, Anda tidak perlu terbelit utang.

Jika saat ini Anda sudah menjelang usia pensiun tapi biaya pensiun Anda belum cukup, terpaksa Anda harus mempertimbangkan peluang tetap bekerja usai pensiun. "Tujuannya agar kelak kebutuhan hidup Anda dapat terpenuhi tanpa harus berutang," tegas Legowo.

Editor: Harris Hadinata
Terbaru